Sekda, H Soeparwiyono: ” Car Free Day Untuk Kembangkan UKM di Kota Kraksaan.

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co- Untuk ketiga kalinya di tahun 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kembali menggelar Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor, di sepanjang Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Diponegoro di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Minggu (3/11/2019) pagi.

Di sepanjang jalan tersebut berjejer ratusan produk UKM dan IKM yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo, khususnya Kota Kraksaan.

Kali ini, even yang dilakukan untuk mengembangkan potensi UKM di Kabupaten Probolinggo ini digawangi oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, bersama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Taman Kakak-kanak Indonesia (IGTKI) dan Himpaudi Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini mengambil tema “Guru Kompeten, Siswa Unggul”.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, H. Soeparwiyono, menyerahkan hadiah pada peserta yang meraih juara./indonesiapost.co

Dalam car free day tersebut, disediakan empat buah panggung di sepanjang Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Diponegoro di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan. Panggung pertama terletak di depan SMPN 1 Kraksaan, depan Kantor Kelurahan Sidomukti, pertigaan Klojen dan depan Warung Lumayan Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan.

Meriahnya lagi, selain dihadiri ratusan pengujung, juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, H. Soeparwiyono didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Secara bersama-sama, kegiatan itu diawali dengan senam Zumba bersama-sama dan dimeriahkan dengan beragam penampilan pentas seni dan budaya oleh para siswa/siswi dan pelaku pendidikan yang ada di Kabupaten Probolinggo. Serta kegiatan lomba mewarnai, edukasi dan lain sebagainya oleh Himpaudi Kabupaten Probolinggo.

Saat itu, Sekretaris Daerah (Sekda), H Soeparwiyono, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko dan Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina, menyerahkan bantuan buku dan alat tulis kepada Kepala SMP Terbuka Krucil dan SDN Tamansari serta penghargaan kepada tari tradisional dari SMPN 1 Sumberasih, penyanyi solo dari SMPN 1 Kraksaan dan musik tradisional dari SMP HATI BBS Kraksaan.

Menurut, H Soeparwiyono, mengatakan kegiatan car free day ini dilakukan dengan tujuan dalam rangka mengembangkan UKM yang ada di Kota Kraksaan dan sekitarnya. Dimana jalan ditutup sementara dan para UKM bisa memamerkan produknya sehingga bisa menarik masyarakat untuk membelinya.

“Insya Allah kegiatan car free day yang ketiga ini lebih semarak dari sebelumnya. Mudah-mudahan tinggal satu lagi nanti bisa tambah semarak dan mampu menggeliatkan UKM yang ada di Kabupaten Probolinggo, khususnya di Kota Kraksaan,” kata H Soeparwiyono, yang dikenal akrab dengan bawahannya.

Lebih jauh dijelaskan, Sekda Soeparwiyono, bhw kegiatan Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan bermotor dimaksudkan sebagai upaya mengurangi polusi udara, khususnya akibat penggunaan kendaraan bermotor sehingga kualitas udara dapat meningkat sehat. Ini merupakan dampak positif dari penutupan beberapa ruas jala di Kota Kraksaan selama berlangsungnya kegiatan.

“Secara berkala pada hari Minggu, Pemkab Probolinggo melalui hari bebas kendaraan bermotor memfasilitasi tumbuhnya aneka potensi, kreatifitas dan inovasi masyarakat di bidang seni, budaya, olahraga dan kegiatan sosial. Mengingat keberlangsungan kegiatan ini bergantung juga pada partisipasi aktif masyarakat dari berbagai kalangan, saya menghimbau dunia usaha dan masyarakat aktif mencermati dan menangkap peluang untuk menumbuhkan potensi ekonomi kreatif dari kegiatan ini,” tambahnya.

Sekda H Soeparwiyono, meminta kepada jajaran organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Probolinggo agar terus mendorong terciptanya efek ikutan yang sehat dan dinamis sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Deteksi dini juga perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti ketidakteraturan pedagang kaki lima, tindak kriminalitas, masalah kebersihan lingkungan dan sebagainya. Dengan demikian dampak negatif bisa diantisipasi secara dini dan segera dapat dicarikan solusinya.

“Car Free Day hari ini dilakukan untuk mengulang kesuksesan dua even sebelumnya. Demi ikut memelihara kebersihan udara dari polusi, Pemerintah Kabupaten Probolinggo istiqomah menyelenggarakan acara yang juga melibatkan masyarakat luas ini. Sambil berolahraga menikmati udara yang masih bersih, jalinan silaturahim juga dapat terus terjaga,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Hj Dewi Korina mengungkapkan kegiatan car free day yang mengambil tema “Guru Kompeten, Siswa Unggul” ini dilakukan sekaligus untuk memperingati Hari Guru Nasional sebagai bentuk apresiasi dan mengingatkan kepada para guru untuk meningkatkan kompetensi dirinya karena tantangan ke depan semakin berat.

“Pesan yang ingin kami sampaikan, tadi kami melibatkan beberapa remaja untuk mensosialisasikan tentang pentingnya pendidikan dan meminta masyarakat ikut mensupport anak-anaknya untuk sekolah minimal 12 tahun serta mendorong anak-anak yang sudah drop out untuk kembali ke sekolah. Harapannya partisipasi sekolah bisa meningkat dan mutu pendidikan bisa semakin baik,” ungkapnya. (Inf/ind)