LSM Permasa Kecewa Berat, Lantaran Dua Saksi Mangkir Sidang Kasus Ijasah Palsu Oknum Anggota DPRD, Abd Kadir

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Hari ini Kamis (12/12/19) sidang ke tiga kalinya, di Pengadilan Negeri Kraksaan, yang di ketuai Majelis Hakim, Gatot Ardian Agustriono SH, dengan Jaksa Penuntut Umum, Ardian SH dan Fadhil SH, soal kasus ijasah palsu paket C dengan terdakwa, Abd Kadir, anggota DPRD Kab Probolinggo Fraksi Gerindra, tidak berjalan mulus.

Pasalnya, dua orang saksi, Lukman Hakim, Ketua KPU Kab Probolinggo dan H Jon Junaedi, Ketua DPC Gerindra Kab Probolinggo, mangkir atau tidak hadir dalam persidangan kasus ijasah paket C yang diduga palsu tersebut.

Ketua LSM Persama, H Saudi Hasyim Jahur, mengadakan kegiatan Seminar Berantas Narkoba Thn 2009 bersama Mantan Petinggi BNN, Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, Mantan Kasat Reskrim Polres Probolinggo 1995./indonesiapost.co

Ketua KPU Kabupaten Probolinggo, Lukman Hakim sudah dua kali tidak hadir dalam persidangan ini, hanya akan memberikan keterangan saksi adanya ijazah palsu. Lukman sendiri beralasan pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fadhil SH, dan diteruskan pimpinan sidang, Gatot Ardian Agustriono SH, menyatakan Lukman sedang melaksanakan tugas di daerah Mojokerto. Sedangkan H Jon Junaedi, sedang mengikuti rapat di Surabaya.

Menanggapi 2 saksi (H Jon Junaedi dan Lukman Hakim) tidak hadir dalam sidang ketiga di PN Kraksaan, terutama Ketua KPU, Lukman Hakim, sudah dipanggil 2 kali oleh Jaksa penuntut umum, Ardian SH dan Jak Fadhil SH, sbg saksi sidang terdakwa, Abd Kadir, ternyata tidak hadir, terkesan akan mempersulit atau memperlambat jalannya sidang.

Kalaupun Lukman Hakim, ada acara rapat ke Mojokerto, masih ada 4 orang komisioner KPU yang lain masih bisa mewakili rapatnya. Sedangkan Lukman, bisa menghadiri sidang sebagai saksi.

“Jangan sok meremehkan persoalan jalannya sidang ini. Siapapun dimata hukum mempunyai hak yang sama. Sekalipun komisioner KPU, ya hormati panggilan Jaksa itu. Mentang-mentang jadi ketua, sudah super sibuk,”tegas H Saudi Hasyim Jahur, Ketua LSM Permasa sebagai pelapor, saat dimintai tanggapan, Kamis (12/12/19).

Ditegaskan lagi, berkaitan kasus ijasah palsu Abd Kadir, menjadikan Ketua LSM Permasa, Saudi, merasa heran paa Ketua KPUD Kab Probolinggo, telah dengan mudah berhasil meloloskan Abd Kadir dari partai Gerindra, masuk sebagai Calon tetap pada pileg 2019-2024.

Padahal, saat penjaringanCaleg Sementara untuk masuk ke Caleg Tetap, masih banyak proses yang harus dilalui oleh petugas KPUD. Tapi dengan mudahnya, Caleg Abd Kadir diloloskan sebagai calon tetap hingga menjadi anggota DPRD Kab Probolinggo.

“Disaat ijasah Kadir diajukan ke KPU, tertera legalisir dari Dispendik Kab Probolinggo, seharusnya oleh petugas KPU di cek langsung dan ditanyakan pada Kepala Dispendik, apakah legalisir ijasah Abd Kadir ini terdaftar, apa tidak. faktanya, petugas KPU tidak melaksanakan itu,” kecewa Saudi, berjanji akan melaporkan oknum Ketua KPU ke Polres dengan dugaan membantu atau turut serta melancarkan lolosnya ijasah palsu tersebut.

Ketua LSM Persama, H Saudi Hasyim Jahur, bersama keluarga silaturrahim kerumah Brigjen Pol Drs Siswandi, Ketua GPAN (Gerakan Peduli Anti Narkoba) pusat di Jakarta./indonesiapost.co

Makanya, kata Saudi, bila sidang Abd kadir sudah selesai dan sudah ada putusan Pengadilan. Ketua LSM Permasa akan meminta pada penyidik Polres, untuk memproses Ketua KPU sebagai tersangka baru, karena ada dugaan sebagai turut serta melancarkan atau membantu lolosnya Abd Kadir dari caleg sementara menjadi caleg tetap hingga duduk menjadi anggota DPRD Kab Probolinggo.

“Lolosnya Abd Kadir dari Caleg sementara hingga menjadi Caleg tetap, ada dugaan main mata. Tunggu saja tanggal mainnya. Saya akan mendesak penyidik Polres, untuk menambah tersangka baru pada oknum ketua KPU tersebut.” tegasnya.(fathoni/ind).