H Hasan Aminuddin: “Tokoh Nasional Perlu Belajar Pemahaman Pancasila Pada Tokoh Agama Pe-Desa-an.”

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Sosok H Hasan Aminuddin, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo, pantas dan sesuai ahlinya bila menduduki jabatan Ketua DPP Nasdem Bidang Agama dan Masyarakat Adat, yang ditunjuk oleh ketua umumnya partai Nasdem yaitu H Surya Paloh.

H Hasan, kini anggota DPR RI Komisi VIII ini, melakukan kegiatan keagamaan yakni safari Rajabiyah yang dilaksanakan PC NU Kabupaten Probolinggo yang dilakukan sejak awal bulan Pebruari 2019 hingga sampai selesai batas bulan Rajab 1440 Hijirah ini.

Seperti pelaksanaan Safari Rajabiyah di kaki gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, yang warganya dikenal suku tengger dan banyak beragama hindu, ternyata safari Rajabiyah tersebut berjalan sukses.

Semua lintas agama, seperti tokoh agama Hindu, tokoh Buda, tokoh Kristen, tokoh Konghucu, dan islam sendiri berkumpul di acara safari Rajabiyah yang dilakukan oleh MWC NU Kecamatan Sukapura, pada hari Rabu (13/2/2019) kemarin.

Sehingga terlihat, kerukunan dan kedamaian antar agama itu sangat melekat sesuai dengan ke bhinnekaan tunggal ika dan Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia.

“Pancasila itu benar-benar diamalkan di Pedesaan, sehingga kerukunan antar etnis dan antar agama tidak ada perbedaan, yang diutamakan kerukunan dan kedamaian. Sehingga ada kesan tokoh Nasional, masih banyak tafsir tentang Pancasila. Jadi saya berharap, tokoh Nasional sangat perlu banyak belajar tentang pemahaman Pancasila pada tokoh agama yang ada di Pedesaan,”kata H Hasan Aminuddin, mengaku toleransi kerukunan antar umat beragama itu ternyata indah dan terbukti pada acara Safari Rajabiyah di lereng Gunung Bromo Tengger Kabupaten Probolinggo berjalan lancar dan damai penuh keakraban antar tokoh agama tersebut.

Mustasyar PCNU Kab Probolinggo, KH Hasan Aminuddin, yang juga pengasuh Ponpes Hati di Probolinggo, sedang Tausyiah di beberapa Kecamatan se Kabupaten Probolinggo./hm saud

Menurut H Hasan, semua umat manusia itu adalah seorang pemimpin baik di rumah tangga maupun luar rumah. Tantangan hari ini pemimpin itu harus mengamalkan apa yang menjadi amanah bukan sekedar retorika. Kalau pemimpin banyak bicara pasti tidak akan berhasil.

“Masyarakat saat ini lebih pintar dari sebelumnya. Oleh karena itu saya mengajak para pemimpin agar lebih cerdas dari yang dipimpinnya. Tidak harus bergelar doktor, tetapi di tengah-tengah orang pintar haruslah cerdas. Pemimpin itu harus lebih cerdas,” jelasnya.

Safari Rajabiyah 1440 H atau tahun 2019 ini, sudah dilaksanakan di 6 Kecamatan yaitu di Kecamatan Kotaanyar, Kecamatan Paiton, Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Besuk, Kecamatan Lumbang dan Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini, selain dihadiri para tokoh lintas agama juga diikuti ribuan masyarakat terdiri dari unsur kepala desa dan perangkat desa, kepala sekolah SD, SMP dan SMA, guru TK, guru PAUD, RA, MI, MTs dan MA.

“Safari Rajabiyah ini merupakan kegiatan syiar keagamaan yang dilakukan pengurus NU untuk disampaikan kepada segenap umat dan bangsa tentang toleransi, sosial dan akhlak”.tambah H Hasan Aminuddin, mengajak masyarakat Probolinggo mendoakan Presiden H Jokowi sukses dan terpilih kembali Presiden 2019-2024.(aud/ind)