Jelajahi Jalan Tol Pas-pro, Jalan Provinsi Sudah Tidak Macet Lagi

PROBOLINGGO, indonesiapost.co – Pasca Presiden H. Jokowi meresmikan jalan Tol Pas-pro (Pasuruan-Probolinggo) sepanjang 31,3 Km., pada hari Rabu (10/4/2019) lalu, selanjutnya Presiden H. Jokowi menyarankan bagi pengelolah jalan tol tersebut untuk memberikan dispensasi gratis bagi pengguna jalan selama dua minggu.

Ketua LSM Permasa, H. Saudi, Sedang Gesek kartu E-Tol. /indonesiapost.co

Sehingga kini sudah ratusan mobil tiap hari keluar masuk jalan tol Paspro tersebut, termasuk Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu), H Saudi Hasyim Jahur, warga Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, menyempatkan diri menjelajahi jalan tol mulai dari pintu gerbang masuk di Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo hingga ke Kota Pasuruan.

“Saya sangat berterima kasih pada bapak Presiden, H Jokowi, bahwa para pengguna jalan kini sudah tidak macet lagi. Padahal, sebelum dibuka jalan tol, para pengguna jalan bisa menempuh waktu 1,5 jam dari Probolinggo ke Pasuruan. Kini hanya ditempuh dengan waktu 30 menit sudah sampai Pasuruan,” tutur H. Saudi, seusai melintasi jalan Tol Pas-pro, hari Senin (15/4/19).

Dampak positif bagi pengguna jalan tidak hanya melewati jalan Tol saja, namun para pengguna jalan Provinsi yang biasa dikenal kemacetannya dijalan. Kini sudah mulai terbilang, arus lalu lintas berjalan lancar terkendali.

“Setelah saya melewati jalan Tol itu, lalu pulangnya dari Pasuruan ke Probolinggo melewati jalan Provinsi. Alhamdulillah arus lalu lintas dijalan provinsi juga turut lancar dan tidak ada kemacetan yang berarti.” terang H. Saudi, mengaku sengaja keliling keluar kota Pasuruan hanya ingin menjelajahi atau ingin tahu kepadatan dan kelancaran arus lalulintas bagi penguna jalan.

Sekedar diketahui, sekalipun jalan Tol Pas-pro diberlakukan gratis selama dua minggu, namun bagi pengguna jalan tol tetap diwajibkan memakai id card kartu E-tol saat melewati dipintu gerbang jalan tol tersebut.

Pasalnya, penghalang dipintu gerbang jalan tol itu tetap bergerak menutupi pintu gerbang, dan pengguna jalan harus menggesekkan id card e-tol nya, dan barulah penghalang pintu gerbang secara automatis terbuka sendiri dan pengguna jalan bisa dengan lancar melewati pintu gerbang tersebut.

“Jadi bagi pengguna jalan tol tetap membawa id card E-tol sekalipun digratiskan, karena di pintu gerbang tetap berlaku buka tutup dengan menggesekkan id card e-tol, sekalipun tidak dikenai biaya alias gratis tapi e-tolnya tetap digesekkan,” jelas H. Saudi, menyarankan bagi pengguna jalan Tol harus tetap membawa kartu e-tol walau digratiskan selama dua minggu ini. (lex/ugi/ind)