Hari Anti Korupsi, Dispendik Kab Probolinggo, Sosialisasikan Para Kasek Tidak Korupsi

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Pada tanggal 9 Desember dijadikan hari Anti korupsi se dunia, sehingga tiap tahun Pemerintah Indonesia rutin memperingati anti korupsi, sesuai resolusi 58/4 pada 31 Oktober 2003, bahwa PBB menetapkan 9 Desember sebagai Hari Antikorupsi Internasional.

Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi pendidikan kepada para Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Kepala SMP se Kab Probolinggo yang dilaksanakan di Auditorium Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo, Kamis dan Jum’at (12-13/12/2019).

Kadispendik Kab Probolinggo, Hj Dewi Korina, juga lakukan seleksi substansi bakal calon Kepala Sekolah./indonesiapost.co

Kegiatan pendidikan jauhi korupsi ini, dibuka secara resmi Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Hj Dewi Korina, diikuti oleh 841 orang yang terbagi dalam 2 (dua) gelombang. Para peserta ini terdiri dari Kepala SD Negeri/swasta sebanyak 626 orang dan Kepala SMP negeri/swasta sebanyak 215 orang.

Selama kegiatan, para Kepala SD negeri/swasta dan Kepala SMP negeri/swasta ini mendapatkan materi dari narasumber petugas Polres Probolinggo, Kejaksaan Negeri Kab Probolinggo dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya anti korupsi di kalangan PNS/Non PNS dan mendorong PNS/Non PNS untuk dapat berperan serta aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia,” kata Sunalis, Kabid Pembinaan Ketenagaan Dispendik Kabupaten Probolinggo, Kamis (12/12/19).

Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Hj Dewi Korina, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Anti Korupsi serta menindaklanjuti dari kerja sama dengan KPK Unit Pencegahan untuk menyusun sebuah regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) Probolinggo, Tentang Pendidikan Anti Korupsi di Satuan Pendidikan.

“Kami ingin para kepala sekolah ini mendapatkan materi dari Polres Probolinggo dan Kejaksaan Negeri, agar aparat Pemerintah tidak melakukan korupsi. Jadi ini merupakan pengendalian internal ditiap-tiap instansi yang ada di berbagai sekolah,” katanya.

Melalui kegiatan pengendalian internal ini, jelas Dewi, maka pihaknya bisa melakukan pendekatan dan diingatkan sejak dini. Sehingga ini lebih kepada upaya-upaya pencegahan.

“Misalnya, bagaimana penyaluran uang yang baik seperti program PIP (Program Indonesia Pintar), PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), tata kelola BOS (Bantuan Operasional Sekolah), DAK (Dana Alokasi Khusus) serta tabungan siswa,” terangnya.

Dewi berpesan, agar kepala sekolah yang menjadi bagian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, harus benar-benar bisa melaksanakan sebagai zona integritas, agar nantinya meningkat menjadi wilayah bersih korupsi, dalam rangka mensukseskan visi misi Bupati Probolinggo, Hj Puput Tantriana Sari SE, untuk terwujudnya masyarakat Kabupaten Probolinggo berakhlak mulia. Termasuk visi misi Presiden RI yakni menciptakan SDM Unggul dan Indonesia Maju.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, maka harus mendapatkan dukungan dan komitmen dari semua, mulai dari kepala sekolah, guru dan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Kadispendik ini juga berharap, semua aparat dilingkungan Dinas Pendidikan, harus bisa menjadi contoh. Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini, merupakan tahap awal, nantinya ada pelatihan lagi, dapat menjadi pintu masuk untuk mewujudkan SDM unggul dan Indonesia maju.

Ribuan GTT Dan PTT Dispendik Ikuti Pembinaan Dan Peningkatan Disiplin./hm saudi hasyim jahur

“Yang perlu dihayati pada pelaksanaan sosialisasi anti korupsi ini, nantinya akan masuk dalam kurikulum pembelajaran di satuan Pendidikan,” pungkasnya.(inf/ind)