Mencabuli Siswi Dibawah Umur, Ketua KPU Banjarmasin Ditahan, Kini Diusulkan Dipecat

BANJARMASIN,Indonesiapost.co – Setelah jatuh tertimpa tangga, dan masih terinjak orang, mungkin peribahasa ini cocok bagi tersangka, Gusti Makmur, Ketua KPU Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pasalnya, tersangka, Gusti Makmur, setelah di tahan ruang sel tahanan Polres Banjarbaru, hari Kamis, (30/1/2020) lalu, dan kini Gusti, diusulkan ke KPU RI pusat untuk dipecat sebagai Ketua KPU Kota Banjarmasin.

Seperti dilansir beberapa media online, bahwa ketua KPU Banjarmasin, Gusti Makmur, resmi ditahan di Polres Banjarbaru, karena tersangkut dugaan kasus pencabulan siswi atau anak di bawah umur.

Menurut Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso, mengatakan, Gusti, harus ditahan untuk memudahkan proses penyidikan. “Hari ini, tersangka Gusti, kita tahan untuk mempercepat dan mempermudah proses penyidikan. Semula, tersangka sempat mangkir saat dipanggil dua kali dengan alasan yang tidak jelas,” ujar AKBP Doni Hadi Santoso, dalam gelar perkara di Mapolres Banjarbaru, Kamis (30/1/2020) sore.

Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Santoso, menunjukkan beberapa barang bukti dan tersangka Gusti Makmur, dihadapan para Wartawan./indonesiapost.co

Kapolres Doni, menjelaskan, bahwa penetapan Gusti sebagai tersangka hingga ditahan sudah melalui semua prosedur. Seluruh barang bukti mengarah ke tersangka, termasuk rekaman CCTV hotel dan juga 7 orang saksi yang memberatkan.

Aksi cabul yang dilakukan Gusti Makmur, bermula Gusti bertemu dengan korban di toilet atau kamar kecil sebuah hotel di Kota Banjarbaru.

Saat bertemu di toilet dengan korban, sebelumnya Gusti tidak pernah kenal. Namun Gusti spontan tertarik pada kecantikan korban.

Selanjutnya, korban merupakan siswa magang di hotel tersebut, diajak berkomunikasi sambil melakukan tindak asusila hihik hahak huhuk. Sedangkan korban yang sebelumnya menolak, lalu pasrah karena kalah kuat tudak berdaya. Kemudian, korban bersama orang tuanya lapor ke Polres,” kata Doni, sambil menjelaskan, tersangka, Gusti dikenakan Pasal Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Secara terpisah, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat, KPU Provinsi Kalsel, Edy Ariansyah, mengaku telah melakukan rapat pleno dan mengirim surat ke KPU RI Pusat, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, mengusulkan untuk memberhentikan sementara, Gusti Makmur, sebagai Ketua KPU Banjarmasin.

“Kita sudah memutuskan di rapat pleno kemarin, yaitu pertama kita sudah mengusulkan ke KPU RI dan DKPP agar yang bersangkutan diberhentikan sementara sebagai Ketua KPU Kota Banjarmasin,” ujar Edy Ariansyah pada Wartawan.

Hal tersebut tertuang dalam ketentuan DKPP tentang kode etik dan perilaku penyelenggara pemilu pasal 15 huruf a dan juga pasal 90 ayat 1 peraturan KPU nomor 8 tahun 2009.

“Di aturan itu jelas salah satunya adalah penyelenggara pemilu harus bisa menjaga diri dari tindak kekerasan seksual, perjudian, narkoba dan sebagainya,” kata Edy, sudah jelas Gusti melanggar kode etik.(ton/ind)