Tuntutan Terdampak Jalan Tol Mendapat Dukungan Anggota DPRD Kab Probolinggo.

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Dukungan dari segala kalangan terus mengalir termasuk dua anggota Dewan, Slamet Riadi, fraksi P3 dan H Suhud, Fraksi PDIP, DPRD Kabupaten Probolinggo, pasca tuntutan calon terdampak jalan tol Paspro Seksi IV, yang mengadu ke Presiden, H Jokowi, tentang lambatnya pencarian uang ganti untung jalan tol Paspro seksi IV, yang melewati Kecamatan Leces, Kec Banyuanyar, dan Kecamatan Gending, Kab Probolinggo, hari Senin (6/5/19) lalu.

Kedua wakil rakyat, Slamet, warga Desa Liprak kulon, Kec Banyuanyar dan H Suhud, warga Desa Bago, Kecamatan Besuk, dengan serius memberikan dukungan moral pada calon terdampak yang mengadu ke Presiden, dengan harapan agar PT Waskita sebagai pengelolah proyek jalan tol segera mencairkan uang ganti untung bagi ratusan terdampak.

“Kedua institusi (BPN & Dinas Pertanian, red) ini perlu dipertemukan dan duduk semeja, biar tidak saling lempar, agar permasalahan cepat selesai,” tulis Slamet, anggota DPRD, melalui WA pada calon terdampak jalan tol dan berjanji siap mengundang BPN, Dinas Pertanian dan Dinas PKPP, ke kantor DPRD Kab Probolinggo, bila para terdampak mengirim surat pengaduan ke kantornya.

Wakil Ketua DPRD Kab Prob, H Suhud SH, Anggota DPRD, Slamet Riadi, Fraksi PPP, Kepala Bappeda, Drs H Tutuq Edy Utomo MM, dan Ketua Lsm Permasa, HM Saudi Hasyim Jahur, calon Terdampak Jalan Tol Paspro Seksi IV./ndonesiapost.co

Begitu juga, dukungan positip dari wakil Ketua DPRD, H Suhud, mengirim sms melalui WA yang intinya, mendoakan uang ganti untung jalan tol Paspro seksi IV segera cair.

“Semoga cepat terealisasi..ganti untung nya..tapi harus sabar menunggu dan jangan kirim surat lagi ke presiden, kasihan petugasnya takut kena sanksi.” tulis H Suhud, kepada para terdampak, Senin malam (6/5/19) kemarin.

Selain dukungan dari anggota Dewan tersebut, kini sudah menjadi perhatian penting bagi BPN (Badan Pertanahan Negara), Dinas KP & Pertanian dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman & Pertanahan (PKPP) Kab Probolinggo, untuk lebih kompak dalam penugasan sebagai Tim Satgas Jalan Tol itu.

Menurut Agus Mahendra, Kepala BPN Kab Probolinggo, mengaku mengalah dan hari ini (Rabu,red) telah menyuruh stafnya, Djoko Mulyono, ketua Tim Satgas B dari BPN, mendatangi Dinas Pertanian dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman & Pertanahan, untuk meminta nama-nama yang ditunjuk sebagai anggota Tim Satgas dari masing-masing Kepala Dinas.

“Tadi pagi (Selasa, 7/5/19), saya tlp bapak Nanang, Kepala Dinas Pertanian, dan Kadis PKPP, untuk meminta nama stafnya yang akan ditunjuk sbg anggota Tim Satgas. Dan bila sudah ada surat penugasan dari bapak Kadis, maka ketua Tim Satgas B, bisa mengajak ke lokasi tanah sawah untuk mendata jumlah tanaman dan rumah-rumah terdampak yang terkena jalan tol,” tutur Agus, mengaku tidak main-main mengerjakan proses mega proyek jalan tol Paspro tersebut.

Peta jalan Tol Paspro (Pasuruan-Probolinggo) terlihat sangat indah bila dipandang mata./indonesiapost.co

Secara terpisah, Plt Kadis Kominfo, H Tutuq Edy Utomo, Kepala Bappeda Kab Probolinggo, juga bagian dari Tim Satgas jalan Tol Paspro, menyatakan, kekompakan dalam melaksanakan tugas, khususnya penanganan proyek jalan tol sangatlah diperlukan.

Apalagi, kata H Tutuq, Bappeda sebagai lembaga teknis daerah dibidang penelitian dan perencanaan pembangunan daerah ini, mempunyai tanggung jawab, turut serta mendukung suksesnya mega proyek jalan tol Trans Jawa, adalah suatu karya besar Presiden RI, H Jokowi.

“Segera saya koordinasikan dengan pihak terkait, intinya Pemda senantiasa mendukung kelancaran Proyek Strategis Nasional Jalan Tol dari Pemerintah Pusat ini.”ujar H Tutuq, saat dimintai komentarnya hari Rabu (8/5/19).

Ketua LSM Permasa, HM Saud, sebagai terdampak jalan tol Paspro seksi IV, kaget dan heran mendengar kalau Tim Satgas B dari BPN, masih akan mendatangi dua Kepala Dinas yaitu Dinas Pertanian dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman & Pertanahan Kab Probolinggo.

Padahal, antara PT Waskita, PPK sebagai pengelolah, Perwakilan Gubernur Jatim, BPN Provinsi Jatim, Kepala BPN Kab Probolinggo, Camat dan beberapa Kepala Desa, melakukan rapat atau pertemuan bersama para terdampak dilaksanakan pada tanggal 5 April 2018 lalu, dan sudah 3 kali pertemuan, baru sekarang kedua Dinas ikut dalam penugasan dalam pendataan tanaman dan rumah yang terkena jalan tol.

Secara tidak langsung, komunikasi BPN dan kedua Dinas yang dipercaya sebagai Tim Satgas jalan Tol paspro seksi IV, kurang proaktif terkesan saling tuding.

“Semoga dengan pengaduan ini, membawa hikmah. Dan berharap beberapa hari ini, Tim Satgas B bersama anggota Tim dari kedua Dinas, sudah mulai bekerja lebih keras lagi, sehingga harapan bapak Presiden H Jokowi, bahwa jalan tol Trans Jawa (Banten-Banyuwagi) sudah rampung tahun 2021.”kata H Saud, berharap uang ganti untung cepat cair bila didukung kerja keras Tim Satgas jalan tol tersebut.(udin/ind)