Warga Kabupaten Probolinggo Kecewa Berat, Tantang Petugas BPS Jatim Turun ke Desa-Desa.

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Setelah membaca dan mendengar hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, yang menetapkan Kabupaten Probolinggo sebagai daerah termiskin nomor 4 di Jatim itu, masyarakat Probolinggo kecewa berat, karena hasil survey itu adalah fitnah, dan perbuatan keji.

Petugas BPS Jatim dengan seenaknya ngomong, tanpa kroscek kelapangan atau tanpa masuk desa, tiba-tiba mengumumkan bahwa Kabupaten Probolinggo masuk nomer 4 termiskin di Jatim, adalah sebagai data amburadul tanpa bukti yang akurat.

“Saya kecewa berat omongan petugas BPS, yang berupa fitnah itu. Kalau dia mau, saya tantang petugas BPS untuk krocek ke desa-desa di Kabupaten Probolinggo, bahwa data miskin itu adalah tidak benar dan terkesan fitnah.” kesal H Saudi Hasyim Jahur, Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu Probolinggo), Rabu (26/2/2020).

Dijelaskan lebih lengkap lagi, rakyat Kabupaten Probolinggo, sekalipun masih ada yang miskin tapi tidak seperti yang disampaikan petugas BPS Jatim.

“Pada masa pemerintahan orde baru, warga sulit ingin punya sepeda motor. Tapi dijaman reformasi ini, warga Kabupaten Probolinggo, yang hidupnya didesa terpencil di pegunungan, sudah banyak yang mempunyai sepeda motor, sampai dua, tiga sepeda motor, setiap KK,” jelas H Saudi, tetap nantang petugas BPS datang ke Probolinggo untuk kroscek langsung ke desa-desa, dan jangan kerjanya hanya nulis-nulis di atas meja, dengan kursi empuknya saja.

Ketua LSM Permasa, HM Saudi Hasyim Jahur, mengaku kecewa berat komentar petugas BPS Jatim. Begitu juga, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim, Habib Mahdi SE, dan Wakil Ketua DPRD Kab Prob, Oka Mahendra Jati Kusuma, kecewa dan protes pada BPS Jatim./indonesiapost.co

Perlu diketahui, andaikan petugas BPD Jatim sanggup datang turba (turun ke bawah) masuk Desa dan ngecek ke warga, pastilah malu sendiri karena data yang disiarkan melalui media, sangat salah besar.

Pasalnya, masih ada warga yang mampu masih terdaftar miskin. Malah data yang dicatat oleh BPS terkesan ambul radul, bahwa ada warga asli miskin tidak dapat bantuan, dan yang mampu malah dapat bantuan.

“Ini kan terlalu….petugas BPS seenaknya udel, langsung main siaran lewat media, ternyata salah besar alias fitnah,” kesal H Saudi, sekali lagi, setiap rumah pastilah warga Probolinggo sudah punya TV, punya 2 sepeda motor tiap KK, lalu dikatakan miskin, dibaca dari apanya?.

“Monggo, bapak-bapak BPS Jatim, datang ke desa-desa, saya siap mengantar masuk desa kroscek langsung pada warga. Pastilah bapak-bapak, yang setiap bulan terima gaji uang rakyat itu, bakal malu sendiri bila tahu kalau tiap rumah, sudah punya TV dan punya 2 atau 3 sepeda motor setiap KK,” jelas H Saudi, sangat berat hati dan kecewa berat, warga Probolinggo dikatakan masih banyak yang miskin.

Begitu juga, warga kecewa jawaban, Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian, terkesan mengakui Kabupaten Probolinggo masuk urut 4 termiskin sejatim.

Seperti dilansir media, TIMES Indonesia, bahwa Kabupaten Probolinggo menjadi daerah termiskinan keempat di Jawa Timur berdasarkan data BPS. Pada tahun 2019, 17,76 persen penduduknya berada di bawah garis kemiskinan yang ditetapkan sebesar Rp 417 ribu per kapita per bulan.

Di bawah Kabupaten Probolinggo, ada Kabupaten Bangkalan (18,9 persen), Sumenep (19,48 persen) dan Kabupaten Sampang sebagai juru kunci (20,71 persen).

Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian “mengakui hal itu”. Namun menurutnya yang harus dipahami, garis kemiskinan yang menjadi acuan, berbeda untuk setiap daerah.

“Yang harus dipahami, garis kemiskinan untuk setiap daerah itu berbeda. Dan garis kita (Kabupaten Probolinggo, Red) lebih tinggi daripada daerah tetangga,” katanya kepada TIMES Indonesia, tanpa menyebut angka kemiskinan daerah lain Selasa (25/2/2020).

Namun bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo, meminta, Yulius, tidak perlu cerita soal standart dibawah garis kemiskinan yang ditetapkan sebesar Rp 417 ribu per kapita per bulan.

Pasalnya, rakyat tidak mengenal per kapita perbulan, tahunya kehidupan rakyat Probolinggo sudah sejahtera.

“Rakyat tidak perlu diberi cerita, soal per kapita perbulan. Tahunya, rakyat Kabupaten Probolinggo sudah layak sempurna dalam hidupnya. Setiap KK, di desa terpencilpun seperti Desa Gununggeni, Kec Banyuanyar, sudah banyak rakyatnya mempunyai dua sepeda motor yakni bapaknya punya, dan anaknya yang sekolah juga punya sendiri-sendiri,” jelas H Saudi, heran petugas BPS ngomong Kabupaten termiskin no 4 itu, mungkin melihatnya dari kahyangan.(ind/**)