PG Pajarakan Isu Ditidurkan, Pimpinan Dewan Probolinggo Temui Dirut PTPN XI Surabaya.

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Pabrik Gula (PG) Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, berlokasi 3 KM baratnya Kota Kraksaan, kini isunya bakal ditidurkan, terbukti pada masa giling (MG) tahun 2019 ini, pabrik gula tersebut sudah tidak berproduksi alias berhenti menggiling tebu.

Padahal, setiap tahun di bulan Mei hingga bulan Oktober, ada 3 pabrik gula atau PG, yakni PG Pajarakan, PG Gending dan PG Wonolangan, Kabupaten Probolinggo, dipastikan sudah mulai masa giling tebu, artinya ketiga PG (Pabrik Gula) mulai berproduksi.

Namun hinggal bulan Juli 2019 ini, hanya PG Pajarakan tidak berproduksi sehingga terlihat PG Pajarakan mangkrak.

Tiga Wakil Ketua DPRD Kab Probolinggo, H Wahid Nurahman, H Jon Junaedi dan H Musyayib, bersama petinggi PTPN XI di Surabaya. Dan sebagian gedung pabrik gula Pajarakan beserta karyawannya./indonesiapost.co

Khawatir PG Pajarakan ditidurkan (dihentikan,red) dan mengakibatkan ribuan karyawan pengangguran, kini pihak Pemerintah Daerah dan Pimpinan Dewan menjadi perhatian khusus, hari Senin (15/7/2019), 3 orang Wakil Ketua DPRD Kab Probolinggo, H Wahid Nurahman, H Jon Junaedi, H Musyayib, dan Komisi D, mendatangi Dirut PTPN XI dikantornya di Surabaya.

Kedatangan para anggota legislator tersebut di sambut baik oleh Dirut PTPN XI, Gede Meivera, Dirut Komersial Sucipto Prayitno, Direktur Produksi Daniyanto, mendampingi juga General Manager PG Pajarakan, PG Gending dan PG Wonolangan.

Dalam pertemuan yang penuh dengan keakraban itu, para wakil rakyat meminta agar PG Pajarakan tahun 2019 ini, bisa buka giling (berproduksi) sehingga roda perekomian masyarakat di sekitar PG Pajarakan, bisa semakin menggeliat dan terdongkrak kembali.

“Yang menjadi keprihatinan Pemerintah Daerah dan juga Dewan, bila PG Pajarakan ditidurkan. Saya khawatir ribuan karyawan bakal banyak pengangguran, dan itu tidak boleh terjadi.”kata H Wahid Nurahman, sambil mengingat bahwa tahun 2010 lalu, juga ada isu santer ke tiga Pabrik Gula yakni PG Pajarakan, PG Gending dan PG Wonolangan, mau ditidurkan.

“Alhamdulillah, atas perjuangan bapak H Hasan Aminuddin, yang saat itu masih menjabat Bupati (2003-2013), berhasil menggagalkan ke 3 PG akan ditidurkan atau ke 3 pabrik gula itu tidak sampai berhenti total,”tambahnya.

Lebih jauh, H Wahid Nurahman, pentolan Golkar Kabupaten Probolinggo ini, berniat akan mengundang aparat Pemkab seperti Dinas instansi terkait, duduk bareng dengan PTPN XI, untuk mencari solusi terbaik agar tiap musim giling ke tiga Pabrik Gula (PG Gending, PG Wonolangan dan PG Pajarakan), tetap eksis setiap tahun berproduksi dan juga mencari solusi agar lahan baku tebu tidak kekurangan untuk memenuhi target ke tiga pabrik gula tersebut.

“Solusinya semua pihak yang berkepentingan harus duduk satu meja, untuk mencari solusi yg terbaik tentang hal ini. Sehingga kedepan ke 3 PG itu tetap bisa eksis berproduksi seperti tahun-tahun sebelumnya,”pinta H Wahid Nurahman.

Menurut Dirut PTPN XI, Gede Meivera, membantah pabrik gula (PG) Pajarakan diisukan bakal ditidurkan. Adapun tidak segera dimulainya Giling PG Pajarakan, dikarenakan bahan baku tebu sebagai penyuplai giling PG Pajarakan, masih belum mencukupi dengan target giling yang ditentukan.

Kedepan, menurut Gede, sapaan akrabnya orang no 1 di jajaran PTPN XI ini, berharap agar ada suport dari Pemerintah Daerah dan DPRD, sehingga masyarakat atau petani tebu bergairah lagi untuk bercocok tanam tebu yang dikenal sejak penjajahan belanda itu.

“Saya yakin, petani tebu akan memperoleh hasilnya dengan signifikan, dan pasti masih bisa bersaing dari segi penghasilan dibanding dengan tanaman yg lain, manakala tananam tersebut dikelola dengan baik.”jelas Gede, disampaikan pada Wakil Rakyat ini.

Wakil Ketua DPRD Kab Probolinggo, H Wahid Nurahman, dihalaman kantor PT Perkebunan Nusantara (PTPN XI) Surabaya dan Kereta Api pengangkut tebu PG Pajarakan./hm saudi hasyim jahur.

Perlu diketahui, Pabrik Gula Pajarakan yang berlokasi di Desa Sukokerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, didirikan oleh suatu Perusahaan Belanda yang bernama ANEMAET & CO pada jaman Pemerintahan Hindia Belanda, tahun 1830.

Dan pada tahun 1975 dengan Peraturan Pemerintah No.15 tahun 1975 tanggal 28 April 1975 diadakan penggabungan antara PTP XXIV dengan PTP XXV menjadi PTP XXIV-XXV (Persero), yang mana sampai dengan saat ini masih tetap dengan nama: PTP XXIV-XXV (Persero) Pabrik Gula Padjarakan.

Ahirnya pada tahun 1997 diadakan reorganisasi kembali menjadi PTPN XI (Persero), yang merupakan penggabungan dari PTP XX (Persero) dengan PTP XXIV-XXV (Persero), dan sampai sekarang dengan nama : “PT Perkebunan Nusantara atau PTPN XI”.(hid/ind).