Hari Ini Selasa (4/6/19) Berhenti Puasa, Warga Desa Brabe, Ikut Sholat Id Hari Rabu (5/6/19). “Berdosakah”

PROBOLINGGO,Indonesiapoat.co – Pemerintah Republik Indonesia melalui Mentri Agama, H Lukman Hakim Syaifuddin, melalui rapat Isbat menyatakan bahwa 1 syawal tepat pada hari Rabu (5/6/19), dengan sendirinya umat Islam melaksanakan sholat Id pada hari Rabu (5/6/19). Dan hari ini Selasa (4/6/19) umat islam masih berpuasa.

Namun masih ada sebagian Umat Islam di Indonesia ini, melaksanakan sholat Id lebih awal dari penetapan Pemerintah. Seperti yang dilakukan warga muslim di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember, telah melaksanakan Salat Id lebih awal yakni hari Selasa (4/6/19) dan setelah sholah Id, pastilah berhenti puasanya.

Dasar yang digunakan untuk menentukan awal puasa Ramadan dan lebaran ini, adalah dari kitab Nuzhatu Al Majaalis Wa Muntakhobu Al Nafaais, yang sudah turun temurun dipegang oleh Kiai dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mahfilud Duror di desa setempat.

Ustad Basith S.Ag, mantu dari KH Wasik Hanan, pengasuhh ponpes Miftahul Ulum, yang juga Ketua MUI Kab Probolinggo, dan
Tokoh masyarakat, Busri, Ali, Dusun Klagen, warga Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo./indonesiapost.co

Selain sholat Id dilakukan hari Selasa ini oleh warga Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember, juga dilakukan oleh jemaah Naqsabandiyah dan Hawariun Ansarullah di Desa Maccinibaji, Gowa, Sulawesi Selatan. Dan pelaksanaan puasanya tetap dilakukan selama 30 hari, karena awal puasa dimulai pada hari Minggu (5/5/19). Sedangkan Pemerintah memulai puasanya dilakukan pada hari Senin (6/5/19).

Yang menjadi heran, bila ada umat Islam berpuasa dimulai hari Minggu (5/5/19) lalu, dan setelah genap sebulan pada hari Selasa ini (4/6/19), warga Dusun Klagen, Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, berhenti puasa, namun sholat Id nya dilaksanakan besok pagi hari Rabu (5/6/19). “Berdosakah”

Menurut tokoh setempat, Ustad Busri, menyatakan, berpuasa mengikuti jejak kakeknya bernama Riamo, bahwa setiap ramadhan para jemaah yang tak kurang dari 20 orang itu, melakukan puasa sehari lebih awal penetapan dari Pemerintah. Namun sholat Id nya selalu bersamaan dengan dengan penetapan Mentri Agama. Sehingga puasa berhenti hari ini Selasa, dan sholat Id nya dilaksanakan hari Rabu besok pagi.

“Hari ini (Selasa,4/6/19), para jemaah sudah berhenti berpuasa karena mengikuti jejak kakek saya pak Riamo. Namun sholat Id nya dilaksanakan besok pagi Rabu (5/6/19),” tutur Ustad Busri, didampingi saudaranya, Ali dan Cetcer, mengaku tidak sholat Id hari Selasa Ini, merasa sungkan pada para tetangga yang lain karena para tetangganya lebih banyak sholat Id pada hari Rabu besok.

Jamaah sholat Id dilakukan hari Selasa ini (4/6/19) oleh warga Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember, juga dilakukan oleh jemaah Naqsabandiyah, Tulungagung dan Hawariun Ansarullah di Desa Maccinibaji, Gowa, Sulawesi Selatan./indonesiapost.co

Menurut Ustad Basith S.Ag, mantu dari KH Wasik Hanan, pengasuhh ponpes Miftahul Ulum, yang juga Ketua MUI Kab Probolinggo, mengaku heran bila ada umat Islam berhenti puasanya hari ini Selasa lalu sholat Id nya dilakukan esok harinya Rabu (5/6/19).

Selama ini, kata Ustad Basith, belum menemukan dalil atau hadist Nabi memperbolehkan berhenti puasa sehari sebelum 1 syawal.

“Memang ada sebagian Umat Islam melaksanakan sholat Id pada hari Selasa ini (4/6/19), seperti jemaah Hawariun Ansarullah di Desa Maccinibaji, Gowa, Sulawesi Selatan. Namun puasanya dimulai lebih awal dari penetapan Pemerintah, sehingga puasanya genap 30 hari.
Yang kami heran, puasanya genap 30 hari tapi sholat Id dilaksanakan pada hari ke 31.”kata Ustad Basith, melalui ponselnya.(ud/ind).