Pemilih Kecewa. Bilik Coblosan Dari Kardus “Mei Goreng alias Rup Purup”.

PROBOLINGGO, indonesiapost.co – Ratusan calon pemilih atau masyarakat Dusun Kertah, Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, banyak yang “tertawa” setelah melihat bilik tempat pencoblosan di TPS 19 dan TPS 20 di Dusun Kertah, terbuat dari kardus barang bekas “Mie Goreng” (Rup Purup, bahasa maduranya, red).

Perbuatan Aneh tapi nyata itu, terkesan melecehkan calon pemilih atau rakyat, karena Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengalokasikan anggaran pemilu 2019 sebesar Rp. 25,59 triliun diserahkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum). Namun fakta dilapangan, pengelolahannya masih banyak TPS terkesan amburadul alias tidak rapi.

“Kok lucu ya… anggaran Pemilu Triyunan rupiah, kok bisa peralatan pencoblosan di TPS 19 dan TPS 20, masih memakai bahan bekas Mie Goreng. Ini kan memalukan, sepertinya KPU tidak siap mengeluarkan bondo atau biaya pilpres dan pileg,” kesal salah satu pemilih TPS 019, Nurhayati, sambil terheran-heran, dan juga calon pemilih yang lain turut men-tertawai kasus tersebut.

TPS 019 dusun kertah, Desa Sebaung, memakai bilik dari kardus barang bekas./indonesiapost.co

Terjadinya bilik tempat pencoblosan dipasangi barang bekas itu, bermula dari ratusan calon pemilih antrean untuk mencoblos dan terlihat sangat lambat cara kerjanya petugas TPS.

Selidik punya lidik, ternyata keterlambatan hingga membuat calon pemilih antrean panjang, karena gara-gara bilik tempat coblosan hanya 2 bilik, yang seharusnya berisi 4 kotak bilik.

Akhirnya, salah satu calon pemilih, Nurhayati, ngasih saran ke petugas TPS 019 untuk mencari solusi agar ditambahi 2 bilik lagi sesuai dengan aturan yang ada.

Selanjutnya, petugas TPS dengan gerak cepat mencari kardus bekas “Mie Goreng” dan dibentuk kotak untuk bilik tempat coblos. Barulah kemudian, tempat bilik coblosan tersebut menjadi 4 bilik sesuai aturan yang ada.

Lucunya lagi, tempat duduk saksi tidak diatas kursi tapi duduk di teras rumah yang berdekatan dengan lokasi TPS 19 itu. Sehingga pelaksanaan pilpres dan pileg ini terkesan tidak memakai biaya.

Ketua TPS 019 Dusun Kertah, Desa Sebaung, Irwin Tri, mengaku sebenarnya sudah menyampaikan ke petugas PPK Gending, bahwa tempat bilik ada kekurangan kardusnya. Namun usulan itu, diabaikan saja hingga hari Rabu ini.

“Saya sudah usul pak. Tapi tak ada jawaban, ya akhirnya seperti ini dah,” jelas Irwin Tri, meminta agar calon pemilih bersabar untuk suseksnya pilres dan pileg ini. (aud/ind).