Kasat Pol PP: “Karyawan Tewas Kerja di Pabrik Kayu Belum Mempunyai Ijin”.

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Dibalik tewasnya korban, Heru Lintang Cahyono (23), warga Dusun Pasar, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, yang terjadi Sabtu (6/7/2019), diduga kuat pihak perusahaan terjadi kelalaian.

Pasalnya, korban tewas saat bekerja di pabrik pengolahan kayu PT Mandiri Jaya Succesindo, di Desa Pajurangan itu, belum mengantongi izin berproduksi.

Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, H Dwijoko Nurjayadi, dan beberapa petugas Polsek Gending sedang memasang garis polisi “Police Line” di pabrik pengelolahan kayu di Desa Pajurangan./indonesiapost.co

Hal dikatakan Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, H Dwijoko Nurjayadi, bahwa pabrik pengelolahan kayu yang baru berdiri awal tahun 2019 ini, dan telah membawa petaka 1 orang karyawan tewas, saat bekerja adalah pabrik pengelola kayu itu tidak mempunyai ijin berproduksi.

Bahkan menurut H Joko, sapaan akrabnya, mengaku 4 bulan lalu sebelum areal pabrik pengolahan kayu membawa petaka, telah pernah dipasangi segel oleh petugas Satpol PP, agar tidak beroperasi dahulu hingga menyelesaikan izinnya.

“Seharusnya sebelum izin keluar, pabrik tidak boleh berproduksi. Bahkan segel Satpol PP masih terpasang di gerbang pabrik,” terang H Joko, mengaku akan koordinasi dengan pihak Kepolisian.

Perlu diketahui, hari Sabtu (6/7/2019) pukul 05.30 WIB, terjadi kecelakaan kerja di pabrik pengolahan kayu PT Mandiri Jaya Succesindo di Desa Pajurangan, Gending, Kabupaten Probolinggo.

Korban adalah Heru Lintang Cahyono (23), warga Dusun Pasar, Desa Pajurangan, Kabupaten Probolinggo. Korban tewas setelah masuk ke mesin produksi dengan luka parah di bagian dada dan tangannya.

Menurut teman kerjanya, Dani Wahyu Saputra, mengatakan saat kejadian korban sedang bekerja di bagian mesin pengepresan dan pengeleman. Korban sendiri bekerja masuk shift malam hingga pulang pagi hari,

Nahas, korban pagi itu sudah persiapan waktunya untuk pulang kerja, dan secara tak sengaja korban menginjak alas mesin hingga terjatuh dan membawa tubuh korban ke arah belakang. Seketika tubuh korban pun, lantas terjepit ke mesin pengeleman.

“Alas mesin bisa bergerak, karena ada rodanya. Makanya tubuh korban langsung masuk ke mesin, dan terjepit. Karyawan lain yang tahu kejadian itu, langsung mematikan mesinnya,” terang Dani.

Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Wonolangan, Dringu guna mendapatkan pertolongan medis. Namun sayang, tiba di RS nyawa korban tak dapat tertolong.

Secara terpisah Kapolsek Gending, AKP Ohim menjelaskan, bahwa Kapolsek bersama anggotanya langsung ke TKP setelah mendapat laporan dari warga. Bahkan Kapolsek AKP Ohim, masih sempat mengetahui korban diketahui masih dalam keadaan hidup, namun saat dievakuasi ke rumah sakit, korban meninggal dunia.

Atas peristiwa ini, AKP Ohim, bersama petugas Polres Kabupaten Probolinggo untuk menyelidiki penyebab pasti terjadinya kecelakaan kerja yang menimpa korban. Apa murni human error atau ada penyebab lainnya.

“Terkait sebab pastinya, kita selidiki dulu bersama Reskrim. Dugaan sementara korban meninggal karena jatuh ke mesin press atau pengeleman,” jelas Ohim.

Disinggung terkait ijin pabrik yang belum dikantongi, Ohim menyebut hal itu perlu koordinasi dengan pihak Pemkab dan bukan Polres Probolinggo.

“Kita selidiki dulu kecelakaan ini, apakah ada unsur kelalaian korban atau ada sebab lainnya,”tambahnya.

Pihak pabrik sendiri sangat tertutup, bagi awak media terkait peristiwa kecelakaan kerja tersebut. Bahkan saat sejumlah wartawan hendak masuk areal pabrik guna konfirmasi, pihak satpam pabrik langsung melakukan pelarangan.

Sementara suasana duka menyelimuti kediaman rumah korban Dusun Pasar, Desa Pajurangan, terlihat puluhan pelayat takziah kerumah korban.

Setelah korban divisum dirumah sakit PG Wonolangan di Dringu, selanjutnya jenazah korban langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat.(son/ind)