Setahun Menunggu, Para Terdampak Jalan Tol Paspro Seksi IV, Bakal Terima Uang Cair Pebruari 2020

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Para terdampak jalan tol Paspro seksi IV (Kecamatan Leces – Kec Banyuanyar, Kec Gending dan Maron), kini mulai senang dan gembira setelah satu tahun lebih, para calon terdampak jalan tol menunggu kepastian cairnya uang ganti untung dari PT Waskita, dan kini terjawab sudah bahwa uang ganti untung jalan tol, bakal cair bulan Pebruari 2020 mendatang atau 3 bulan lagi, uang tersebut bakal cair.

Petugas PPK, Joko, dan Zamroni, Kades Banyuanyar tengah, bersama petugas Dinas Peranian dan Dinas Perkim Kab Probolinggo./indonesiapost.co

Hal ini dibuktikan, hari Senin (4/11/2019) sebanyak 8 petugas PPK (Pejabat Pembuat Kometmen), 2 petugas Dinas Pertanian dan 2 Dinas Perkim (Perumahan, Kawasan Permukiman & Pertanahan) Kabupaten Probolinggo, melakukan pendataan rumah dan mendata tanaman di sawah milik calon terdampak, di Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar.

Menurut petugas PPK, Joko, menyatakan, hari Senin (4/11/19) ini melakukan pendataan rumah dan pendataan tanaman di Desa Banyuanyar tengah, karena calon terdampak jalan tol Desa Banyuanyar tengah, dianggap paling lengkap data administrasi kepemilikan tanahnya, sesuai laporan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab Probolinggo.

“Pendataan ini bisa dilakukan di setiap Desa, bisa memakan waktu sekitar dua minggu, sudah selesai.”jelas Joko, saat ditemui dilokasi pendataan rumah di Desa Banyuanyar tengah, Senin siang (4/11/19).

Lebih jauh dikatakan, Joko, setelah pendataan rumah dan tanaman sawah milik calon terdampak sudah selesai, maka hasilnya dikirim ke BPN. Kemudian BPN mengumumkan hasil pendataan tersebut pada calon terdampak.
Setelah dianggap benar hasil pendataan tersebut, barulah BPN menyerahkan data yang valid pada PPK.

Selanjutnya, PPK memberikan penilaian soal harga dalam per meternya sawah, harga ganti rugi rumah, dan harga tanaman.

“Kalau dihitung dari bulan November 2019 ini, bisa jadi uang ganti untung dicairkan bulan Pebruari 2020,”ujar Joko, meraba-raba.

“Yang punya kewenangan untuk membayar uang ganti untung itu dari Waskita pusat. Jadi tunggulah dan untuk sabar menunggu bagi calon terdampak,”jelas Joko, dengan nada santunnya.

Presiden H Jokowi dan mantan Wakil Presiden, H Yusup Kala. Ketua Lsm Permasa, H Saudi Hasyim Jahur, calon terdampak jalan tol Paspro seksi IV (Kec Leces, Kec Banyuanyar, Kec Gending, dan Kec Maron) saat rapat di kantor Desa Banyuanyar tengah bulan April 2018 lalu./indonesiapost co

Seperti diberitakan media online Indonesiapost.co pada awal bulan April 2018 lalu, bahwa jalan tol Paspro seksi IV bakal dikerjakan akhir tahun 2018. Bahkan ganti untung untuk calon terdampak, dicairkan sekitar bulan November 2018.

Setelah sampai bulan November 2018, pembayaran gagal dan pada bulan sebelas itu rapat lagi bersama petugas PPK, BPN, dan Muspika Banyuanyar, serta berjanji uang ganti untung jalan tol bakal cair bulan Januari 2019. Nyatanya gagal lagi.

“Pembicaranya saat itu almarhum pak Agus PPK dan menyatakan bahwa, bilamana petugas sudah mengukur luas sawah terdampak dan pendataan administrasi kepemilikan tanah, pendataan rumah dan tanaman, InsyaAllah, bulan April 2019 uang ganti untung bakal Cair. Tapi nyatanya, gagal lagi. Sehingga saya sempat kecewa,”tutur H Saudi Hasyim Jahur, calon terdampak yang sawahnya berlokasi di Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar.

Karena kekecewaannya itu tidak ada respon oleh PT Waskita, membuat calon terdampak, H Saudi, yang kebetulan juga dipercaya menjadi ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu), akhirnya mengadukan kasus tersebut ke Presiden H Jokowi.

Pengaduan yang berbentuk surat itu, dikirim ke Istana Negara pada hari Senin (6/5/2019) lalu, dengan tembusan Menteri PUPR, Menteri BUMN, President Director PT Waskita, Gubernur Jatim, Bupati Probolinggo, BPN Kab Probolinggo, Camat Banyuanyar dan Camat Gending, dengan melalui kantor pos secara kilat khusus.

“Semoga dengan pendataan rumah dan tanaman di sawah milik calon terdampak, yang dilakukannya hari Senin ini, merupakan pendataan yang terakhir, dan bulan Pebruari 2020 mendatang benar-benar meyakinkan untuk cair uang ganti untung itu. Semoga tidak ditunda lagi,”harap H Saudi, berjanji kalau bulan Pebruari 2020 gagal lagi, bisa jadi calon terdampak yang sudah sering dikibulin, bisa jadi melakukan Demo atas seringnya ingkar janji tersebut.

Menanggapi hal ini, Kades Banyuanyar Tengah, Zamroni, berterima kasih pada petugas PPK, BPN, Dinas Pertanian dan Dinas Perkim Kabupaten Probolinggo.

Pasalnya, menjadi Kepala Desa sebagai ujung tombak terdepan untuk menjadi pertanyaan dari warganya khusus calon terdampak jalan tol.

“Semoga, tidak meleset lagi dan bulan Pebruari 2020 mendatang, menjadi klir dan uang ganti untung itu cair,”kata Zamroni, saat berada dilokasi pendataan runah terdampak bersama petugas PPK, Dinas Pertanian dan Dinas Perkim Kab Probolinggo.(lif/ind).