Meriah.! Pj Kades Sebaung, Misnaji, Menikah Janda Muda Sebagai Pendamping Desa. “Istri Yang No 2 Dicerai”

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Pada masa covid 19 atau pandemi corona ini, tidak menjadi suatu rintangan bagi seorang pemimpin Desa, Misnaji Spd (49), Pj Kepala Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Pasalnya, hari Sabtu ini (4/7/2020) pukul 08.00 wib, Pj Kades Sebaung, Misnaji, yang sudah berumur setengah abad itu, resmi menikah lagi dengan seorang janda muda, Hepi ASR (38) warga Dusun Taman, Desa Sebaung, Kecamatan Gending, yang kerjanya sebagai Pendamping Desa.

Menariknya, acara pernikahan yang dilaksanakan meriah itu, seperti pernikahan kaum remaja, selain dua kemanten yang sudah menpunyai 6 anak bagi Misnaji, dan istrinya, Hepi, sudah mempunyai dua anak, mereka bersanding di kuade yang sudah dipersiapkan oleh keluarga pengantin prempuannya.

Pj Kades Sebaung, Misnaji Spd, bersanding dengan istri yang ketiga, Hepi ASR, bersama sanak keluarganya./Indonesiapost.co

Bak Raja dan Ratu, Misnaji dan istri Hepi, sapaan akrabnya, menyalami para undangan, dengan wajah yang cemerlang disertai senyuman manisnya.

Dalam pelaksaan nikah itu, selain dihadiri para tetangga dan para kerabatnya, juga dihadiri Kepala KUA Gending, H Mahmud, yang sekaligus menikahkan kedua mempelai tersebut.

“Pak Misnaji menikah lagi, sebagai duda mati, karena istri yang pertama, Nurhidayati, meninggal dunia. Sedangkan istri yang kedua warga Desa Pandanlaras, Krucil, sudah dicerai seminggu yang lalu,” tutur Cung Hasyim, Kesra Desa Sebaung, saat dikonfirmasi Indonesiapost melalui ponselnya, Sabtu malam.

Data dilapangan, sekitar bulan Januari 2019, Kades Sebaung, Totok Hariyadi, meninggal dunia sehingga ada kekosongan Kepala Desa.

Semula, Misnaji Spd, warga Desa Sebaung, bekerja sebagai staf Kecamatan Maron. Kemudian, atas usulan Camat Gending, H Abduh, sdr Misnaji diangkat sebagai Pj Kepala Desa Sebaung pada bulan Maret 2019.

Disaat Misnaji menjabat Kades Sebaung itu, ia mulai kenal dengan janda muda, Hepi, yang kebetulan bekerja sebagai Pendamping Desa, dan kini ada puluhan Pendamping Desa mulai diproses hukum oleh Kejaksaan Kraksaan, karena diduga merangkap jabatan sesuai dengan fakta audit BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan).

Dalam pernikahan tersebut, banyak para tetangga heran karena Misnaji, sudah poligami mempunyai dua orang istri.

Namun istri yang pertama, Nurhidayati, meninggal dunia enam bulan lalu dengan mempunyai 3 orang anak.

Sebelum istri pertama meninggal dunia, Misnaji, poligami dengan istri ke dua warga Desa Pandanlaras, Kecamatan Krucil (tak mau disebut namanya, red), juga dikaruniai 3 orang anak, sehingga berjumlah 6 anak.

Sedangkan istri yang ketiga ini, Hepi ASR, seorang janda mempunyai dua anak hasil hubungan suami pertama, Rahman, namun ia cerai, karena Rahman, diduga melakukan penipuan hingga kini masih di proses di Polres Probolinggo.

“Saya bangga, pak Misnaji, menikah lagi dengan janda, Hepi, asalkan tidak menceraikan istrinya yang kedua itu, karena ia sudah dikaruniai 3 orang anak. Kasihan mereka,” ujar beberapa warga Desa Sebaung, dengan bisik-bisik tetangga.

“Jangan ada kesan, menceraikan istri yang no dua itu, cuma karena mau nikah dengan janda muda,” katanya.

Menurut Kesra Sebaung, Cung Hasyim, membenarkan istri yang nomer dua itu di cerai, karena diajak hidup bersama pulang ke Desa Sebaung, mereka menolak.

“Cerainya, masih seminggu lalu sebelum pernikahan dengan ibu Hepi,” pungkasnya.(jan/ind)