Lagi, Bupati Hj Tantri Terima Penghargaan Sebagai Terbaik X, Pembina K3 se Jatim

SURABAYA,Indonesiapost.co – Masyarakat Kabupaten Probolinggo mengaku bangga, setelah beberapa kali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Hal ini dibuktikan dengan pemberian penghargaan oleh Gubernur Jawa Timur kepada Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, SE sebagai Kepala Daerah terbaik Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2020.

Penghargaan ini diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono mewakili Bupati Probolinggo dalam Apel Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional dan Pemberian Penghargaan Pembina K3, Kecelakaan Nihil, SMK3 dan P2 HIV-AIDS Tingkat Jawa Timur Tahun 2020 di Lapangan Sepakbola Kawasan SIER, Surabaya, Senin (13/1/2020).

Kegiatan yang diikuti oleh para kepala daerah di Jawa Timur ini mengambil tema “Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 Pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi”.

Tahun 2017/2018 Bupati Hj Puput Tantriana Sari SE, mendapat penghargaan WTP dari mantan Gubernur Jatim, H Sukarwo. Tahun 2020 Sekda Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono mewakili Bupati Probolinggo menerima penghargaan dari Gubernur Jatim, Hj Khofifah Indar Parawansa./indonesiapost.co

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono mengaku sangat bersyukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan pada awal tahun 2020 ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa yang diraih oleh Pemkab Probolinggo yang dipimpin oleh Ibu Hj Puput Tantriana Sari, SE selaku Bupati Probolinggo.

“Alhamdulillah, Ibu Bupati telah berhasil melakukan pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Probolinggo, khususnya yang berkaitan dengan Keselamatan, dan Kesehatan (K3) bagi pekerja,” ungkapnya.

Dengan penghargaan ini Soeparwiyono mengharapkan agar nantinya dapat memotivasi OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk bisa terus berprestasi. Harapannya penghargaan tersebut dapat selaras dengan peningkatan kesejahteraan para pekerja atau buruh.

“Semoga penghargaan ini tidak hanya simbolis saja, melainkan menjadi pelecut untuk bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya, terutama dalam hal kesejahteraan pekerja/buruh,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo, Hudan Syarifuddin, mengatakan keberhasilan meraih penghargaan tersebut tidak terlepas dari kontribusi 15 perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Perusahaan-perusahaan tersebut sukses mengaplikasikan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaannya.

“Dalam pemberian penghargaan ini, 10 perusahaan meraih penghargaan kecelakaan nihil, 3 perusahaan meraih penghargaan SMK3 terbaik dan 2 (dua) perusahaan meraih penghargaan P2 HIV AIDS terbaik,” ungkapnya. (Inf/ind)