Muchlas Adi Putra, Pernah Berjalan Kaki Dari Jakarta ke Probolinggo. Kini Menghilang atau Meninggal Dunia.

Oleh: HM Saudi Hasyim Jahur

Siapa yang tidak akan kenal dengan sosok, Muchlas Adi Putra, seorang artis nasional di tahun 80 an, yang sempat melejit namanya setelah sukses menyanyikan sebuah lagu pop, “Tebak-Tebak Buah Manggis, Rambut Berkepang Dua dan Tulang Rusuk”, hasil ciptaannya sendiri.

Selain berhasil sebagai penyanyi papan atas saat itu, Muchlas AP, juga sukses menciptakan lagu dangdut, yang sering dinyanyikan oleh artis senior, Rita Sugiarto, pasangan nyanyi dengan si raja dangdut, Rhoma Irama.

Bahkan lagu ciptaan Muchlas AP, yang dinyanyikan Rita Sugiarto, dalam album lagu “Iming-Iming, Tulang Rusuk dan Dua Kursi,” sempat berhasil sukses hingga ribuan kaset terjual, menjadikan artis senior itu, meraih penghargaan kategori Penyanyi Dangdut Wanita Terbaik di ajang penghargaan Anugerah Dangdut Indonesia (ADI) 2016.

Sewaktu jayanya, Muchlas Adi Putra, tampil manggung diberbagai tempat./indonesiapost.co

Bicara soal kehidupan, Muchlas AP, saat itu namanya cukup terkenal, namun ternyata sebuah nama tidak kekal selamanya. Ia hidup di kota Metropolitan Jakarta, lambat laun nama Muchlas, mulai redup setelah ia berani melawan produsernya, Tjipto Record, yang saat itu, Muchlas nekat akan membunuhnya. Pasalnya, uang bonus hasil penjualan kaset satu juta lebih, tak dipenuhi oleh produsernya.

Atas perlawanan itulah, Muchlas AP, mulai sudah tidak laku lagi dan jarang tampil dibeberapa TV swasta. Kehidupan Muchlas, lalu hanya bisa menjual lagu ciptaannya, dan uang hasilnya, hanya bisa menghidupi keluarga dengan hidup pas-pasan.

Akhirnya, Muchlas mulai berfikir, mau menjauhkan diri dari kehidupan artis yang glamor itu, dan berpamitan pada istrinya, Nur Azisah, mau bertobat dan berguru untuk memperdalam agama kesalah satu Kyai di Kota Banten.

Dipondok pesantren itulah, Muchlas, mulai memperdalam ilmu agama hingga 1 tahun lebih. Hasil menimba ilmu agama tersebut, sifak dan watak Muchlas AP mulai berubah total. Ia tidak mau pada urusan duniawi, tapi ia selalu putus asa dan hanya ingin cepat mati.

“Saya sekarang tidak butuh harta, saya sudah bertobat dan tiap hari saya selalu ingat mati, dengan membawa iman dan husnul khotimah,” kata Muchlas pada saya, saat pulang kekampung halamannya di Desa Sebaung, pada tahun 2010 lalu.

Lebih kaget lagi, saya mendapat ceritra dari Muchlas bahwa dirinya pulang dari Jakarta ke kampung halamannya di Probolinggo, Jawa Timur, hanya dengan berjalan kaki. “Saya jalan kaki dari Jakarta ke Probolinggo, hanya dengan waktu 3 hari 1 malam,” kata Muchlas, meyakinkan.

Dalam perjalanan pulang berjalan kaki, Muchlas, selalu pakai masker dengan maksud agar tidak diketahui dirinya oleh banyak orang. “Sewaktu saya nyampek kota Ciribon, ada orang menyapa dan mengetahui kalau saya penyanyi,” kata Muchlas, saat itu membantah, dan ia langsung membeli masker untuk menutupi wajahnya saat berjalan kaki ke Probolinggo.

Diketahui Muchlas pulang kampung, sempat didatangi temannya sesama artis yakni Jhony Iskandar dan Rita Sugiarto, mengajak Muchlas untuk rekaman lagu dan mengisi di beberapa kafe di Jakarta, untuk menghibur pengunjung, namun ditolak secara halus oleh Muchlas Adi Putra.

Tak lama kemudian, ditahun 2017 lalu, Mochlas AP, mulai banyak berubah total dan selalu ingat mati. Lalu berpamitan pada istrinya, Nur Azisah, dan juga pada ibu kandungnya, Ny syuriah, kalau Muchlas mendapat bisikan ditengah malam bahwa ia diminta datang ke lokasi lumpur Lapindo, dan diteruskan ke gunung merapi Semeru.

Semula istrinya menolak, namun dimalam Jumat itu, Muchlas AP, terus saja berangkat berjalan kaki melewati pinggiran jalan pantura.

Pimred Indonesiapost.co, HM Saudi Hasyim Jahur ( berkopiah) dan Muchlas Adi Putra, saat Rekaman./Indonesiapost.co

Seminggu kemudian, Muchlas, sama sekali tidak memberi kabar pada istrinya. Sehingga, Nur, panggilan tiap harinya mengajak keluarganya, untuk mencari ke lokasi lumpur Lapindo yang berada di kota Sidoarjo itu.

Sesampai di daerah lumpur Lapindo, sang istri dan keluarganya bertanya pada warga disekitar lumpur lapindo, namun tak ada satu pun warga yang mengetahui.

Setelah seharian mencari Muchlas diberbagai tempat di sekitaran lumpur lapindo, tidak ditemukan, lalu pulang dengan tangan hampa.

Seminggu sebulan, setahun hingga dua tahun lebih, Muchlas, hingga kini tak ada kabar dan tak kunjung pulang, akhirnya beredar kabar, ia menghilang atau meninggal dunia.

Ibu kandung, Ny Syuriah, yang hidup sendirian karena suami, Matasan alias Prasmo, lebih duluan meninggal dunia, kini tiap mendengar lagu merdu suara anaknya, Muchlaa AP, selalu menangis bila mendengar suara merdunya, dan ia bisanya hanya berdoa, berdoa, dan berharap semua penggemarnya turut berdoa, agar Muchlas AP, cepat pulang kalau ia masih hidup.(*/ind)