Lagi, Lagi, Lagi.! Anggota Koramil Gending Meninggal Dunia, Korban Kebakaran Gedung Penimbunan BBM Ilegal. “Pemiliknya Harus Dihukum”

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Bukan hanya virus corona saja, setiap hari menghebohkan masyarakat karena virus corona, bisa menimpa korban jiwa alias meninggal dunia.

Begitu juga, peristiwa kebakaran disertai ledakan di gedung penimbunan BMM Ilegal, di dusun Kertah, Desa Sebaung, Kecamatan Gending, pada hari Kamis (19/3/2020) lalu, kini menjadi perbincangan dan keprihatinan bagi warga Desa Sebaung, Kecamatan Gending, karena sejak kebakaran itu, mengakibatkan 45 korban luka bakar termasuk Komandan Koramil Gending, Kapten Inf Edy Sotomo, mengalami luka bakar sedang dan yang meninggal dunia terus bertambah hingga berjumlah 5 orang.

Saat terjadi kebakaran, ada 3 korban yang meninggal dunia saat itu, diantaranya, Alimuddin (35), warga Desa Liprak wetan, Kec Banyuanyar, Ladiyo (60), dan Syaiful Rosi (46), keduanya warga dusun Kertah, Desa Sebaung, Kecamatan Gending.

Pj Kades Sebaung, Misnaji S.pd, bersama tetangga korban, Busin, Dusun Kertah, sedang melakukan sholat jenasah./indonesiapost.

Selanjutnya, hari Jumat (27/3/2020) kemarin sekitar 13.30 wib, korban yang meninggal dunia bertambah lagi satu orang, yakni, Busin (38) warga Dusun Kertah, Desa Sebaung.

Belum selesai warga dikagetkan, 4 korban meninggal dunia gegara kebakaran gedung penimbunan BBM ilegal itu, hari ini Sabtu (28/3/2020) sekitar pukul 07.30 wib, korban bertambah lagi, yakni, anggota Koramil Gending, Koptu TNI Santoso, meninggal dunia dalam perawatan dirumah sakit Syaiful Anwar, Kota Malang.

Menurut Pj Kades Sebaung, Misnaji S.pd, menerangkan, hari Jumat kemarin Misnaji sempat mimpin sholat jenasah, Busin, yang masih bertetangga, hingga mengantar almarhum kepemakaman dikuburan umum.
“Innalillahi wainnalillahirojiun”.
Jumlah korban yang meninggal dunia, kini berjumlah 5 orang termasuk anggota Koramil Gending ini. Sedangkan Komandan Koramil, Kapten Inf Edy Sutomo, yang juga mengalami luka bakar dirawat dirumah sakit di Sidoarjo.”kata Misnaji, sambil menjelaskan, jenasah almarhum Koptu TNI Santoso, langsung dipulangkan ke rumahnya dikota Kediri.

“Kami se keluarga dan a/n Pemerintah Desa Sebaung, turut prihatin dan turut mengiringi doa atas berpulangnya ke Rahmatullaah, “Koptu Santoso”.
Semoga amal Ibadah dan semangat perjuangannya diterima oleh Allah SWT. Diampuni dosa dari kesalahan dan kehilafannya. Semoga ditempatkan yang mulia di sisi Allah bersama para Syuhada dan Husnul khotimah.
Bagi keluarga almarhum yg ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kesabaran. Aamiin.”, doa Pj Kades Misnaji, yang juga Ketua MWC NU Kecamatan Gending.

Seperti diberikan media ini, Peristiwa yang menggemparkan hingga membawa korban jiwa, kini 5 orang meninggal dunia dan 45 korban mengalami luka bakar, keluarga para korban mengaku kecewa berat, karena pemilik gudang penyimpanan BBM ilegal yang terbakar itu, tidak melayat atau tidak takziyah kerumah duka.

“Sampai saat ini, tak ada, bu Mala, pemilik gudang yang terbakar itu, takziyah kerumah duka. Seharusnya, ibu Mala melayat sebagai umat Islam,” ujar Holili, Wahab, korban luka bakar, yang sangat kecewa pada pemilik gudang penimbun BBM ilegal tersebut.

Bahkan tingkah laku pemilik gudang, Ny Mala Ladiyo, terkesan acuh tak acuh dan sombong, dan sempat ngomong ke beberapa tetangga yang lain, bahwa Ny Mala, menyalahkan para korban mendatangi lokasi kebakaran.

“Saya tidak mau disalahkan. Karena mereka (korban) itu, bukan saya yang nyuruh datang kelokasi kebakaran. Jadi mereka salah sendiri,” kata salah satu korban, Holili, menirukan ucapan istri pemilik BBM ilegal, Ny Mala Ladiyo, yang masih tetangganya.

HM Saudi Hasyim Jahur, Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu) Probolinggo, berkopiah hitam./indonesiapost.co

Menurut, HM Saudi Hasyim Jahur, Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu) Probolinggo, mengaku beberapa korban luka bakar mendatangi kekantornya.

Mereka, kata Saudi, meminta perlindungan hukum untuk menuntut pemilik gudang penimbunan BBM ilegal, dan juga penjual ratusan ribu liter bensin premium tanpa ijin, yang dijual ke beberapa pengecer di 3 wilayah, Kecamatan Banyuanyar, Kecamaan Tiris dan Kecamatan Maron.

Dan tidak tanggung-tanggung, dalam tuntutan perdata nanti, setiap korban akan meminta ganti rugi sebesar Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per orang. Sehingga dalam gugatan perdata tersebut, para korban meminta ganti rugi miliyaran rupiah.

“Saya wajib memberikan perlindungan hukum bagi para korban luka bakar itu. Sebagian korban, akan cacat seumur hidup. Jadi perlu mereka mendapatkan ganti rugi, karena para korban sudah tidak bisa bekerja lagi, untuk mencari nafkah keluarganya,” tegas H Saudi, mengaku para korban meminta, pemilik penimbun BBM ilegal, yang dikenal pengusaha kaya hasil bisnis BBM liar itu, harus dihukum berat.

Lebih jauh dikatakan, H Saudi, bahwa sudah jelas gudang penimbun BBM ilegal terbakar dan mengakibatkan 5 orang meninggal dunia dan 45 orang luka bakar hingga cacat seumur hidup, maka pemiliknya bisa dikenakan pasal 359 HUHP yakni Kelalaian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, dan pelanggaran hukum sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 55 UU Migas, bahwa orang yang menjual bensin secara ilegal dan penimbunan BBM ilegal bisa dikenai hukuman kurungan selama 6 penjara dan berupa denda sebesar Rp 6 miliar.

“Alhamdulillah, ada beberapa Advokat siap membantu para korban luka bakar untuk menggugat ganti rugi ke Pengadilan dengan tanpa syarat,” pungkas H Saudi, mengaku beberapa advokat itu rela dan ikhlas membantu para korban secara gratis.(aud/ind).