Hutan Mangrove Kawasan Kalpataru, Dibanggakan 2 Orang Turis Asal Jerman

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Wilayah pantai yang ditanami pohon Mangrove (hutan Mangrove) membujur disepanjang Desa Curahsawo, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, yang pernah meraih penghargaan Kalpataru dari Presiden Suharto, kini menjadi perhatian khusus dari dua orang Turis asal negara Jerman.

Dua orang turis asal Jerman itu, masing-masing, Dr Hans Valentine dan Anita Charlotte dikenal sebagai pakar burung (ornitologist) mengapresiasi habitat mangrove dan keanekaragaman hayati, satwa liar jenis burung di spot hutan mangrove, yang berlokasi di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending.

Dua orang turis asal Jerman, masing-masing, Dr Hans Valentine dan Anita Charlotte mengapresiasi habitat mangrove dan satwa liar jenis burung kacamata-jawa (manok la’olak, bahasa maduranya,red)./indonesiapost.co

Kehadiran mereka Senin (12/08/2019) pagi, bersama komunitas fotografer satwa liar Probolinggo adalah untuk mendokumentasikan dan mengamati langsung salah satu burung endemik Jawa yang statusnya kini rentan punah, yakni Kacamata-Jawa (Zosterops Flavus).

“Saya suka sekali habitatnya, mangrovenya rapat dan juga ditambah kombinasi vegetasi lainnya, tidak heran jika burung cantik ini bertahan di sini karena makanannya sangat melimpah,” ungkap Dr Hans saat berhasil mendokumentasikan burung favoritnya itu.

Lebih jauh dikatakan, Dr Hans, sapaan akrabnya, bahwa keprihatinan atas populasi burung Kacamata-Jawa yang semakin hari kian memprihatinkan. Dia mengaku beberapa kali pada kesempatan birding tournya di Pulau Jawa, dirinya belum pernah menjumpai burung Kacamata-Jawa yang disebutnya Javan White Eye itu.

Sebelumnya keberadaan koloni kecil burung Kacamata-Jawa tersebut, ditemukan oleh komunitas fotografer satwa liar Probolinggo (5:am_wildlifephotography) yang kemudian diunggah di media sosial. Unggahan tersebut rupanya terendus oleh Birdpacker Birding Tour Guide yang acapkali mengalami kesulitan untuk melayani permintaan birding jenis burung Kacamata-Jawa.

“Hari ini kami melihat langsung belasan Javan White Eye Probolinggo di alamnya. Ini merupakan berita yang sangat menggembirakan. Saya harap kami bisa birding lagi disini dan semoga burung ini bisa terlindungi dari perusakan habitat dan perburuan,” kata Dr Hans, mengaku jenis burung Kacamata-Jawa (Javan White Eye) atau (bahasa maduranya, manok la’olak,red), masih terawat baik di hutan mangrove Desa Pajurangan tersebut.

Sadar akan potensi yang dimiliki, Kepala Desa Pajurangan, Agus Sunaryo, berencana untuk segera merumuskan aturan konservasi berupa Peraturan Desa (Perdes) sebagai upaya awal untuk melindungi kelestarian hutan mangrove dan beberapa jenis burung langka dilindungi yang juga hidup didalamnya.

“Hari ini kami belajar sesuatu, bahwa selain keindahan alam, daya tarik bagi wisatawan asing untuk datang ke Indonesia adalah kekayaan satwa liar endemiknya. Alhamdulillah salah satunya ternyata masih ada di wilayah kami,” kata purnawirawan Polri ini.

“Sebelumnya kami sudah intens dalam pelestarian mangrove di daerah pesisir. Ke depan akan lebih kami perhatikan dan sekaligus segera menyusulkan penyusunan peraturan desa yang juga berpihak kepada keberadaan satwa liar di wilayah kami,” pungkasnya.(Inf/ind)