Heboh Covid 19, Ribuan Jamaah Manaqib Syekh Abdulqodir al Jaelani Doa Bersama, Agar Rakyat Terhindar Virus Corona.

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Hiruk pikuk pemberitaan soal ancaman Covid 19 atau Corona Virus Desease, tak mempengaruhi warga di Kabupaten Probolinggo, khususnya jamaah manaqib, pimpinan KH Hafid Aminuddin, pengasuh Ponpes Syekh Abdulqodir al Jaelani, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Mereka tetap beraktifitas normal, dengan ribuan jamaah menggelar rutinitas mingguan, berdzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jailani, yang dilaksanakan di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Selasa malam (17/3/2020).

Padahal, MUI Kabupaten Probolinggo sudah melakukan siaran pers, agar warga untuk sementara waktu menunda aktifitas keramaian seperti pengajian dan perayaaan keagamaan lainnya.

Pimpinan Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jailani, sekaligus pengasuh Ponpes Syekh Abdul Qodir Al.Jailani, KH Abdul Hafidz Aminuddin, bersama 1000 lebih jamaah Manaqib Doa Bersama agar terhindar virus corona./indonesiapost.co

Pimpinan Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jailani, sekaligus pengasuh Ponpes Syekh Abdul Qodir Al.Jailani, KH Abdul Hafidz Aminuddin, mengatakan, ia tetap menghargai dan menghormati atas himbauan MUI dan Pemerintah, agar masyarakat untuk mewaspadai virus corona. Sehingga Pemerintah maupun MUI meminta, agar menunda sementara seluruh kegiatan keagamaan, yang melibatkan banyak orang seperti, Harlah, Imtihan, dan Pengajian Umum dan lain-lain.

“Saya dukung dan saya hormati himbauan itu. Namun manaqiban dan doa bersama yang dilakukan sejak tahun 1990 lalu ini, sangatlah perlu terus dilakukan karena jamaah berdoa bersama, untuk masyarakat Probolinggo khususnya, dan rakyat Indonesia umumnya, agar dijauhkan dan diselamatkan dari virus corona, serta rakyat sehat wal afiat,” tutur KH Hafid Aminuddin, berdoa untuk bangsa Indonesia.

“Kita meminta ampun kepada Allah, agar semua diselamatkan dari wabah virus Corona. Semoga NKRI, tetap menjadi negeri yang, “Baldatun thoyyibatun, wa rabbun ghafur, yaitu Negeri yang penduduknya subur, makmur, sehat, selamat, aman dan damai”, tambahnya.

KH Hafid, sapaan akrabnya, berharap, sebaiknya masyarakat tidak terlalu cemas dengan ancaman virus tersebut. Sebab, jika takut berlebihan dikhawatirkan menurunkan keimanan.

“Segala penyakit datangnya atas izin Allah. Keimanan harus tetap dijaga, sembari ikhtiar dengan jaga kesehatan dan cuci tangan agar terhindar dari virus atau bakteri,” paparnya.

Sementara itu, warga yang melakukan dzikir ribuan orang dimulai sekitar pukul 20.00 Wib. Mereka berdzikir asmaul husna dan melakukan sholat hajat dan sholat taubat berjemaah.

“Alhamdulillah, para jamaah yang melakukan manakiban ini, seluruhnya sehat wal afiat, 100 persen,” jelasnya.(tiq/ind)