H Hasan: “Siapapun Rajanya, bila Menutup Rumah Allah di Mekah dan Rumah RosulAllah di Madinah, Itu Biadab Namanya”.

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Wabah virus covid 19 atau corona yang berasal dari kota Wuhan, China, terus merambah ke berbagai Negara diseluruh dunia, tak terkecuali negara kuat, negara besar seperti Amerika, Arab Saudi dan negara eropa lainnya, termasuk juga Indonesia.

Para Kepala Negara, Presiden ataupun pemimpin kerajaan, Raja, selalu berusaha mencari cara agar rakyatnya tidak terjangkit wabah covid 19 itu. Sehingga setiap negara berusaha secara maksimal menerapkan dengan cara Lockdown. Langkah inilah yang dianggap efektif, untuk menekan jumlah positif Corona agar tidak terus bertambah.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs H Hasan Aminuddin Msi, dikalungi bunga, dan KH Munir Holili, Ketua MUI Kabupaten Probolinggo./indonesiapost.co

Sementara ini, Presiden RI, H Jokowi, belum sanggup menerapkan Lockdown, namun di beberapa kota dilakukan PSBB (Pembatasan sosial berskala Besar), sedangkan negara besar dan kuat, seperti Amerika dan Arab Saudi, sudah menerapkan Lockdown.

Dalam penerapan Lockdown, tersebar berita bahwa pemimpin pemerintahan Arab Saudi, raja Salman, diisukan telah ditunggangi dan diintervensi Amerika, untuk menutup rumah Allah di kota Mekah dan rumah RosulAllah di kota Madinah, hal itu adalah tidak benar dan salah besar.

“Raja Salman itu tidak bisa di intervensi dengan negara manapun, termasuk Amerika,” terang Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, H Hasan Aminuddin Msi, saat meresmikan Kampung Desa Tangguh Semeru, di Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jumat sore (12/6/2020).

Menurut mantan Bupati Probolinggo dua periode 2003-2013, H Hasan, sapaan akrabnya, bahwa Amerika sekarang ini, tidak mikir negara lain, karena diduga negaranya sudah terancam bangkrut.

“Saya akui, selama 50 tahun Amerika menjadi raja demokrasi, raja politik dunia, tapi sekarang banyak penjarahan di cafe dn di mal, sehingga Amerika kelabaan, ngurusi negaranya sendiri,” jelas H Hasan, didengar dengan serius oleh para undangan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs H Hasan Aminuddin Msi, Wakapolres Probolinggo, Kompol Agung Setyono S.S, Kepala Staf Kodim 0820/Probolinggo Mayor Inf. Meftah Puaddi, menyerahkan bantuan sembako pada Kades Bulang, Nur Hasan./hm saudi hasyim jahur

Begitu juga, Kepala pemerintahan Arab Saudi, Raja Salman, tidak akan bisa di intervensi oleh negara manapun. Sekalipun wabah covid 19, sudah masuk ke kota Mekah dan kota Madinah, Raja Salman, tidak akan rela seenaknya untuk menutup rumah Allah dan rumah RosulAllah, sekalipun Pemerintahan Arab Saudi, telah menerapkan Lockdown.

“Siapapun Rajanya, bila Menutup Rumah Allah di kota Mekah dan Rumah RosulAllah di Madinah, Itu Biadab Namanya. Tapi saya yakin, Raja Salman, tidak akan menutup rumah Allah, dan rumah RosulAllah.”tegas H Hasan, mantan anggota DPR RI Komisi VIII yang membidangi soal agama dan sosial.

Seperti diberitakan, Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, sebagai Kampung atau Desa Tangguh Semeru, dalam pencegahan pandemi Covid-19, dan kini dikatakan new normal, hari Jumat (12/6/2020) sekitar pukul 15.30 wib, telah diresmikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, H Hasan Aminuddin, caleg terpilih dapil II Kabupaten/Pasuruan dan Kota/Kabupaten Probolinggo.

Kehadiran H Hasan Aminuddin, bersama Wakapolres Wakapolres Probolinggo, Kompol Agung Setyono S.S, Kepala Staf Kodim 0820/Probolinggo, Mayor Inf. Meftah Puaddi, Kapolsek Gending, AKP OHIM, Dan Ramil Gending, adalah atas undangan Kepala Desa Bulang, Nur Hasan, dan turut diundang beberapa tokoh masyarakat, para Kapala Desa se Kecamatan Gending, dan dihadiri pula para Kasat Polres Probolinggo.(aud/ind)