Ketua Hipmi Probolinggo Tinjau Pengracik Terbaik Kopi Lokal di “Metro Cafe”

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Di kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo telah dibuka sebuah cafe minuman kopi lokal dengan rasa asli kopi kobra ber kelas, tak lain “Metro Cafe” milik pengusaha muda, H Zulmi Noer Hasani Aminuddin, yang juga sebagai Penasehat Hipmi Kabupaten Probolinggo.

Terkenalnya “Metro Cafe” yang meracik kopi lokal dengan rasa kopi kobra ber kelas itu, ternyata membuat perhatian tersendiri bagi, Intan Cahya Kurniasari, Ketua Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Kabupaten Probolinggo, hari Minggu (5/11/2017) bersama pengurus Hipmi yang lain, menyempatkan diri hadir ke Metro Cafe dengan harapan untuk memberikan dukungan/suport kepada pemilik cafe Metro tersebut.

Penasehat Hipmi Probolinggo, H Zulmi Noer Hasani Aminuddin, menunjukkan pada pengurus Hipmi Kab Probolinggo tentang kopi lokal yang sudah selesai diracik dengan rasa kopi ber kelas di tempat Cafe Metro, miliknya./hm saudi hasyim jahur

“Hipmi perlu memberi apresiasi kepada Asosiasi Pengusaha Kopi Kabupaten Probolinggo, tentang meracik kopi lokal untuk menjadi kopi dengan rasa kopi kobra yang ber kelas. Sehingga kopi rasa yang ber kelas, bisa meningkatkan pengetahuan karakter kopi dan meningkatkan standart mutu kopi. Utamanya kopi lokal Probolinggo,”kata Intan, bangga ada cafe Metro meracik kopi lokal yang bisa membuat rasa kopi ber kelas.

Dijelaskan lebih jauh, kata Intan, tak hanya pengurus Hipmi yang bangga ada pengusaha muda dikota Kraksaan, mampu bergerak dibidang Kafe and Restaurant, dan kaum anak mudapun turut bangga karena minuman kopi ber kelas sudah terjual di Metro Kafe tersebut.

“Cafe Metro ini satu-satunya Cafe yang mampu meracik kopi lokal dengan rasa kopi ber kelas.”terang Intan, bangga mempunyai pimpinan sebagai Penasehat Hipmi sukses membuka cafe Metro di Kota Kraksaan.

Seperti diketahui secara geografis Kabupaten Probolinggo diuntungkan dengan kondisi alamnya.

Selain Kabupaten Probolinggo mempunya lautan, punya daratan dan juga punya pegunungan.

Dari daerah pegunungan ini, seperti Kecamatan Tiris dan Kecamatan Krucil, dikenal sejak jaman Belanda sebagai daerah yang menghasilkan kopi-kopi lokal.

“Makanya kalau pinter meraciknya, kopi lokal tidak kalah aroma dan nikmatnya dibanding kopi daerah lain. Sekarang tergantung bagaimana seni meracik kopi lokal yg baik dan pola pemasaran yg menarik,”jelas Intan, yakin kedepan kopi lokal akan sukses terjual, kalau peng raciknya tau betul tentang bagaimana rasa dan nikmatnya Ai??kopi yg akan disuguhkan kepada para pelanggannya.(aud/yon) Cost of aldactone 50 mg Purchase purim images