Wabup Lumajang Marah. Ambulans Harusnya Untuk Pasien, Diisi Dua Ekor Kambing, Memalukan. “TERLALU”

LUMAJANG,Indonesiapost.co –
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati M.Si, marah besar dan akan menindak tegas setelah diketahui mobil Ambulans Desa, dilingkungan Pemkab Lumajang, mengangkut dua ekor kambing dari sebuah pasar hewan.

Seharusnya mobil ambulans Desa tersebut diperuntukan mengantar pasien, bila ada warga yang sedang sakit untuk berobat ke Puskemas ataupun ke Rumah Sakit. Namun malah sebaliknya, mobil ambulans itu dibuat ngangkut hewan kambing. Memalukan. “Terlalu”.

Wakil Bupati Lumajang, Ir Hj Indah Amperawati Msi, dan kendaraan ambulans desa yang mengangkut hewan kambing./indonesiapost co

“Saya perintahkan Inspektorat, untuk memanggil dan memeriksa Kepala desa, dan sekalian Ambulans Desa yang digunakan mengangkut kambing itu, sementara ditarik dulu ke kantor Pemkab,” tegas Wakil Bupati Lumajang, Ir Hj Indah Amperawati Msi, pada Wartawan, Sabtu (27/6/2020) melalui ponselnya.

Seperti yang dilansir beberapa media, bahwa terungkapnya kasus mobil ambulans Desa, yang disalahgunakan untuk mengangkut dua ekor kambing, terjadi pada hari Jumat (26/6/2020) setelah diunggah oleh netizen ke media sosial.

Dalam unggahan video yang berdurasi beberapa detik itu, diketahui bahwa ambulans Desa milik Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang.

“Dari peristiwa ini, saya akan sarankan bagi semua camat, untuk melakukan pembinaan kepada semua Kepala Desa, agar tidak terulang kembali kejadian yang memalukan tersebut,” harapnya.

Wabup Lumajang, bunda Indah, sapaan akrabnya, mengaku kecewa berat dan geram atas perilaku yang sudah mencoreng etika birokrasi, bahwa ada salah satu mobil ambulans Desa digunakan untuk membawa hewan kambing.

“Langkah Pemerintah Daerah, akan melakukan peringatan keras bagi seluruh Kepala Desa, yang masih melakukan penyimpangan dan mencoreng etika. Peringatan itu, agar para Kades tidak melakukan hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, bunda Indah, Pemerintah memberikan bantuan sebuah mobil ambulans untuk tiap Desa, sejatinya untuk pelayanan masyarakat agar Desa memberikan pelayanan terbaik untuk warga yang sedang sakit.

“Sesuai visi misi saya bersama Bupati, Thoriqul Haq, maka saya akan terus melakukan upaya perbaikan pelayanan yang terbaik melalui reformasi birokrasi,” jelas bunda Indah, mengaku program itu pernah mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan RI.

Namun yang lebih parah lagi, tahun 2014 lalu, jelang Idul Adha pencurian hewan ternak kambing dan hewan sapi, pasti kian marak. Terbukti juga, kasus pencurian sapi terjadi di Kabupaten Lumajang, sungguh sangat ngawur.

Mantan Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH, mimpin Tim Cobra menangkap pelaku maling hewan di daerah Ranuyoso dan Klakah./indonesiapost.co

Mobil ambulans Desa yang biasa digunakan untuk membawa pasien sakit, malah mobil ambulans dipakai oleh para pencuri, untuk mengangkut sapi limosin, hasil curiannya. “TERLALU”

“Empat orang sudah ditangkap mereka sekarang sudah dinasjkan sel tahanan diperiksa,” ujar Brigadir Syarif, petugas Polres Lumajang kepada Wartawan, Rabu (1/10/2014), saat itu.

Empat tersangka pencurian tersebut adalah Reza Herlambang (26), Buari (45) dan Samad (50) mereka bertiga adalah warga Dusun Jatiagung, Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir, Lumajang. Sedangkan seorang pelaku lagi adalah Rokip (35) warga Dusun Bulutungkur, Desa/Kecamatan Ranuyoso.

Informasi yang didapat, aksi pencurian sapi ini dimulai ketika tersangka, Rokip, meminjam ambulans milik Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Kepada Kepala desa, Rokip, beralasan bahwa ambulans tersebut akan digunakan untuk mengantarkan saudaranya yang sakit. Ternyata, mobil ambulans itu, dipakai ngangkut hewan sapi Lemusin, hasil curian.(ind/med)