Kajari Kraksaan Turun ke Jalan, Demi Membantu Korban Gempa & Tsunami Palu dan Donggala

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Dengan tanpa rasa malu dan tanpa mengenal capek, Kajari Kraksaan, Nadda Lubis SH, Mhum bersama para Jaksa dan staf Kejaksaan Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, hari Kamis (4/10/2018) sekitar pukul 10.00 wib hingga pukul 13.00 wib, turun kejalan melakukan gerakan peduli kemanusiaan membantu para korban bencana gempa dan Tsunami yang terjadi di Palu dan Denggola, Sulawesi tengah, paa hari Jumat (28/9/2018) lalu.

Sedangkan gerakan turun ke jalan itu, Kajari Nadda Lubis didampingi Kasi Pidsus Novan Basuki SH, Kasi Intel, Agus Budiyanto SH, dan para stafnya dilakukan di perempatan jalan raya didalam kota Kraksaan.

Terlihat Kajari, para jaksa, bersama stafnya menggugah hati para pengguna jalan agar turut andil membantu para korban gempa dan stunami tersebut.

Bahkan dibawah terik matahari, Kajari turut menyadarkan para pengguna jalan sehingga para pengguna jalan yang melintasi jalan raya itu sebagian sopir menyumbangkan sebagian uangnya.

“Selain kami bersama para jaksa dan staf, telah menyumbang kepada para korban gempa dan tsunami, sangatlah perlu kami menyadarkan orang lain untuk turut peduli membantu para korban itu.”kata Kajari, Nadda Lubis, mengaku uang bantuan tersebut akan dikirim melalui rekening ke Kejaksaan Agung di Jakarta dan kemudian semua dana bantuan itu dikirim langsung ke para korban di Palu dan Donggala.

Kepedulian terhadap para korban gempa dan tsunami itu juga memantik perhatian serta empati Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, SE bersama segenap pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari SE dan Sekda H Soeparwiyono saat rapat mengajak ASN agar ikut serta dalam menyumbang para korban gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah, dan Kajari Kraksaan, Nadda Lubis SH, dan Kasi Pidsus Novan Basuki SH, saat berada di lokasi perempatan jalan kota Kraksaan./hm saud

Hal itu ditunjukkan secara spontanitas oleh Bupati Tantri dengan cara menghimbau dan menggalang dana kemanusiaan saat tengah memimpin rapat koordinasi (rakor) internal lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Senin (01/10/2018) siang, di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo.

Untuk memotivasi seluruh peserta rakor pada aksi sosial kali ini, Bupati Tantri mengawalinya dengan menyumbangkan gaji pertama sekaligus tunjangan operasionalnya seraya memerintahkan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono untuk sekalian mengajak ASN agar ikut serta dalam menyumbang para korban gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah.

Istri Hasan Aminuddin ini menambahkan bahwa shodaqoh jariyah selain menjadi kewajiban bagi sesama umat muslim, juga merupakan satu bentuk ikhtiar umat manusia agar terhindar dari bala serta musibah baik bagi dirinya, keluarga, maupun tempat tinggalnya.

“InsyaAllah Shodaqoh jariyah juga akan menghantar terkabulnya doa – doa baik dan akan membawa kebarokahan bagi kita semua, dan bagi Kabupaten Probolinggo,” kata Hj Tantri, sapaan tiap harinya.(aud/ind).