H Hasan: “Kita Bersyukur Hidup di Indonesia, Maulid Nabi Beda Dengan Saudi, Malaysia, dan Turki.”

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Probolinggo periode 2018-2023, yang dikomandani dengan ketua, Fathul Qorib, kini tampil beda.

Pasalnya, pada bulan Rabiul awal 1441 Hijriyah atau tahun 2019 ini, komisioner Bawaslu masih menyempatkan diri memperingati hari kelahiran baginda Rosul Nabi Muhammad SAW.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs H Hasan Aminuddin Msi, Ketua Bawaslu, Fathul Qorib, bersama Habaib, para Ulama, para Kyai dan seribu lebih jamaah bersholawat Nabi./Indonesiapost.co

Dengan pagelaran Maulid Nabi Muhammad SAW ini, dilaksanakan hari Rabu (13/11/19) malam Kamis, di Alun-Alun Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dengan thema Bawaslu Bersolawat dan Sosialisasi Bawaslu dengan Kearifan lokal.

Menariknya acara Maulid Nabi tersebut, selain dimeriahkan Hadrah Jam’iyah madihin al-hasanain Genggong, Maulid Nabi Muhammad SAW itu juga dihadiri para Ulama, Habaib dan seribu lebih jamaah, serta dihadiri Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs H Hasan Aminuddin Msi, Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, H Hasan Aminuddin, dihadapan seribu jamaah bersholawat Nabi, menjelaskan, di seluruh dunia pada bulan Rabiul awal, telah disepakati oleh para Ulama Dunia bahwa setiap tanggal 12 Rabiul Awal diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dalam pelaksanaan Maulid Nabi, banyak beragam cara yang dilakukan umat Islam di seluruh dunia. “Namun kita wajib bersyukur kepada Allah SWT, hidup di Indonesia, karena Maulid Nabi beda dengan Saudi, Malaysia dan Turki,” kata H Hasan, sapaan akrabnya, mengaku bedanya Maulid Nabi di Indonesia dikenal budaya kearifan lokal seperti baca Tiba’, nyerakal dan dimeriahkan dengan kesenian hadrah.

Lebih jauh dijelaskan, H Hasan, umat Islam di Indonesia perlu disyukuri bahwa masyarakatnya terbesar tarekoh NU (Nahdlatul Ulama), dan bila melaksanakan Maulid Nabi, mempunyai ciri khas tersendiri dengan budaya Nyerakal dengan bacaan Tiba’ disertai hadrah ber nada bersholawat Nabi yang dibacakan oleh kalangan Kyai dan santri yang faseh, dengan harapan menghormat kehadiran baginda Rasul Nabi Muhammad SAW.

“Inilah sebuah kekayaan budaya Tiba’ dan nyerakal yang tidak dimiliki Negara-negara Islam lainnya.”aku H Hasan Aminudin, bangga melihat yang hadir di acara Maulid Nabi, kebanyakan kaum ibu-ibu.

“Hakekatnya yang hadir di acara Maulid Nabi ini, karena cinta Rasul Nabi Muhammad SAW. Biasanya, kaum ibu-ibu tiap malam nonton Sinetron. Namun karena cinta Rosul, walau capek masih menyempatkan diri untuk hadir dan semoga mendapat Syafaat dari baginda, Rasul Nabi Muhammad SAW,” harapnya.

Aparat Muspika Kraksaan, menyambut kehadiran, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs H Hasan Aminuddin Msi, di acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Alun-Alun Kraksaan./hm saudi hasyim jahur

Sesuai hadist Nabi, kata H Hasan, diterangkan bahwa Barang siapa cinta kepadaku, pasti saatnya akan bersamaku di surga Allah SWT.

“Semoga kita semua bersama RosulAllah Nabi Muhammad di surga Allah SWT.”harap H Hasan Aminuddin, disambut “Aamiin” oleh seribu lebih jamaah yang hadir di acara Maulid Nabi tersebut.(ton/ind)