Kapolri Prioritaskan Santri Masuk Akpol, Bupati Hj Tantri Launching Gerakan Ayo Membangun Madrasah.

JAKARTA/PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Setelah dilantik Presiden H Jokowi, terhadap Kapolri yang baru, Jendral Pol Idham Azis, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/11/19) lalu, langsung membuat gagasan cemerlang memproritaskan kalangan Santri dan siswa/siswi Madrasah untuk masuk anggota Kepolisian RI.

Kapolri Idham Azis, akan memberikan perhatian penuh dalam melaksanakan program penguatan Polisi profesional, modern, ber etika dan terpercaya.

“Peningkatan SDM bagi seluruh anggota Polri, dan penguatan penegakan hukum yang profesional serta berkeadilan, adalah suatu penataan kelembagaan dan penguatan pengawasan, ber-etika, itu merupakan program prioritas, Jendral Pol Idham Azis, adalah suatu gagasan yang cemerlang, dan perlu diacungi jempol,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs H Hasan Aminuddin Msi, mantan Bupati Probolinggo dua periode 2003-2013.

Presiden H Jokowi, resmi melantik Kapolri baru, Jendral Pol Idham Azis, dan Bupati Probolinggo, Hj Puput Tantriana Sari SE, memukul Gong Pertanda dimulainya Launching Gerakan Ayo Membangun Madrasah./indonesiapost.co

Secara bersamaan, Bupati Probolinggo, Hj Puput Tantriana Sari SE, secara resmi melaunching (rilis) “Gerakan Ayo Membangun Madrasah (GERAMM)”, Senin (4/11/2019) pagi di Gedung Islamic Centre (GIC) kota Kraksaan.

Launching dan sekaligus komitmen bersama para insan pendidikan Madrasah, dalam penguatan GERAMM (Gerakan Ayo Membangun Madrasah) di Kabupaten Probolinggo, ditandai dengan penabuhan gong oleh Bupati Hj Tantri, disaksikan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, H Santoso, dan dihadiri Kepala Madrasah, guru tingkat RA sampai Aliyah yang selama ini turut serta dalam peningkatan pembangunan IPM melalui bidang pendidikan Madrasah.

Ke depan Bupati Hj Tantri, berharap tujuan GERAMM untuk mewujudkan Madrasah hebat dan bermartabat melalui peningkatan empat performa. Yakni melalui Gerakan Madrasah Inovasi (Gemi), Gerakan Madrasah Sehat (Gemes), Gerakan Literasi Madrasah (Gelem), Gerakan Furudul ‘Ainiyah (Gefa’) dan peningkatan kompetensi guru, Kepala Madrasah dan pengawas ini bisa terwujud dan terlaksana dengan baik.

“Inilah tantangan zaman dengan segalanya kemajuan teknologi informasinya yang harus dijawab oleh seluruh insan pendidikan madrasah termasuk Revolusi Industri 4.0. Jika seluruh gerakan ini terlaksana dengan baik, maka Madrasah akan menjadi ladang lahirnya inovasi-inovasi yang dilahirkan oleh sumber daya manusia madrasah termasuk santriwan-santriwati madrasah,” terangnya.

Bupati Hj Tantri, menegaskan bahwa kebijakan untuk mendukung pembangunan Pendidikan di Kabupaten Probolinggo adalah ikhtiar meneruskan mantan Bupati Probolinggo sebelumnya yakni Drs H Hasan Aminuddin M.Si bahwa tidak ada dikotomi dan perbedaan antara sekolah dalam naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo atau dibawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

Karena masing-masing adalah untuk melayani rakyat, sehingga Bupati Hj Tantri menyebutkan bahwa konsekuensi bagi pihaknya untuk terus mendukung seluruh Madrasah di Kabupaten Probolinggo, sesuai dengan visi misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Kementrian Agama.

“Senyampang saat ini masih dalam proses penyusunan APBD Kabupaten Probolinggo, kami membuka ruang diskusi untuk membahas terkait apa yang bisa dibackup oleh Pemkab Probolinggo dan Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo. Sehingga harapannya setelah launching GERAMM ini, kita bisa menghasilkan sesuatu yang kongkrit demi kemajuan Pendidikan,”tutur Hj Tantri, istri, H Hasan Aminuddin, yang sudah 9 tahun mendirikan pondok pesantri HATI, di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, (sebelah kanan), dan sebelah kiri, KH Wasik Hanan, pengasuh ponpes Miftahul Ulum, Desa Jatiurip, Kec Krejengan, Kab Probolinggo./hm saudi hasyim jahur

Menanggapi hal ini, KH Wasik Hanan, pengasuh ponpes Miftahul Ulum, Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, mendukung kebijakan Bupati Probolinggo dengan melaunching (rilis) “Gerakan Ayo Membangun Madrasah (GERAMM), sehingga ke depan pesantren dan seluruh Madrasah di Kabupaten Probolinggo, telah sesuai dengan visi misi Pemkab Probolinggo dan Kementrian Agama serta bisa meningkatkan kehidupan para santri untuk lebih mandiri.

“Program ini sangat bagus, sehingga Pemerintah ke depan yakin akan lebih maju, rukun, damai dan sejahtera, karena kita hidup didunia ini, selain ingin bahagia didunia dan bahagia enak hidup akherat,” kata KH Wasi Hanan, turut bangga, Kapolri Jenderal Idham Azis, memprirotaskan kalangan santri masuk menjadi anggota Kepolisian dan Akpol (Akademi Polisi) Republik Indonesia.(aud/ind)