Profesor Asal Jerman Buatkan Rumah Warga Probolinggo

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Benar kata Bung Karno, panggilan akrab Presiden RI pertama, bahwa kita harus ingat Jasmerah, artinya “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah” yang disingkat Jasmerah itulah semboyan yang sering diucapkan oleh Presiden pertama, Ir H Soekarno, dalam setiap pidatonya.

Dan pidato Bung Karno itulah, ditiru oleh seorang Profesor Madfred (78) warga asal negara Jerman, bahwa karena merasa 4 tahun ditemani dalam melaksanakan tugas yang pekerjaannya sebagai peniliti sejarah, khususnya sejarah Indonesia, menjadikan Prof Madfred, memberikan hadiah rumah pada anak buahnya, Mifbahul Kafah, di kaki Gunung Jambaran, Desa Pakuniran, Kec Pakuniran, Kabupaten Probolinggo.

Menariknya, Profesor Madfred, yang sudah menjelajahi 82 Negara di dunia yang pernah disinggahi, seperti Inggris, Perancis, Belanda, Amerika, China, Papua, Australia dan lain-lain, ternyata Prof Madfred, mantan Dosen di perguruan tinggi di negara Jerman itu, sangat kerasan berada di Indonesia.

Mantan Dosen, Prof Madfred, warga asal Kota Fulda, Jerman, sedang asyik duduk manis melihat tanaman Bonsai yang dipeliharanya. Sedangkan Mifbahul Kafah, lagi asyik merawat tanaman bunga bonsainya dan sambil menyambut tamunya dirumah yang baru./hm saud.

Dan kini, Prof Madfred, sementara menempati rumah yang sudah diberikan kepada, Mifbahul Kafah, di kaki Gunung Jambaran Desa Pakuniran, Kabupaten Probolinggo.

“Kebetulan hobynya Prof Madfred, senang hidup berpetualangan, sehingga merasa sangat cocok hidup di pedesaan.”

“Dan saya kenal dengan bos, Mr Madfred, saat saya bekerja di kota Denpasar Bali. Selama 4 tahun mengabdi pada juragan bule itu, lalu saya ajak ke kerumah di Probolinggo. Ternyata, Bos Madfred, sangat krasan hidup di kaki gunung Jambaran ini. Takjubnya lagi, Bos Madfred, bersedia membangun rumah di pekarangan milik saya sendiri,”tutur Mifbahul, mengaku Prof Madfred, ingin mati di Indonesia karena merasa rakyat Indonesia dikenal sangat ramah tamah dan sangat tinggi toleransi hingga menjadikan hidup penuh dengan ketentraman.

Lebih jauh dikatakan, Mifbahul, selama 4 tahun berada di Indonesia, Prof Madfred, bersama Mifbahul Kafah, sudah menjelajahi Kota di berbagai Provinsi se Indonesia.

“Karena bidangnya sebagai peneliti sejarah, bos Madfred, sering berpindah-pindah antar Kota mendatangi tempat-tempat sejarah di Indonesia seperti ke makam Bung karno, ke makam pahlawan di Jogja, ke Aceh, ke Sulawesi, Ambon, NTT dan Papua.”terang Mifbahul, sambil menjelaskan bosnya Prof Madfred, sudah seminggu lalu masih pulang ke Negaranya di Jerman.

“InsyaAllah, tidak lama lagi Mr Madfred, kembali lagi ke Indonesia karena masih ingin terus melakukan penelitian tentang berbagai sejarah yang ada di Indonesia.”kata Mifbahul, mengaku kesehariannya merawat bunga bonsai.(gaf/ind).