Hari Antikorupsi sedunia: “Syukuri Ada Koruptor, KPK Bisa Nangkap. Kalau Tidak Ada Koruptor, Lalu Kerjanya KPK itu Apa?

PROBOLlNGGO,Indonesiapost.co – Hari Antikorupsi sedunia diperingati setiap tanggal 9 Desember. Melalui resolusi 58/4 pada 31 Oktober 2003, PBB menetapkan 9 Desember sebagai Hari Antikorupsi Internasional.

Pada peringatan Anti Korupsi se Dunia tahun 2019 ini, Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin, menghadiri acara tersebut di Gedung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada hari Senin (9/12/2019) pukul 08.59 WIB, dengan baju stelan batik dan kopiah hitam.

Presiden RI, H Jokowi, Humas KPK, Febri Adiansah SH, dan H Saudi Hasyim Jahur, Ketua LSM Permasa berdampingan AKP Riyanto SH, mantan Kasat Reskrim Polres Prob./indonesiapost.co

Tampak pula hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menkes Terawan, dan sederet menteri lainnya serta Politikus Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Seperti dilansir di beberapa media online bahwa Korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

Seperti penyampaian Presiden H Jokowi, meminta penegak hukum termasuk KPK harus lebih mengutamakan pencegahan, ketimbang penindakan terhadap para pejabat yang diduga korupsi.

Sekalipun aparat Pemerintah ataupun pejabat melakukan korupsi, dan terkena OTT (operasi tangkap tangan) oleh KPK, ternyata tidak membuat jera bagi koruptor yang lain. Bahkan terkesan bertambah banyak koruptor yang melakukan korupsi.

“Penegak hukum sangat efektif bila melakukan pencegahan terhadap para pejabat, dalam pemberantasan kasus korupsi,”tegas H Jokowi, beberapa waktu yang lalu.

Juru Bicara KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Febri Diansyah, mengatakan, ada yang perlu diperhatikan dalam pernyataan Presiden H Jokowi yang meminta kepada penegak hukum wajib memberi peringatan atau pencegahan dan tidak asal tindak.

“Konsen Presiden itu kepada pencegahan, saat Presiden bilang harusnya diingatkan, itu dimaknai harusnya institusi tidak lakukan korupsi saat KPK sudah datang memberi kajian rekomendasi perbaikan sistem,” kata Febri di KPK, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Peringatan demi peringatan diyakini, Febri, sudah sering dilakukan KPK dalam program pencegahan. Tetapi menurut Febri, masih ada saja pihak yang mencoba bermain sehingga terjadi kasus tindak pidana korupsi.

“Bila kita sudah ingatkan itu, dilakukan pencegahan sebelum terjadi, tapi oknum pejabat masih melakukan korupsi, tentu penegakan hukum harus dilaksanakan, dan tidak bisa diabaikan karena itu wajib perintah undang-undang,” tegas Febri.

Humas KPK, Febri Adiansah SH, dan H Saudi Hasyim Jahur, sedang mengikuti pacuan kuda./ indonesiapost.co

Menanggapi hari Anti Korupsi se Dunia, H Saudi Hasyim Jahur, Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu) Probolinggo mendukung Pemerintah dan DPR RI telah menyepakati pembahasan rancangan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 soal KPK.

“Presiden H Jokowi melakukan pengangkatan ketua dan anggota Dewan Pengawas KPK, merupakan suatu langkah agar petugas KPK tidak sembarangan melaksanakan penyadapan terhadap pejabat,”dukung H Saudi, kedepan petugas KPK bisa lebih hati-hati dalam melaksanakan tugasnya.

Dikatakan, Saudi, bahwa bila KPK dengan seenaknya main tangkap terhadap pejabat yang diduga korupsi, bukannya ada efek jera, tapi malah koruptornya terus bertambah.

Dan bila KPK melangkah seenaknya menangkapi para koruptor, bisa jadi pelakunya ketakutan dan tidak berani melakukan korupsi.

“Kalau sudah tidak ada pelaku korupsi, lalu kerjanya KPK itu apa?

“Ya syukuri ada koruptor, agar KPK terus hidup untuk menangkap koruptornya,”kata H Saudi, berfikir KPK bagaikan makan buah simalakama.

“Bila banyak koruptor, KPK bisa bekerja keras menangkapi pelakunya. Bila tak ada koruptor, petugas KPK jadi nganggur tidak ada kerjaan. Ya.. akhirnya KPK dibubarkan.”kata Saudi, berharap bagi para pejabat yang terpenting hanya perlu menjaga “Hati”, untuk selalu ingat pada Allah yang maha mendengar lagi maha melihat, atas perbuatan mahluknya.

“Kalau selalu ingat dan takut pada Tuhan yang maha tahu, saya yakin, tidak akan ada orang berani berbuat kejahatan,” pungkasnya.(pimred indonesiapost.co)