Wakil Bupati Probolinggo Cek Kesiapan Tangguh COVID-19, di Tiga Kecamatan

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melakukan pengecekan soal kesiapan Desa Tangguh COVID-19 (Corona Virus Disease), Selasa (26/5/2020). Pengecekan Desa Tangguh COVID-19 ini, dilakukan di Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan, Desa Bhinor Kecamatan Paiton, dan Desa Gading Wetan Kecamatan Gading.

Sedangkan pengecekan kesiapan Desa Tangguh COVID-19, dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, didampingi Wakapolres Probolinggo, Kompol Agung Setyono, Pabung Kodim 0820 Probolinggo, serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Probolinggo, H Tutug Edi Utomo, diikuti oleh seluruh Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Dalam pengecekan pertama dilakukan di Balai Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan. Sekitar pukul 09.00 Wib, Wabup H Timbul, sapaan alrabnya, dan rombongan tiba di lokasi. Kedatangannya disambut oleh Camat Pajarakan Munaris dan Forkopimka, Pj Kepala Desa Sukokerto Mulyono beserta perangkat desa, Ketua RT/RW, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kader posyandu, PKK serta Karang Taruna Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan.

Pj Kepala Desa Sukokerto, Mulyono, mengungkapkan, selama ini pelaksanaan program di Desa Sukokerto sudah bagus karena ada sinergi dengan Pemerintah Desa dan masyarakat. “Terlebih masyarakat sangat antusias dalam mendukung semua program dari pemerintah desa,” ujarnya.

Wakil Bupati Probolinggo, Drs HA Timbul Prihanjoko, saat meninjau Desa Tangguh di Pajarakan./indonesiapost.co

Selanjutnya dilakukan paparan terkait Pedoman dan Gambaran Desa Tangguh COVID-19 serta video kegiatan penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19 di Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan oleh Sekretaris Desa Sukokerto Iswandiyanto.

Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko menyampaikan bahwa pada intinya masyarakat desa dari awal memang sudah siap dan tangguh. Kalau urusan dengan kesiapan masyarakat, partisipasi dan lain sebagainya, masyarakat sudah terbiasa dengan hal yang demikian.

“Menjadi ragu-ragu karena ada pergeseran budaya yang sekarang terjadi pertarungan antara dari luar dengan budaya-budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Tetapi dari paparan yang disampaikan oleh Pj dan Sekretaris Desa bisa menjawab keraguan kita,” katanya.

Menurut Wabup H Timbul, sumber daya manusia di Desa Sukokerto semua sudah digerakkan. Artinya, kesiapan disini sudah siap, tinggal bagaimana aplikasinya. Dalam hal pemulasaran jenazah, hanya mengkoordinir saja bukan untuk menguburkan sendiri. Termasuk mengkomunikasikan kelompok masyarakat tatkala ada masyarakat yang sakit. Sebenarnya desa tangguh itu tanggung jawab apakah desa ini mau maju dan tangguh atau tidak tergantung dari semua pihak yang ada di Desa Sukokerto.

“Kami dari Pemerintah Daerah hanya bagaimana menyemangati kembali karena pada dasarnya desa tangguh sudah tumbuh dan berkembang di masyarakat. Termasuk dukungan keamanan dengan menggalakkan siskamling. Demikian pula dengan lumbung pangan sudah terjawab,” jelasnya.

Wabup H Timbul menegaskan fase-fase bagaimana kegotongroyongan dan keguyuban dari masyarakat itu sudah terbiasa. Oleh karena itu, masyarakat kita ajak bahwa ketahanan pangan dan ketahanan desa itulah yang bisa menggerakkan masyarakat itu sendiri. Terlebih menurut prediksi virus Corona ini kapan berakhir, maka diperlukan ketangguhan dan kekuatan yang luar biasa dari semuanya.

“Pemerintah ingin normal kembali, nanti pelan-pelan apabila sudah menjadi desa tangguh dan berjalan normal, maka pelan-pelan akan normal kembali. Tentunya karena virus ini belum selesai tetap dengan protokol kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak. Melindungi masyarakat berarti melindungi segalanya,” tegasnya.

Lebih lanjut Wabup H Timbul menerangkan ada virus maupun tidak masyarakat sudah biasa tapi tetap dengan protokol-protokol yang sudah ditetapkan sehingga pada fase-fase tertentu masyarakat bisa beraktifitas seperti biasanya. Tapi kalau masyarakat sudah paham kepada kesehatan karena kepedulian masyarakat sudah terbentuk.

“Harapannya kita tidak akan terlalu larut dalam virus corona. Sehingga kita akan kembali beraktifitas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Semua desa di Kabupaten Probolinggo nantinya akan menjadi desa tangguh yang bisa melayani dirinya sendiri,” terangnya.

Wabup H Timbul menambahkan tujuan dari keberadaan desa tangguh ini bagaimana mengaktifkan kembali jati diri bangsa yang sesungguhnya dalam hal ini gotong royong. “Jika ada sesuatu semuanya ditanggung bersama-sama. Ini yang harus dihidupkan Kembali di semua desa di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.(inf/ind)