Petani Tambakau Gembira, Harga Tembakau Tembus Rp 40 Ribu/Kg

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Naiknya harga tembakau hingga tembus Rp 40 ribu per kilogram, para petani tembakau di 6 Kecamatan, yakni Kecamatan Besuk, Pakuniran, Kotaanyar, Krejengan, Kraksaan dan Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, kini banyak merasakan keuntungan pada musim tanam tahun 2018.

Selain dirasakan banyak untung, para petani tembakau terlihat bangga dan gembira ria, karena harga tembakau lumayan tinggi, tanaman tembakaunya cukup baik, sehingga hasil panen tembakaunya melimpah ruah.

Hal ini disampaikan, H Didik, warga Desa Paiton dan Busri, petani tembakau asal Desa Matekan, Kecamatan Besuk.
“Alhamdulillah, saat ini harga tembakau cukup tinggi. Semoga harga tembakau tetap stabil dan tidak turun anjlok sampai Rp 32 ribu. Karena dengan luas lahan banyak yang belum panen, dengan harga segitu tentunya petani bakal rugi. Semoga saja pihak gudang benar-benar bisa memahami kondisi petani tembakau saat ini,” kata Busri, Minggu (16/9/2018).

Dan walaupun pembelian tembakau sangat bagus, Busri berharap agar cuaca juga mendukung. Sehingga proses penjemuran tembakau rajangan bisa cepat kering.

“Meskipun harganya tinggi tetapi cuacanya mendung, ya sama saja nanti murah karena kualitas tembakaunya kurang bagus. Dari segi pasar untuk saat ini tidak ada kendala asalkan tidak ada permainan harga,” terang Busri, mengaku para petani tembakau di Kabupaten Probolinggo benar-benar sedang berbahagia.

Para petani pada tahun-tahun sebelumnya, sering mengalami kerugian diwaktu panen raya tembakaunya.

Beberapa petani sedang mengeringkan tembakaunya./hm saud

Sehingga awal tahun 2013 lalu, mantan Bupati Probolinggo H Hasan Aminuddin, memberikan solusi agar petani bisa mendapatkan keuntungan yang besar saat bertani tembakau.

Kemudian H Hasan Aminuddin, suami Hj Tantriana Sari SE, Bupati terpilih dua periode 2018-2023 itu mengundang para tokoh petani tembakau dan pemilik pabrikan rokok untuk mencarikan solusi agar petani tembakau tidak merugi.

H Hasan Aminuddin saat itu, menyampaikan agar para petani menanam tembakau harus disesuaikan dengan kebutuhan pabrikan rokok dan petani jangan terlalu banyak menanam tembakau. Pasalnya, hasil panenan tembakaunya khawatir melebihi kebutuhan pabrikan rokok. Akibatnya, tembakau yang melebihi kebutuhan pabrikan tudak laku dijual bahkan harganya bisa menurun drastis.

Dan setelah mendapat himbauan dari anggota DPR RI komisi VIII itu, akhirnya para petani setiap tahunnya tanam tembakau disesuaikan kebutuhan pabrik rokok. “Kami merasakan nikmatnya atas petuah bapak H Hasan Aminuddin. Dan para petani, kini sudah tidak merugi karena sudah menikmati keuntungannya,”kenang H Didik, dengan wajah gembira.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo HA Hasyim Ashari melalui Kasi Tanaman Perkebunan Semusim, Evi Rosellawati, mengungkapkan bahwa areal tanaman tembakau di Kabupaten Probolinggo sudah disesuaikan dengan kebutuhan pabrikan rokok. Dimana areal tanam tembakau musim tanam (MT) tahun 2018 seluas 10.774 hektar.

“Bulan ini petani tembakau sudah ada yang mulai panen. Memang tahun ini penanaman tembakau dilakukan tidak serentak. Meskipun demikian, petani merasa sangat bersyukur karena harganya sangat tinggi. Tentu ini menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi para petani tembakau,” ungkapnya.

Menurut Evi, untuk kondisi tembakau saat ini cukup bagus karena didukung oleh cuaca. Selain itu, areal tanaman tembakau disesuaikan dengan kebutuhan pabrikan dan kualitas tembakau juga sangat bagus, karena budidaya petani sudah menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) atau budidaya tanaman yang baik sesuai dengan standart yang ditentukan.

“Mulai dari pemilihan benih sehat, bermutu dan bersertifikat; pemupukan tepat waktu dan tepat dosis hingga penanganan pasca panen. Hal inilah yang mampu menghasilkan tembakau yang berkualitas sehingga harganya mampu menembus Rp 40 ribu per kilogram di tingkat petani,” jelasnya.(wan/ud)