Korban Meninggal Terus Bertambah. Penimbun BBM Ilegal Pernah Ditegor Polisi dan Para Tetangga. “Tidak Ada Kapoknya”

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Peristiwa kebakaran beberapa tabung Drum di gudang penimbunan BBM ilegal, di Dusun Kertah, Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, hari Kamis (19/3/2020) kemarin, kini korban yang meninggal dunia terus bertambah.

Semula, korban yang meninggal dunia di TKP, Alimudin (35) anak mantu pemilik gudang tempat penimbunan BBM yang terbakar tersebut.

Sedangkan korban lainnya yang meninggal dunia, Syaiful Rosi (46), tetangganya, Ladiyo, penimbun BBM ilegal itu, warga Desa setempat.

Korban meninggal dunia, Syaiful Rosi (46) warga Desa Sebaung, dan Alimuddin (35), warga Desa Liprak wetan, hari ini Jumat, dikebumikan dikuburan umum./hm saudi hasyim jahur

“Kemarin Kamis, korban Alimuddin meninggal di TKP, sedangkan korban, Syaful Rosi, meninggal dunia tadi malam, di rumah sakit, Syaiful Anwar Kota Malang. Jenasah almarhum Syaiful, kini sudah berada dirumah duka dan siang ini jenasah dikebumikan dikuburan umum di dusun Kertah,” tutur H Achmadi, tetangga korban.

Sesuai laporan Kepala Dinas Kesehatan Kab Probolinggo, dr Nanang Budi Y, menerangkan korban yang mengalami luka bakar sebanyak 50 orang, yang dirawat di 4 rumah sakit yaitu rumah sakit Waluyojati Kraksaan, rumah sakit Graha Sehat Kraksaan, Puskesmas Gending, rumah sakit Wonolangan Dringu dan rumah sakit Husada Kota Probolinggo.

Adapun biaya perawatan bagi para korban dibiayai dana dari Pemkab Probolinggo. “Atas perintah Bupati, Ibu Hj Tantri, bahwa biaya perawatan dirumah sakit bagi para korban dibiayai oleh Pemda,” jelas dr Nanang Budi Y, Jumat (20/3/2020).

Menurut beberapa tetangga, mengaku sangat kecewa berat terjadinya kebakaran dan ledakan beberapa tabung drum yang berisi ribuan bensin, hingga mengakibatkan puluhan orang mengalami luka bakar dan dua orang meninggal dunia.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs H Hasan Aminuddin, bersama Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo, Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan, dan Sekda, H Soerparwijono, mendatangi 4 rumah sakit, melihat para korban yang terkena ledakan tabung drum berisi BBM./indonesiapost.co

Para tetangga berharap, Polisi segera menindak tegas yang dilakukan Ladiyo, penimbun BBM ilegal itu. Pasalnya, para tetangga menganggap, Ladiyo, penimbun BBM Ilegal itu, terkesan tamak.

Pada 8 bulan lalu, penimbun bensin dan pengecer ribuan liter bensin, sudah pernah mendapat tegoran dari petugas Polres dan para tetangga, agar Ladiyo, penimbun BBM dan pengecer bensin ilegal itu tidak menimbun BBM tersebut.

Namun Ladiyo, tak menggubrisnya bahkan terkesan bertambah merajalela, tiap malam kula’an ribuan liter bensin ke beberapa oknun petugas Pom Bensin yang ada di Probolinggo.

“Pak Ladiyo tidak ada kapoknya menimbun BBM ilegal itu. Kalau sudah seperti ini, bukan mereka saja yang mengalami rugi, para tetangga juga rugi besar mengalami luka bakar terkena kobaran api itu.” kesal Holili, salah satu korban luka bakar yang mengaku sempat menegornya tapi tak dihiraukan oleh penimbun BBM ilegal tersebut.

Seperti diberitakan, pada hari Kamis (19/3/2020) sekitar pukul 15.30 wib sempat gempar dan dibuat panik, setelah gudang tempat penimbunan BBM ilegal terbakar, yang disertai bunyi ledakan sebanyak 5 kali, menyerupai bunyi ledakan bom.

