Walau Buta, Tapi Hafal Alqur’an. Abuhasan, Kerjanya Cuma Tukang Pijat

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Bila ada masyarakat khususnya umat Islam, bisa mampu menghafal ayat suci Alqur’an, mungkin hal ini merupakan suatu yang biasa.

Namun bila ada orang buta, dan bisa menghafal Alqur’an, itulah peristiwa ajaib dan merupakan hal yang luar biasa.

Hal ini dialami seorang pemuda, Abuhasan (37) warga Watupanjangg, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, sekalipun dirinya cacat buta mata, namun Hatinya bisa membaca hingga bisa menghafal ayat suci Alqur’an.

Tukang pijet, Abuhasan (berkopiah,red) warga Desa Watupanjang, saat memijet pasiennya, Tasnan, warga Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kab Probolinggo.
Dan Para tukang pijat dengan keterbatasannya atau cacat mata buta./Indonesiapost.co

Dan sekalipun cacat buta mata, bagi Abuhasan, tidak menjadi rintangan dalam beribadah dan setiap hari dia masih bisa memberikan jasa, memijet orang lain. Sehingga hasil jasa pijatannya bisa mendapat uang, dan mereka bisa hidup bersama orang tuanya, Ny Arbuna (55) yang sudah lama menjada.

“Ayah saya,  pak Asmad Arsadi, sudah tujuh tahun lalu meninggal dunia. Dan sekarang yang mencari nafkah untuk ibu, adalah saya, ‘kata Abuhasan, Senin (7/10/19) saat memijet pasiennya, Asnan, warga desa Kalianan, Kecamatan Krucil.

Hebatnya lagi, sekalipun Abuhasan, sudah buta sejak lahir, ia tak pernah menyusahkan orang tuanya. Sejak berumur 25 tahun, Abuhasan, sudah pandai memijet sehingga setiap hari selalu ada orang yang meminta pijet. Dan bisa mendapatkan uang dari pasien yang memberinya.

“Saya tidak pernah narget, berapa besarnya upah kerja saya sebagai tukang pijet. Yang penting, mereka ngasih uang ikhlas dan barokah, sehingga uang itu bisa menafkahi ibu saya, “kata Abuhasan, bersyukur ia masih bisa memberi jasa mijet orang lain.

Kehebatan, Abuhasan, diakui salah satu pasiennya, Asnan, warga Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, yang setiap minggu ia rutin minta pijet ke Abuhasan. “Setiap sakit pegal linu, saya langsung minta pijet ke Abuhasan. Alhamdulillah, selesai dipijet badan terasa enak dan enteng, “kata Asnan, mengaku setiap hari kerja berat dan badannya terasa capek, sudah dipastikan minta pijet ke Abuhasan.

Anehnya, setiap mendatangi rumah pesiennya, Abuhasan, tak pernah minta bantuan diantar dengan keluarganya. Namun dia selalu berjalan kaki dengan dibantu seonggok kayu kecil. “Awalnya Abuhasan minta diantar keluarga datang kerumah saya. Tapi untuk kedua kalinya, dia sudah tidak diantar keluarganya. Mereka datang sendirian ke rumah saya dengan jalan kaki dan dibantu seonggok kayu kecil, “kata Asnan, berceritra.

Yang menjadi takjub lagi, Abuhasan, yang sudah cacat buta mata, masih mampu hafal membaca ayat suci Alqur’an sebanyak 33 juz. Bahkan selama bulan puasa, Abuhasan, ditunjuk sebagai Imam sholat Isyak dan sholat taraweh di masjid Agung Raudhatul Hasan di Desa Kalianan.

“Sejak sholat taraweh pada hari pertama hingga selesai, Abuhasan, faseh membaca surat-surat ayat suci Alqur’an, “jelas Mahmud, salah satu jamaah masjid “Raudhatul Hasan” tersebut.  

Seusai sholat taraweh, para jamaah masjid rutin mengaji ayat suci Alqur’an. Bahkan saat tadarusan, Abuhasan, tugasnya mengoreksi jamaah yang mengaji. “Bila ada jamaah yang mengaji dan salah membacanya, Abuhasan, yang mengoreksinya. Padahal, Abuhasan, tidak bisa melihat tapi tanggap mendengarkan orang ngaji, “kata Mahmud, heran Abuhasan mampu mengoreksi orang ngaji yang salah, hanya dengan mata hatinya yang sangat tajam.

Begitu juga, setiap datang ke masjid, Abuhasan, tak pernah minta diantar dan mereka jalan kaki sendirian sejauh 500 meter. “Hanya dibantu dengan sebuah tongkat bambu kecil, mereka bisa berjalan kaki ke masjid dan bisa mendatangi rumah-rumah pasiennya, ‘terang Mahmud.

Abuhasan, anak ke empat dari ayah, Rasmad Arsadi dengan istrinya Arbuna. Sedangkan anak pertama, Mulyono (47), Ny Hatijah (40) dan Abdullah (38), ketiganya sudah berumah tangga dan tidak berkumpul dengan orang tuanya.(mud/ind)