Lo !!…Bakal Berdiri Ponpes Modern, Kok Merangkap Penggergajian Pohon Balsa

PROBOLINGGO,IndonesiaPost.co – Secara umum, namanya pondok pesantren (ponpes) indentik dengan ratusan santri, menimba ilmu tentang agama khususnya agama Islam, dan juga para santri bersekolah hingga perguruan tinggi disekitaran pondok pesantren.

Kini di Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, bakal berdiri sebuah pondok pesantren modern “Sibalsa”, lokasinya perbatasan dengan Desa Bulang.
Sedangkan pemiliknya, Erwin, asal kota Sidoarjo, Jawa Timur.

Pintu masuk selebar 20 Meter, ke ponpes dan pabrik pengolahan kayu PT Sibalsa, dan foto tempat tidur santri dengan model Gasebo./indonesiapost.co

Dan bangunan pesantren, berdampingan pabrik pengelolahan kayu Balsa itu, sudah digarap sekitar 50 %. Diperkirakan pada tiga bulan lagi, pesantren tersebut sudah bisa ditempati.

Diperkirakan para santrinya rata-rata masih remaja itu, nantinya selain menimba ilmu, juga bakal digembleng mengelolah gergajian pohon balsa, yang dikemas menjadi bahan meubelair untuk di eksport ke luar Negeri.

Uniknya, bangunan gedung untuk para santri yang bermukim di ponpes “sibalsa”, tidak seperti biasanya, kok tidak sama dengan gedung bangunan tembok milik pondok pesantren lain yang pada umumnya.

Sebuah masjid dilingkungan pondok pesantren dan pintu masuk ke pabrik pengelolah kayu Balsa./indonesiapost.co

Bila bangunan gedung tembok pondok pesantren, secara umum, pastinya bangunan tembok melebar kesamping (berpetak-petak) dengan ruangan 5×6 M dan memanjang hingga 20 M, berlantai dua hingga lantai tiga.

Namun bagi pesatren Sibalsa ini, tampil beda yakni bagunan untuk santri menginap dibentuk seperti Gasebo nyaris rumah konu dan didepan terasnya diberi ukiran cantik.

“Unik ya, ada pondok pesantren, tempat tidur santrinya seperti rumah padepokan ala Gasebo,” kata beberapa warga, rasan2 keunikan bangunan tersebut.

“Ini pesantren untuk santri apa untuk para pekerja yang akan bermalam di lokasi pabrik,” tambahnya.

Menurut Kades Brumbungan Lor, Erik Samsul, membenarkan di Desanya bakal berdiri sebuah pesantren merangkap dengan pabrik pengelolahan kayu Balsa, bahan eksport ke luar negri.

“Persyaratann pengajuan surat Ijin IMB, saya sudah menandatangi dan diteruskan ke pak Camat Abduh, saat itu”.

“Dan pemiliknya, ngomong ke saya, kalau pengajuan ijin sudah diajukan ke Dinas, dan sekarang masih di proses di Dinas Perijinan,” jelas Kades, Erik, Senin (13/7/2020) melalui ponselnya.

Bicara grosir kayu Balsa, sangat cocok dan bisa dibuat segala macam alat dapur dan ruangan rumah, seperti kursi, hiasan tembok, dan lemari dapur. Pasalnya, olahan kayu balsa dikenal memiliki ketahanan yang kuat dan bahannya bersifat ringan.

Pohon balsa adalah penghasil kayu ringan yang dinamakan balsa. Tumbuhan ini berasal dari Amerika Selatan dengan nama ilmiah Ochroma pyramidale. Produsen terbesar kayu balsa di dunia berasal dari Ekuador, Papua Nugini dan Indonesia.(min/ind)