PPK Bantah Proyek Tol Probowangi Gagal, Patok Batas Jalan Tol Desa Sentong Dicabuti Warga

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Proyek pembangunan jalan tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) yang akan ditargetkan tahun 2022 bakal sudah selesai digarap, hingga kini belum ada sosialisasi dengan para calon terdampak khususnya sawah kena jalan tol dikawasan Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

Menurut Kepala Desa Sentong, H Rekso, yang juga sebagai Ketua Apdesi Tingkat I Jatim, menerangkan bahwa sebagian wilayah Desa Sentong turut terkena proyek Nasional tol Trans Jawa, dengan sebutan proyek jalan tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi).

H Rekso, Kepala Desa Sentong dan Patok warna kuning yang bakal terkena proyek jalan tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi)./indonesiapost.co

Bahkan petugas PPK (pejabat Pembuat Kometmen), BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kab Probolinggo dan petugas terkait sudah melakukan proses pengukuran dan memasang patok batas jalan tol disebelah selatan kantor Desa Sentong.

“Lokasi jalan tol yang memanjang kearah timur jurusan Gending-Paiton, melewati Desa Sentong, sekitar 70 meter selatannya kantor Desa.”jelas H Rekso, melalui ponselnya, Rabu (4/11/19).

Sejak pemasangan patok batas jalan tol tersebut, hingga kini belum ada perkembangan kapan pelepasan dan ganti untung akan dicairkan.

Akibat terlalu lama dalam penanganan jalan tol Probowangi, menjadikan para calon terdampak (warga yang sawahnya kena jalan tol), membuat kecewa hingga patok batas jalan tol berwarna kuning itu, sebagian patoknya dicabuti.

Namun siapa yang mencabut patok batas jalan tol itu, belum diketahui pelakunya.

“Informasi dari pamong Desa, hanya sebagian saja yang diketahui patoknya hilang. Dan masih banyak yang tidak hilang patoknya.”aku Kades Sentong, H Rekso, berharap aparat yang punya kewenangan proyek jalan tol segera melakukan sosialisasi tentang kepastian proyek Nasional ini.

Pejabat Pembuat Kometmen (PPK) Jalan tol Papro seksi IV, Supriyadi, membantah bila ada isu proyek Nasional pembangunan jalan tol Probowangi bakal gagal.

Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) yang merupakan bagian dari proyek nasional Tol Trans Jawa masih dalam proses ditingkat pusat.

“Proyek jalan tol Probowangi terus berlanjut, kini masih proses pengukuran baru selesai. Dan sekarang hasil pengukuran masih dibuat gambar oleh BPN.”kata Supriyadi, melalui WA ponselnya.

Seperti dilansir Detik.com, bahwa pembangunan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi), Jasa Marga melakukan kerja sama dengan pihak China Communication Construction Indonesia (CCCI) di Indonesia. Kedua belah pihak akan melakukan patungan untuk dana pembangunan jalan tol.

Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal, menyatakan, kerja sama tersebut masih berjalan, kini menurutnya pihak China sedang melakukan due dilligence alias studi banding. Hal itu dilakukan untuk menentukan berapa banyak investasi yang akan dikeluarkan CCCI.

“Sekarang mereka lagi due diligences, baru mulai minggu lalu. Jadi kami masih nunggu proposal mereka, mereka mau kasih berapa belum ada angkanya,” ujar Donny di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Pejabat Pembuat Kometmen (PPK) Jalan tol Papro seksi IV, Supriyadi, dan foto proyek jalan tol yang bakal digarap tahun 2022 sudah selesai./hm saudi hasyim jahur

Karena nantinya kedua belah pihak akan patungan modal, maka kepemilikan konsesi pun menjadi salah satu yang dipermasalahkan. Donny menegaskan, pihaknya akan tetap mempertahankan mayoritas kepemilikan tol Probowangi. “Kita open divestasi memang, tapi akan tetap hold majority 51%,” ucap Donny.

Sebelumnya, kerja sama pembiayaan proyek dilakukan Jasa Marga dengan CCCI lewat organisasi Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) yang berada di bawah koordinasi Kementerian PPN/Bappenas.

Nantinya akan ada Rp 23,3 triliun dana patungan dari CCCI dan Jasa Marga untuk membangun tol Probowangi.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), mendapatkan kredit sindikasi dana talangan tanah senilai Rp 2,52 triliun.

Pendanaan ini akan digunakan untuk pembebasan lahan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) sepanjang 172 km.
(ind/ton).