Menangis Ibu Kandung, Muchlas Adi Putra, Bila Mendengar Suara Merdunya. “Semoga Penggemar, Turut Berdoa, Muchlas AP, Cepat Pulang”.

Oleh: HM Saudi Hasyim Jahur

Ny Syuriah, Ibu kandung, Muchlas Adi Putra, namanya sempat melejit ditahun 80 an, yang dikenal sebagai artis papan atas saat itu, kini tinggal kenangan dan hanya sebuah nama saja.

Pasalnya, setelah anak desa itu, Muchlas AP, yang juga sempat mengharumkan nama Probolinggo, telah menghilang tanpa jejak pada tahun 2017 lalu, hingga sekarang tak diketahui rimbanya.

Orang tuanya, Ny Syuriah, yang hidup sendirian karena suami, Matasan alias Prasmo, lebih duluan meninggal dunia, kini ibu kandung, Muchlas AP, selalu menangis bila mendengar suara merdu anaknya, dan ia bisanya hanya berdoa, berdoa, dan berharap semua penggemarnya turut berdoa, agar Muchlas AP, cepat pulang kalau ia masih hidup.

Muchlas Adi Putra, saat gelar Cangkruan Nyareh Tretan bersama anggota DPR RI, H Hasan Aminuddin, mantan Bupati dua periode 2003-2013.
Ibu kandungnya, Ny Syuriah, bersama, Nurhayati, putri kedua, HM Saud, Pimred Indonesiapost.co.

Setiap hari meratapi nasibnya, tak lupa selalu berdoa, dan memohon pada yang maha kuasa, kalaupun Muchlas sudah meninggal dunia, semoga masih ada penggemarnya, memberitahu kalau Muchlas itu, sudah meninggal dunia. Ia sudah pasrah dan ikhlas, kalaupun sudah dipanggil Allah SWT.

Hidupnya, Ny Syuriah, bisa dikatakan pas-pasan, dan selama Muchlas menghilang, ia hidupnya berkumpul dengan anak yang kelima, Siti Amina, yang berjualan ikan di pasar Desa Sebaung.

Saking kangennya, hari Sabtu (16/5/2020) lalu, Ny Syuriah, mendatangi rumah saya, kebetulan rumahnya berdekatan dan karena saya dianggap paling tahu dan paling dekat, bergaul dengan, Muchlas AP, serta diketahui ia sering bertandang kerumah, yang tak lain pula hanya bersenda gurau, tak luput juga berdialog soal agama dan sosial.

Dengan berlinang air mata, dihadapan saya, Ny Syuriah, menangis sesunggukan sambil bertanya keberadaan Muchlas. “Apakah pak Haji, tahu dimana tempat Muchlas berada, karena saya ingat Muchlas dekat dengan sampaen,” tanya Ny Syuriah sambil menangis, hingga sayapun tak terasa turut menangis, tak tega mendengar rintihan sang ibu itu.

Namun saya pun berusaha bersikap tegar dihadapan Ny Syuriah. “InsyaAllah, saya akan menghubungi semua teman2nya. Tapi tolong, ibu Syuriah, harus sabar dan pasrah, terpenting berdoa, semoga dosanya diampuni dan amal baiknya diterima oleh Allah SWT,” kata saya pada Ny Syuriah, dan mengaku setiap malam jumat mengaji surat Yasin khususon pada Muchlas Adi Putra.

Setelah panjang lebar, mengenang dan berceritra tentang suksesnya, Muchlas AP, hingga meredupnya nasib yang kurang enak itu, sampai tersebar berita menghilang tanpa bekas, kemudian Ny Syuriah berpamitan pulang, dan saya pun dengan ikhlas sedikit memberikan sumbangan uang pada Ny Syuriah, untuk belanja persiapan hari raya Idu Fitri.

Pimred Indonesiapost.co, HM Saudi Hasyim Jahur ( berkopiah) dan Muchlas Adi Putra, saat Rekaman./Indonesiapost.co

Seperti diberitakan media online ini, bahwa kepergian Muchlas Adi Putra, menghilang tanpa jejak, kini banyak tafsir bahwa Muchlas bukanlah menghilang tapi ia melakukan “Khalwat” yaitu suatu tradisi dalam tarekat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan cara menyepi hingga terkesan menghilang untuk menghadap pada Allah SWT.

Kalau kata orang Jawa, bisa jadi Muchlas itu melakukan moksa yaitu istilah moksa atau secara artian yang mudah, adalah meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad alias menghilang tanpa jejak, seperti kisah hilangnya Raja Siliwangi, Patih Gajahmada dan Prabu Brawijaya V. “Wallahualam Bissawab”.

Perlu ketahui, Muchlas Adi Putra, anak pertama dari seorang ibu, Ny Syuriah dan ayahnya, Matasan alias Prasmo.

Dan Muchlas AP, mempunyai adik kandung berjumlah 4 orang, yakni adik yang nomer dua bernama, Zaeni, meninggal dunia, adik ketiga, Sulaeha, meninggal dunia, dan yang masih hidup bernama, Endang, kini menjadi warga Aceh, Sumatra Utara dan adik ke empat, Siti Aminah, berada di Desa Sebaung berkumpul ibu kandungnya di Desa Sebaung.(bersambung/***)