Petugas PPK, BPN, Dispertan, Kebut Mendata Tanaman, Terkena Jalan Tol Paspro Seksi IV

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Presiden H Jokowi, yang mempunyai motto Kerja, Kerja dan Kerja. Ternyata menjadi perhatian bagi aparat, khususnya ASN (Aparatur Sipil Negara) diseluruh Indonesia untuk bekerja lebih keras lagi.

Apalagi Presiden H Jokowi, mempunyai program Nasional soal proyek pembangungan jalan tol Trans Jawa, yang dibangun dari Kota Banten hingga ke Banyuwangi, dan kini perkerjaannya dikebut karena proyek besar itu harus selesai tahun 2022.

Petugas PPK, dan Staf Dinas Pertanian Pemkab Probolinggo sedang mendata tanaman diatas sawah yang kena jalan tol./indonesiapost.co

Jalan Tol Trans-Jawa adalah jaringan jalan tol yang menghubungkan kota-kota di pulau Jawa. Jalan tol ini menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya melalui jalan tol hingga ke Banyuwangi.

Jalan Tol trans-Jawa sepanjang ±1.000 km itu, kini dikerjakan sampai Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yaitu Paspro (Pasuruan-Probolinggo) Seksi IV (melintasi Kecamatan Leces-Kec Banyuanyar-Kec Gending-Kec Maron)

“Alhamdulillah, sejak hari Senin (4/11) lalu petugas PPK, BPN, Dispertan dn Disperkim, mulai kerja mendata tanaman dan rumah yang kena jalan tol di Desa Banyuanyar tengah,”kata calon terdampak, Abd Basid, yang turut ikut mendata tanaman jagung disawahnya.

Setelah mendata tanaman di desa Banyuanyar tengah, hari ini Senin (11/11/19) para petugas PPK, dan Staf Dinas Pertanian, pindah kerja mendata tanaman dan rumah yang kena jalan tol di Desa Liprak kulon, Kecamatan Banyuanyar.

“Saya bangga, cara kerjanya petugas PPK, BPN, Dispertan, dan petugas Disperkim, yang mendata rumah dan tanaman, dilakukan secara marathon,”tutur Abd Basid, berharap para petugas itu selalu diberi sehat sehingga tiada henti dalam melaksanakan tugasnya.

Sementara, salah satu petugas PPK, Edy M, didampingi petugas Dispertan Pemkab Probolinggo, Mulyono, menyatakan pendataan sawah yang terkena jalan tol di Desa Liprak kulon, tidak ada bangunan rumah, sehingga petugas hanya mendata banyaknya tanaman yang tumbuh diatas sawah yang kena jalan tersebut.

“InsyaAllah, hanya dengan waktu dua hari, pendataan tanaman di Desa Liprak kulon ini sudah dipastikan selesai didata,”kata Edy, diakui staf Dispertan, Mulyono.

Calon terdampak, Abd Basid, (pakai kaos warna kuning), dan beberapa calon terdampak yang lain menjadi saksi saat mendata tanaman./hm saudi hasyim jahur

Seperti diberitakan media online Indonesiapost.co – Hari Senin (4/11/2019) sebanyak 8 petugas PPK (Pejabat Pembuat Kometmen), 2 petugas Dinas Pertanian dan 2 Dinas Perkim (Perumahan, Kawasan Permukiman & Pertanahan) Kabupaten Probolinggo, melakukan pendataan rumah dan mendata tanaman di sawah milik calon terdampak, di Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar.

Menurut petugas PPK, Joko, menyatakan, hari Senin (4/11/19) ini melakukan pendataan rumah dan pendataan tanaman di Desa Banyuanyar tengah, karena calon terdampak jalan tol Desa Banyuanyar tengah, dianggap paling lengkap data administrasi kepemilikan tanahnya, sesuai laporan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab Probolinggo.

“Pendataan ini bisa dilakukan di setiap Desa, bisa memakan waktu sekitar dua minggu, sudah selesai.”jelas Joko, saat ditemui dilokasi pendataan rumah di Desa Banyuanyar tengah, Senin siang (4/11/19).

Lebih jauh dikatakan, Joko, setelah pendataan rumah dan tanaman sawah milik calon terdampak sudah selesai, maka hasilnya dikirim ke BPN. Kemudian BPN mengumumkan hasil pendataan tersebut pada calon terdampak.
Setelah dianggap benar hasil pendataan tersebut, barulah BPN menyerahkan data yang valid pada PPK.

Selanjutnya, PPK memberikan penilaian soal harga dalam per meternya sawah, harga ganti rugi rumah, dan harga tanaman.

“Kalau dihitung dari bulan November 2019 ini, bisa jadi uang ganti untung dicairkan bulan Pebruari 2020,”ujar Joko, meraba-raba.

“Yang punya kewenangan untuk membayar uang ganti untung itu dari Waskita pusat. Jadi tunggulah dan untuk sabar menunggu bagi calon terdampak,”jelas Joko, dengan nada santunnya.(bas/ind).