Warga Probolinggo Perlu Bangga, Buat Paspor Tidak Usah Ke Jember dan ke Malang

PROBOLINGGO,Indonesiapoat.co – Akhir tahun 2019 ini, Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Probolinggo menargetkan penerbitan atau membuat paspor tidak jauh-jauh dan tidak harus pergi ke kota Malang, ke kota Jember ataupun ke kota Surabaya, bila masyarakat Probolinggo untuk memiliki paspor.

Pasalnya, Pemkab Probolinggo tahun 2019 ini, mulai kerja sama dengan Unit Kerja Keimigrasian (UKK) Kementerian Hukum dan HAM RI dan ditargetkan sudah berdiri di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Secara prosedural Pemkab Probolinggo kini secara intens berkomunikasi dengan Dirjen Keimigrasian pada Kementerian Hukum dan HAM RI.

Kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaen Probolinggo, dijalan Raya Dringu, Kab Probolinggo.
Bupati Pribolinggo,Hj Puput Tantriana Sari SE, dan Drs H Tutuq Edy Utomo MM, Kepala Bappeda Pemkab Probolinggo./indonesiapost.co.

Hal ini dijelaskan, H Tutug Edi Utomo, Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo, mengatakan, pendirian UKK (Unit Kerja Keimigrasian) di Kabupaten Probolinggo, direncanakan dalam bentuk kerjasama antara Pemkab Probolinggo dan Dirjen Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM RI.

“Pemkab Probolinggo sudah lama mempunyai kantor MPP (Mal Pelayanan Publik) di jalan raya Dringu, sehingga pihak Dirjen Keimigrasian, hanya berkewajiban menempatkan personel untuk melayani urusan keimigrasian termasuk menerbitkan paspor.”terang H Tutuq, Sabtu (13/7/2019) dan mengaku gembira masyarakat Probolinggo, Situbondo, Pasuruan, bila mau ber Haji, Umroh, atau keluar negeri, sudah tidak jauh-jauh pergi ke Jember, Malang dan Surabaya, untuk mendapatkan paspor dan cukup datang ke UKK di kantor Pemkab lama di wilayah Dringu, Kab Probolinggo.

H Tutug, sapaan akrabnya, menjelaskan, dalam Perubahan APBD 2019 yang tengah disusun, Pemkab Probolinggo mengalokasikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana UKK.

“Semua kebutuhan sudah dialokasikan dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan, red). InsyaAllah, tahun ini sudah berdiri, doakan saja,” kata H Tutuq, yang kenal akrab dengan awak media.

Diakui H Tutuq, pihak Kementerian Hukum dan HAM sangat serius untuk kerja sama dengan Pemkab Probolinggo. Hal ini dibuktikan kunjungan kerja Kepala Bidang Perizinan dan Informasi Keimigrasian, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Taty Sufiani, yang ditemui Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari SE pada hari Kamis (11/7/2019) di Pendopo jalan Ayani Probolinggo.

Setelah pertemuan di pendopo kemudian, Taty Sufiani bersama Bagian Prolap Sesditjen Imigrasi Malang Ikram A. Taha, dan Bupati Probolinggo Hj Tantri, didampingi sejumlah kepala OPD terus mengecek calon kantor UKK di gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo di jalab Raya Dringu.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemkab Probolinggo mulai pengusulan, analisa hingga pada tahap cek lokasi. Pemkab Probolinggo paling serius dengan rencana pembangunan UKK Imigrasi ini dibanding dengan daerah lain,” aku Taty Sufiani.

Ketua DPC Partai Gerindra Kab Probolinggo, H Jon Junaedi, dan H Abd Rasid (pakai kopiah putih), tokoh masyarakat Paiton, Kabupaten Probolinggo./hm saudi hasyim jahur

Menanggapi hal ini, tokoh masyarakat Paiton, Kab Probolinggo, H Abd Rasid, yang sering keluar negeri mengatakan terima kasih pada Bupati Hj Puput Tantriana Sari, dengan semangat kerja berusaha agar di Probolinggo berdiri Unit Kerja Keimigrasian (UKK) yang bisa menerbitkan Paspor.

“Alhamdulillah…masyarakat Probolinggo sudah tidak jauh lagi bila membuat paspor. Selama ini, warga Probolinggo harus pergi ke kota Jember atau kota Malang bila mau buat paspor. Selain kecapean, berangkat dari rumah usai sholat subuh pulangnya pasti sore hari,”tutur H Rasid, dan turut gembira Ketua DPC partai Gerindra Kab Probolinggo, H Jon Junaedi, mengaku warga Probolinggo pastinya seneng semua.(inf/ind)