Saudi Minta Pimpinan Dewan Komisi VIII DPR RI, Usulkan ke Presiden, Bahwa Mentri Agama, Fachrul Razi, Harus Diganti

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Setelah mendengar dan melihat di siaran TV swasta, bahwa pimpinan Dewan Komisi VIII DPR RI, menegur Mentri Agama, Fachrul Razi, karena mengeluarkan pernyataan anak good looking, pintar bahasa Arab dan hafal Al-Quran, merupakan sumber radikalisme di Indonesia.

Dan pernyataan, Fachrul Razi, sering kontroversial dan cenderung membuat gaduh di publik, menjadikan umat Islam juga turut kecewa berat, terhadap pernyataan Mentri Agama tersebut.

Kekecewaan ini juga disampaikan, H Saudi Hasyim Jahur, Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu) Probolinggo, Jatim.

Foto, Ketua Komisi VIII, H Yandri Susanto, Menag Fachrul Razi, Ketua LSM Permasa, H Saudi Hasyim Jahur dan Komisi VIII DPR RI, H Ali Taher, Fraksi PAN./Indonesiapost.co

“Saya turut kecewa berat atas komentar pak Fachrul Razi. Saya berharap, anggota Dewan Komisi VIII, mengusulkan pada Ketua DPR RI, untuk meminta pada Presiden Jokowi, agar Mentri Agama, Fachrul Razi, diganti dengan orang yang profesional dan mempunyai keahlian dibidang agama,” pinta Saudi, sapaan akrabnya, Rabu (9/9/2020) dikantornya.

Lebih jauh dikatakan, Saudi, seorang Mentri agama seharusnya penyejuk Umat beragama dan bukan memojokkan umat Islam, khususnya bagi kalangan hafid dan pengurus masjid, yang diduga gampang disusupi radikalisme. Ini tuduhan yang berlebihan dan terlalu.

“Buat anggota Dewan yang terhormat. Jangan bisanya, marah-marah saja, tapi sebagai wakil rakyat harus bertindak tegas, untuk mengusulkan ke Presiden Jokowi, agar Mentri Agama harus diganti,” harap Saudi, bangga punya wakil rakyat yang tegas dan adil.

Seperti diberitakan diberbagai media, Ketua Komisi VIII DPR RI, H Yandri Susanto, mengatakan bahwa Parlemen tidak sependapat dengan komentar Menag dan meminta Fachrul Razi, tidak lagi menyampaikan pernyataan kontroversial dan kontraproduktif.

“Kami meminta Pak Menteri Agama untuk tidak melakukan atau menyampaikan pernyataan-pernyataan yang kontroversial atau justru tidak produktif dan cenderung membuat gaduh di publik,” katanya saat konferensi pers, Selasa (8/9/2020).

Begitu juga, salah satu anggota Komisi VIII, H Ali Taher, dari Fraksi PAN, mengecam dan menilai Menteri Agama Fachrul Razi, lebih cocok menjadi Menteri Pertahanan atau Menko Polhukam.

“Tanpa ingin mengecilkan Kementerian Agama, tetapi kita bicara soal check and balances. Maka saya hanya ingin bicara, Bapak ini cocoknya jadi Menteri Pertahanan, keamanan, menjadi Menko Polhukam ketimbang Menteri Agama,” kata H Ali dalam rapat Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

H Ali Taher mengatakan, pernyataan Fachrul, terkait radikalisme tersebut tidak menggambarkan kepemimpinan Kementerian Agama, dalam menjalankan fungsi agama dan pendidikan.

“Ini kedua kali bicara radikalisme. Pak Menteri Agama gagal paham mengenai fungsi-fungsi agama dan fungsi pendidikan di Kemenag, republik kita yang tercinta ini,” kesalnya.

Disela-sela rapat antara Komisi VIII dan Kementerian Agama, Selasa siang itu, disepakati bahwa Menag akan memperbaiki pola komunikasi kepada publik terlebih komentar yang tidak produktif.(**/ind)