PKK Desa Bulang Maulid Nabi Hadirkan Ustadza Hj Ucik, Membuat Gemuruh Suara Tawa Ratusan Undangan

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co- Sekalipun bulan Rabiul Awal sudah usai dan kini berganti pada bulan Rabiul akhir, namun Umat Islam terus menerus melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tidak ada kata terlambat bagi, Ketua PKK Desa Bulang, Erna Yulis, istri Nurhasan, Kades Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, hari Rabu malam (11/12/19) melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bu Nyai Dra Hj Ucik Nurul Hidayati MPd, ustadza asal Pasuruan, setiap minggu siang ngisi pengajian di TV9, merupakan TV swasta milik NU Jatim./indonesiapost.co

Hebatnya, pengajian umum Maulid Nabi ini dihadiri ratusan warga Desa Bulang, dan menghadirkan penceramah atau da’i kondang, Dra Hj Ucik Nurul Hidayati MPd, asal Pasuruan dan Habib Mahdi asal Kota Kraksaan.

Bagi masyarakat Jawa Timur tidak asing lagi bagi ibunyai, Hj Ucik, sapaan akrabnya, yang biasa rutin tiap Minggu siang tampil di TV9, satu-satunya TV swasta milik NU (Nahdlatul Ulama) Jawa Timur, dan juga dikenal sebagai da’i kondang dengan suara merdunya, humoris, karena disela-sela tausyiahnya, Hj Ucik, selalu melantunkan lagu merdunya sambil bersholawat Nabi.

Hebatnya lagi, setiap ibu Nyai Hj Ucik, bersholawat Nabi langsung diikuti ratusan undangan, dan menjadikan situasi pengajian umum itu, gemuruh riang gembira hingga tak terasa 1 jam lebih, para undangan mendengarkan ceramah bu Nyai Hj Ucik, yang dikenal merdu suaranya dan humoris.

Setiap usai melantunkan sholawat Nabi, mantan juara Qori’ bu Nyai Hj Ucik, nyentil kisah istri Nabi Muhammad SAW, yang bernama Siti Aisyah, bahwa selalu berbakti dan taat pada suaminya, kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Lain ceritra dengan ibu-ibu di Desa Bulang, masih ada seorang istri sering ngomel ke suaminya. “Betul apa Betul bu”?kata Ning Hj Ucik. Dengan serempak, ibu-ibu yang mendengarkan ceramah itu, menjawab, “betul”.!!

“Tolong jadi istri jangan sering ngomel. Saya punya ceritra, bangsa Jin saja, takut sama ibu-ibu yang cerewet. Apalagi cerewet sama suami, pastinya si suami jengkel dipendam dalam hatinya.

Bu Nyai dra Hj Ucik Nurul Hidayati Mpd./indonesiapost co

Suatu kisah ada seorang istri sering ngomel ke suaminya. Walau sudah dibelikan kalung dan gelang emas oleh suami, si istri itu ngomel saja pada suaminya.

Saking jengkelnya, si istri itu dilempar ke sumur tua yang tidak terawat dekat rumahnya. Pikiran sang suami, biar kapok ngomelnya.

Setelah semalam si istri itu berada dalam sumur tua, tiba-tiba muncul Jin besar mendatangi sang suami.

Melihat datang Jin besar mendekati sang suami, kemudian si suami itu, bertanya pada Jin. “Kenapa kamu mau bunuh saya.”kata si suami pada Jin besar, dengan rasa ketakutan.

Bangsa Jin yang besar itu, bukannya mau membunuh si suami, tapi bangsa Jin itu malah mengaku takut pada suara prempuan yang berada di dalam sumur tua tersebut.

“Siapa yang mau bunuh kamu. Saya keluar dari dalam sumur itu, karena saya sumpek dan risih mendengar ocehan orang prempuan didalam sumur itu”.kata Jin yang besar itu.

Lalu si suami itu, sadar kalau watak istrinya ngomelan dan sulit mau berubah.

Selanjutnya, Hj Ucik, ngasih saran bagi para undangan khususnya kalangan Ibu. “Saya berceritra ini, hanya membayangkan bahwa bangsa Jin saja takut pada prempuan cerewet, apalagi si suaminya.”kata Hj Ucik, disambut gelak tawa ratusan undangan.

“Makanya, ibu-ibu disini jangan sering ngomel ke suami, jadi istri yang sabar menerima apa adanya kehidupan suami, agar hidup rukun dan damai,”pinta Hj Ucik, disambung dengan lagu lawas “Renungkanlah” ciptaan M Mashabi, dan diikuti para undangan turut menyanyi, sehingga suasananya menjadi gembira ria tidak ngantuk.

Diakhir tausyiahnya, Hj Ucik, mantan juara Qori’ Jawa Timur, mengajak umat Islam untuk selalu cinta pada RosulAllah, Nabi Muhammad SAW.

“Kalau mau cepat Umroh ziarah ke makam Nabi Muhamad SAW, baca sholawat Nabi 1 juta kali, dalam setahun.”kata Hj Ucik, disambut suara kompak undangan khususnya kalangan ibu-ibu. “tidak kuat Umi Ucik”.!!

Komandan Koramil Gending, Kapten Inf Edy Sutomo, pengenalan diri pada warga Desa Bulang, dan Kades Bulang, Nur Hasan (paling kanan,red) dan beberapa tokoh masyarakat./hm saudi hasyim jahur

Sementara, Kades Bulang, Nur Hasan, mengaku sangat senang kehadiran bu Nyai Hj Ucik ke Desa Bulang.

“Saking senengnya isi tausyiah bu nyai Hj Ucik, warga Desa Bulang akan mengundang lagi setiap ada kegiatan hari besar Islam,”tutur Nur Hasan, disela-sela penyerahan uang santunan 20 anak yatim dan puluhan janda.(san/ind).