Pengubah Syair Lagu Rhoma “Akhlak”, Forsa Probolinggo Ancam Tuntut ke Polisi

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Kecaman terhadap orang yang mengubah syair lagu si raja dangdut, Rhoma Irama, berjudul “Akhlaq”, diganti dengan bahasa Madura, terus mengalir setelah FORSA (Fans of Rhoma Irama and Soneta) Banyuwangi, kini FORSA Kabupaten Probolinggo, ancam akan menuntut ke Polres dan Polda Jatim, terhadap pelaku pengubah lagu Akhlaq tersebut.

Apalagi lagu Akhlaq single Rhoma terbaru (November 2019) ini, yang liriknya diubah dalam bahasa Madura dan dibawakan oleh seorang pria, diduga berdomisili di pulau Madura. Kini mulai banyak diprotes oleh penggemar si raja dangdut tersebut.

Parahnya lagi, syair lagu Akhlak ciptaan Rhoma, yang liriknya mengajak kebaikan, seperti syairnya Rhoma. “Dalam berbicara harus memakai akhlak”.

Ternyata oleh orang yang iseng itu, mengubah dalam bahasa Madura dengan lirik pelecehan, seperti, “Entar tahlilan, molena oleh berkat.” (artinya dalam bahasa Indonesia, “Datang ke acara Tahlilan, pulangnya dapat Oleh2 Makanan/berkat”)

Sang raja dangdut, Rhoma Irama, saat ke salah ponpes di Probolinggo dan pengurus Forsa Kab Probolinggo, Rudi Rizaldi (pakai jas berkaca mata,red)

Padahal, budaya tahlilan identik budaya umat Islam. Dan umat islam, sekalipun hadir dalam acara Tahlilan, Sholawatan, dan pengajian, belum tentu yang hadir ke acara tahlilan, akan membawa oleh2 makanan atau berkat.

Disinilah syair lagu Rhoma yang diubah dalam bahasa Madura itu adalah perbuatan pelecehan budaya dan bisa dituntut sesuai dengan hukum pidana dan kini Forsa Kabupaten Probolinggo ancam akan melapor ke Polisi.

Hal disampaikan, pengurus Forsa Kabupaten Probolinggo, Rudi Rizaldi, sekaligus Manager Mal Diva Kraksaan, menyatakan bahwa sudah mendapat ijin Ketuanya, Drs H Muslihul Amali, biasa disapa (Gus Mus), untuk menuntut secara pidana terhadap orang yang sengaja melecehkan syair lagu Akhlak, dan melecehkan budaya Islam seperti menyebut Tahlilan dapat berkat atau makanan.

“Saya akan terus melacak, siapa pelaku yang mengubah syair lagu Akhlak itu. Bila sudah ditemukan pelaku yang mengubah syair lagu ciptaan bang Haji Rhoma, pastinya saya akan menuntut melapor ke Polres dan ke Polda Jatim,” ancam Rudi, Senin (3/2/2020) melalui ponselnya ke Indonesiapost.co

Menurut data dilapangan, lagu bajakan dalam bahasa Madura dan terkesan pelecehan budaya itu, sudah beredar melalui WhatsApp di berbagai komunitas di Banyuwangi, Probolinggo dan Surabaya.

Bahkan Ketua Umum Forsa Pusat, H Surya Aka SH, mantan Pimpinan Majalah Posmo dan koran Karya Darma itu, juga sudah mengetahui dan mendengar bahwa lagu Akhlak ciptaan Raja Dangdut Rhoma Irama, telah diubah dalam bahasa Madura dan terkesan pelecehan.

“Ketua Umum bang Haji Aka, sudah mendengar dan sempat marah, bahkan juga akan menuntut ke Polda Jatim,” tegas Rudi, menirukan ucapan H Surya Aka, yang juga sebagai Dosen disalah satu perguruan tinggi di Surabaya.

Ini salah satu syair lagu Akhlaq.
“Dalam berbicara harus memakai akhlak……
Di dalam berbusana harus memakai akhlak…..
Dalam rumah tangga harus memakai akhlak…….
Di dalam bernegara harus memakai akhlak….(rud/ind).