Uang Ganti Untung Jalan Tol Paspro Seksi IV (Leces-Banyuanyar-Gending), Dipastikan Cair Pebruari 2020.

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Proyek pembangunan jalan tol Trans-Jawa Paspro seksi IV (Kec Leces-Kec Banyuanyar dan Kec Gending) sudah bisa dipastikan uang ganti untung bakal cair bulan Pebruari 2020 mendatang.

Pasalnya, selama 15 hari sejak tanggal 4/11/19 hingga tangal (16/11/19) kemarin, tim gabungan dari petugas PPK (Pejabat Pembuat Kometmen), BPN (Badan Pertanahan Nasional), Dinas Perkim dan staf Dinas Pertanian Kab Probolinggo, secara marathon dikebut melaksanakan tugas kelengkapan administrasi kepemilikan tanah, pendataan tanaman dan rumah yang kena jalan tol tersebut.

Petugas PPK, dan Staf BPN Pemkab Probolinggo telah mencocokan banyaknya tanaman yang sawahnya terkena jalan tol Desa Liprak Kulon./indonesiapost.co

Setelah usai di dua Desa yakni Desa Banyuanyar tengah dan Desa Liprak kulon, didata tanaman dan rumah yang kena tol itu, kini Tim gabungan selanjutnya mengundang para calon terdampak.

Tepatnya hari Senin (18/11/19) kemarin, Tim yang ditunjuk PT Waskita, mengundang calon terdampak dibalai Desa Banyuanyar Tengah, dan hari ini Selasa (19/11/19) calon terdampak jalan Tol juga di undang ke balai Desa Liprak kulon, Kecamatan Banyuanyar.

“Rapat ini, hanya untuk mencocokkan hasil pendataan yang dilakukan petugas, apakah benar atau sesuai dengan jumlah tanaman pemilik yang sawahnya kena jalan tol. Setelah cocok sesuai dengan fakta, lalu hasil pendataan ini dikirim ke BPN dan BPN melimpahkan ke pusat.”terang petugas PPK, Joko Slamet, dengan nada santun saat dimintai komentarnya.

Begitu sampai kekantor Pusat, maka data itu dikaji dan menunjuk petugas profesional dibidang ahlinya soal menentukan harga ganti untung bagi tanah sawah yang kena jalan itu.

“Yang penting, uang ganti untung jalan tol positip cair. Jadi kita sabar menunggu.”tuturnya.

Seperti diberitakan media online Indonesiapost.co – Hari Senin (4/11/2019) lalu sebanyak 8 petugas PPK (Pejabat Pembuat Kometmen), 2 petugas Dinas Pertanian dan 2 Dinas Perkim (Perumahan, Kawasan Permukiman & Pertanahan) Kabupaten Probolinggo, melakukan pendataan rumah dan mendata tanaman di sawah milik calon terdampak, di Desa Banyuanyar Tengah, dan para calon terdampak Desa Liprak kulon, Kecamatan Banyuanyar .

“Pendataan ini bisa dilakukan di setiap Desa, dan bisa memakan waktu sekitar dua minggu, sudah selesai.”jelas Joko Slamet, saat ditemui dilokasi pendataan rumah di Desa Banyuanyar tengah, Senin siang (4/11/19).

Para calon terdampak sedang antrean pengecekan data tanaman bersama petugas PPK dan petugas BPN Kab Probolinggo./hm saudi hasyim jahur

Lebih jauh dikatakan, Joko, sapaan akrabnya, setelah pendataan rumah dan tanaman sawah milik calon terdampak sudah selesai, maka hasilnya dikirim ke BPN. Kemudian petugas BPN bersama PPK mengumumkan hasil pendataan tersebut pada calon terdampak.
Setelah dianggap benar hasil pendataan tersebut, barulah BPN menyerahkan data yang valid pada PT Waskita pusat.

Selanjutnya, petugas Waskita pusat memberikan penilaian soal harga dalam per meternya sawah, harga ganti rugi rumah, dan harga tanaman.

“InsyaAllah pasti uang ganti untung, bisa cair bulan Pebruari 2020,” ujar Joko, dengan ciri khas senyuman manisnya.

“Yang punya kewenangan untuk membayar uang ganti untung itu dari Waskita pusat. Jadi tunggulah dan untuk sabar menunggu bagi calon terdampak,”pungkasnya.(bas/ind)