Tahun 2015 Canangkan 100.000 Penyalahguna Narkoba Direhabilitasi. Kini Dapat Respon Menkumham RI

JAKARTA,Indonesiapost.co –
Mantan petinggi BNN, Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, kini Ketua umum GPAN (Gerakan Peduli Anti Narkoba), terus menerus mengkampanyekan bagi penyalahguna ataupun penguna narkoba, harus di Rehabilitasi dan bukan di hukum dipenjara.

Dan saat masih menjabat sebagai Direktur Peran Serta Masyarakat BNN di tahun 2015 lalu, Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, pernah melakukan suatu kegiatan Akbar Deklarasikan 100.000 penyalahguna dan pemakai narkoba untuk direhabilitasi, yg dilaksanakan tanggal 31 Januari 2015, di lapangan Tri Brata Mabes Polri.

Bahkan deklarasi tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah hingga kegiatan itu dihadiri Ketua DPR RI, Marzuki Ali, Ketua DPD RI, Irman Gusman, Kapolri Jenderal Pol Drs Sutarman, Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar, Menkopolhukam, Laksamana TNI Edhi Tedjo, Menkumham RI, Yasona Laoly, Mentri Kesehatan, Dr Nila Moeluk, Mensos Khofifah Indar Parawansa, dan Mendikbud, Anies Baswedan, yang saat itu turut hadir.

“Saya bisa merasakan terhadap penyalahguna atau pemakai narkoba, adalah sakit. Jadi pemakai tidak harus dihukum, tapi disembuhkan dngan cara Rehabilitasi. Dalam hal ini, sesuai aturan dan Undang Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,”aku Siswandi, Senin (9/12/19) dikantornya, namun dukungan dari Pemerintah itu hanya sebatas wacana saja tidak ada langkah konkrit.

Brigjen Pol (P) Drs Siswandi Bersama HM Saudi Hasyim Jahur, Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu) saat acara seminar berantas Narkoba tahun 2009 lalu di gedung Islamic Center, Kota Kraksaan, Kab Probolinggo./indonesiapost.co

Dan setelah memperjuangkan selama hampir 5 tahun, dan diakhir tahun 2019 ini, perjuangan Siswandi, mantan Kasat Reskrim Polres Probolinggo tahun 1995 lalu, tidak sia-sia karena Menkumham RI, Yasona Laoly, membuat keputusan tentang terpidana penyalahguna narkoba bakal di Rehabilitasi.

Tidak tanggung-tanggung yang akan direhabilitasi narapidana pengguna narkoba sebanyak 21.540, warga binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berada di 49 Lembaga Pemasyarakatan (lapas), pada tahun 2020 mendatang.

“Langkah nyata masalah rehabilitasi dari Menkumham ini, pastinya atas petunjuk Presiden H Jokowi. Dan bilamana langkah ini, terus menerus rehabilitasi dilakukan, maka saya yakin para penyalahguna atau pemakai sabu-sabu, bisa sembuh karena pemakai disembuhkan dengan cara di rehabilitasi medis,”terang Siswandi, masih berharap pada Presiden H Jokowi, untuk segera memerintahkan Jaksa Agung, segera mengeksekusi 90 terpidana mati.

Diakuinya, kini masih banyak pertanyaan dari masyarakat, kenapa Pemerintah sangat Lambat merespon soal eksekusi mati bagi terpidana hukuman mati ?

Menurut Siswandi, tidak ada bahasa, kata terlambat untuk memberantas narkoba di Indonesia ini. Bagi semua komponen masyarakat, khususnya Ormas Penggiat Anti Narkoba, perlu bersyukur bahwa Pemerintah telah meresponnya.

“Pelaksanaan eksekusi mati, semoga bukan wacana saja tapi ada langkah nyata. Saya masih yakin, suatu saat bapak Presiden Jokowi, memerintahkan Jaksa Agung untuk segera mengeksekusi terpidana hukuman mati tersebut.”harap Siswandi, masih yakin bakal ada gebrakan dari Pemerintah untuk mengeksekusi para terpidana hukuman mati tersebut.(sis/ind)