Akibat gudang penimbunan bensin yang terbakar itu, mengakibatkan 2 orang meninggal dunia yaitu, Alimuddin (35), menantu pemilik gudang, Ladiyo (60) , warga dusun Kertah, Desa Sebaung Kecamatan Gending, dan Syaiful Rosi, tetangganya dan korban luka bakar sekitar 50 orang.

Data dilapangan, pemilik gudang tempat menimbun BBM, Ladiyo, kerjanya setiap hari, menimbun ribuan liter bensin digudangnya.

Kemudian, bensin yang ditimbun di dalam gudangnya, setiap hari juga rutin dikirim ke beberapa pengecer bensin, yang berada di wilayah Kec Maron, Kecamatan Banyuanyar, hingga Kecamatan Tiris.

Pada hari naas nya, dalam
peristiwa kebarakan yang menggemparkan warga itu, terjadi sekitar pukul 15.30 wib seusai waktu Ashar.

Menurut saksi mata, saat itu pemilik gudang, Ladiyo, yang dikenal sebagai pedagang bensin eceran, bersama anak buahnya, mendatangi ke gudang tempat menimbun ribuan liter bensin tanpa memiliki ijin HO.

Mereka ber-empat, bermaksud memindahkan ribuan liter bensin dari beberapa drum ke jerigen yang berisi bensin 20 literan.

Tanpa menaruh curiga, saat asyik memindahkan bensin dari tabung drum ke jerigen, tiba-tiba disekitar lokasi di dalam gudang, ada percikan api dari alian listrik hingga menyambar bensin yang ada didalam jerigen.

Karuan saja, jerigen yang berisi bensin tersambar api hingga menyambar ke jerigen yang lain. Kemudian api merambah ke beberapa tabung drum besar hingga meledak seperti suara ledakan Bom.

Bahkan korbaran api, menyambar para warga yang berusaha memadamkan api tersebut, termasuk Komandan Koramil Gending, Kapten Inf Edi Sotomo dan anggotanya, Koptu Santoso, terkena luapan api hingga mengalami luka bakar. Bahkan anggota Koramil, Koptu Santoso, mengalami luka bakar berat hingga dirujuk kerumah sakit Syaiful Anwar Kota Malang.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs H Hasan Aminuddin, suami Hj Puput Tantriana Sari SE, Bupati Probolinggo, bersama Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo, Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan, dan Sekda, H Soerparwijono, Camat Gending, M Abduh, Kapolsek Gending, AKP Ohim, turun langsung mendatangi TKP, meninjau secara dekat ke lokasi kebakaran dan juga mendatangi ke 4 rumah sakit, untuk melihat langsung para korban yang terkena kobaran api hingga luka bakar tersebut.

“Saya datang ke para korban, agar mereka sabar menghadapi ujian ini. Dan saya doakan, semoga cepat sembuh,” kata H Hasan Aminuddin, mengaku biaya perawatan para korban dirumah sakit, akan ditanggung Pemkab Probolinggo.

Sementara, Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan, mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus pada korban.

Namun seterusnya, ia akan memerintahkan Kasat Reskrim untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus penimbunan BBM ilegal, dan kebakaran yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Kita akan dalami dulu, apakah kasusnya ada kelalaian dan penimbunan BBM tanpa ijin. Kalaupun nanti, ada pelanggaran tindak pidana murni, maka saya tidak segan-segan untuk menindak tegas,” ujar Kapolres, AKBP Ferdy Irawan, saat disela-sela kesibukan meninjau lokasi kebakaran tersebut.

Penimbunan BBM ilegal jelas merupakan perbuatan untuk menguntungkan orang atau kelompok tertentu, sehingga penimbunan BBM merupakan pelanggaran hukum.

Ketentuan sanksi Penimpunan BBM terdapat pada UU No. 1 tahun 1953 tentang Penetapan UU Darurat Tentang Penimbunan Barang kemudian UU No. 22 tahun 2001 tentang Migas. Sanksi pidana sehubungan penimbunan BBM adalah sekurang-kurangnya 6 tahun Penjara (Pasal 5 UU No. 1 tahun 1953).

Sementara, Pasal 53 UU No. 22 tahun 2001 tentang Migas menyatakan setiap orang yang kedapatan melakukan penyimpanan BBM tanpa izin usaha penyimpanan, dipidana 3 tahun penjara dan denda maksimal 30 Miliar.(aud/ind)