Khofifah Lambat Umumkan Cawagub, Gus Ipul Sudah Bentuk Tim Sukses.

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Pilkada jatim Ai??yang akan dilaksanakan tanggal 27 Juni 2018 mendatang, tentang perebutan Cagub dan Cawagub, dipekirakan sudah 8 bulan lagi perhelatan Pilgub Jatim tersebut dilaksanakan.

Adapun Cagub Jatim, Syaifulah Yusup (Gus Ipul) dengan Cawagubnya, Azwar Anas, Bupati Banyuwangi itu sudah membentuk tim sukses diberbagai daerah yang ada di seluruh Jawa Timur.

Sedangkan Cagub Khofifah hingga kini belum mengumumkan siapa Cawagubnya, namun menurut Tim 17 Kyai sudah menyerahkan dua nama Cawagub yang sudah disodorkan ke Cagub, Khofifah diantaranya, Ipong Muchlissoni, Bupati Ponorogo dan Emil Dardak Bupati Trenggalek.

“Insyaallah hari Rabu tanggal 15 Nopember ini, ibu Khofifah akan mengumumkan Cawagubnya dari salah satu kedua calon itu,”kata KH Sholahuddin (Gus Sholah) ketua Tim Kyai yang disampaikan pada Wartawan Sabtu (11/11/2017).

1. Anggota DPR RI Komisi VIII, H Hasan Aminuddin (baju putih, red), Brigjen Pol Siswandi (jaket hitam,red) Artis Alm Ajie Masaid baju merah muda dan santri setia Hasan, Saudi Hasyim Jahur (kaos liris abu-abu,red) pada saat Acara Seminar Anti Narkoba di gedung Islamic Center Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo tahun 2010 lalu. 2. H Hasan Aminuddin (kopiah putih,red) dan Para Santri Setia Hasan mengantar ke bandara Juanda Surabaya, untuk berangkat Umroh pada bulan Desember 2016 lalu./Sugianto/M Novi

Mananggapi hal itu Ketua Lsm Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu) Kabupaten Probolinggo, Hm Saudi Hasyim Jahur, santri setia Hasan, dan juga sebagai pemilih pada pilgub Jatim ini, merasa bangga dan gembira karena kedua Cagub sama-sama dari tokoh NU dan bukan dari kader partai.

Sehingga dalam pelaksanaan pilgub nanti, siapapun yang terpilih menjadi Gubernur dari kedua kandidat tersebut, kalangan NU sebagai pemilih terbesar di jawa timur bisa dipastikan senang dan gembira.

Sehingga Ai??warga NU perlu untuk saling silaturrahim agar tidak terjadi pertengkaran dan tidak saling menjelekkan antar calon gubernur itu.

“Saya yakin, siapapun yang terpilih jadi Gubernur, warga nahdiyin pasti puas karena kedua Cagub itu sama-sama dari tokoh NU.

Bila Gus Ipul terpilih jadi Gubernur warga NU tidak dirugikan bahkan menguntungkan.

Begitu juga, andaikan Khofifah terpilih jadi Gubernur, pastilah juga warga NU puas dan juga tidak dirugikan malah untung,” kata Saudi, saat dimintai komentarnya, Minggu (11/11/2017) dikantornya.

Bicara soal gerakan dan langkah untuk mencapai pemenangan dari kedua Cagub tersebut, dikatakan H Saudi, bahwa Cagub Gus Ipul lebih duluan bergerak melakukan sosialisasi tentang dirinya sebagai Cagub Jatim bahkan Gus Ipul bersama Cawagubnya Azwar Anas, sudah membentuk tim sukses diberbagai daerah diseluruh jawa timur.

Sedangkan Cagub Khofifah masih akan mengumumkan Cawagubnya pada hari Rabu tanggal 15 Nopember ini.

“Kalau bicara soal siapa yang paling awal mensosialisasikan sebagai Cagub dan Cawagubnya, secara logika, bisa jadi Gus Ipul akan lebih banyak memperoleh suaranya.

Coba kita bayangkan. Dalam jarak sebulan Gus Ipul sudah lari cepat, sedang Cagub Khofifah masih mau milih-milih Cawagubnya. Jadi secara teori politik Cagub Khofifah sudah kalah start,”tegas H Saudi, berharap cagub Khofifah harus lebih maksimal membentuk tim sukses agar bisa menyaingi langkah lawan politiknya.

Sebagai santri setia Hasan, kata Saudi, bahwa semua pengurus Lsm Permasa bersama keluarganya akan selalu taat dan tunduk pada gurunya yakni H Hasan Aminuddin.

Sebagai warga NU (Nahdlatul Ulama) wajib memilih dan Ai??memenangkan calon gubenurnya.

“Saya yakin, santri setia Hasan, akan selalu tunduk dan taat mengikuti saran atau petuah dari guru, H Hasan Aminuddin, bahwa calon gubernur siapa nanti yang akan dipilihnya. Saya tinggal menunggu komando saja,”aku Saudi, mengaku sejak pilbup Probolinggo tahun 2003 santri setia Hasan tak pernah munafik dan selalu tunduk atas petuah dari gurunya, H Hasan Aminuddin.(son/gik) Can you buy zyban online Best cannabis seeds bank Sale lady era