Oknum Guru SMP Diduga Selingkuh Dengan Istri Orang. Suaminya, Tuntut Oknum Guru Ditindak Tegas.

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Ada pepatah bijak, “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Itulah kelakukan seorang guru, haruslah memberi contoh yang baik pada murid-muridnya.

Pasalnya, jabatan guru sangat mulia, maka guru sebaiknya memberikan contoh yang baik, bukan sebaliknya yaitu perbuatan buruk. Kalau sampai terjadi oknum guru berkelakuan jelek, apalagi diduga selingkuh dengan istri orang, apa jadinya bila didengar murid-muridnya.

Seperti dugaan selingkuh yang dilakukan oknum guru SMP, Sug, warga Kota Probolinggo, diduga main bergandak ria dengan istri orang, Er, warga wilayah Kecamatan Gading, hingga didengar suaminya, Kas, dan membuat, Kas, marah besar menuntut oknum guru SMP Wonomerto itu ditindak tegas.

“Istri saya dipindah tugas ke wilayah lain. Sedangkan, yang mengganggu istri saya bernama, Sug, tidak ditindak tegas. Ini kan tidak adil.”kesal Kas, mengaku istrinya, Er, guru PAUD dipindah tugas ke sekolah PAUD Desa Alasnyiur, Kecamatan Besuk.

Ketua PGRI Kab Probolinggo, Poernomo S.pd, dan Slamet (baju putih), keluarganya, Kas, yang menuntut oknun guru SMP tersebut.
Foto, Sug, saat SMS, “Hallo Sayangku” lagi chating ke HPnya, Er./indonesiapost.co

Sementara, oknum guru SMP, Sug, yang sudah mengakui mencium guru PAUD, Er, hingga kini ongkang-ongkang tetap mengajar di SMP Wonomerto.

“Kalau istri saya tidak digoda duluan, tidak mungkin terjadi TTM (teman tapi mesra) dengan oknum guru SMP itu. Sekarang saya beban moral, malu pada banyak orang,” kata Kas, melalui ponselnya, Kamis (12/3/2020) dan meminta agar oknum guru SMP Wonomerto tersebut, dipindah tugas, agar adil dalam perkara ini.

Menanggapi hal ini, Ketua PGRI Kab Probolinggo, Poernomo, mengakui telah memfasilitasi dan dipertemukan antara oknum guru SMP Wonomerto, Sug, dengan Kas, suami, Er, oknum guru PAUD Gading yang sekarang dipindah tugas ke PAUD Desa Alasnyiur.

“Dihadapan saya kedua belah pihak berangkulan, saling memaafkan. Sayapun ikut terharu menyaksikan peristiwa tersebut,” tulis Poernomo, melalui WA ponselnya, turut prihatin, karena kedua guru itu, dibawah keanggotaan PGRI Kab Probolinggo. .

Masih menurut, Kas, suami Er, guru PAUD yang dipindah ke PAUD Desa Alasnyiur, menjelaskan, ia menikah dengan istrinya, Er, tahun 1996 dn dikaruniai 3 orang anak.

Kemudian istrinya, Er, diangkat menjadi guru PAUD di wilayah Kecamatan Gading.

Selama 24 tahun menikah, dalam keluarga, Kas, dengan istrinya, Er, tidak pernah bertengkar dan kalaupun bertengkar hanya persoalan kecil saja.

Namun pada pertengahan tahun 2019 lalu, guru PAUD, Er, mulai sering chating di HPnya dan keluar kota. Kemudian pada bulan Pebruari 2020, anak sulung mengadu ke ayahnya, Kas, bahwa ibu Er, sering chating dengan oknum guru SMP, Sug.

“Anak saya ngomong, kalau ibunya, Er, pernah ketemuan di Probolinggo kota, saat beli SIM ke kantor Polantas. Setelah saya tanyakan ke istri, mengaku hanya makan bersama dengan Sug, di rumah makan,” terang Kas, sambil menjelaskan, oknum guru SMP, Sug, mengaku hanya sebatas mencium istrinya dan bersumpah tidak pernah berhubungan badan.

Hingga berita ini ditayangkan, wartawan Indonesiapost.co belum berhasl menghubungi oknum guru SMP Wonomerto itu.(aud/ind).