H Hasan Aminuddin: “Setelah Nabi Muhammad Wafat, Ada 10 Mutiara Dihati Manusia Bakal Hilang”

PROBOLINGGO,indonsiapost.co – Sekalipun setiap hari disibukkan dengan tugasnya sebagai anggota DPR RI Komisi VIII, Drs H Hasan Aminuddin, yang juga Mustasyar PC NU kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo, ia masih juga menyempatkan diri memberikan tausiyahnya pada umat demi enaknya hidup didunia dan di akherat nanti.

Hari Rabu (13/7/2017) diri hari sekitar pukul 01.00 wib, sosok H Hasan Aminuddin, masih sempat memberikan ceramahnya melalui WA (WhatsApp) Ai??tetang kehidupan umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Mustasyar PCNU Kab Probolinggo, Bhindere Hasan Aminuddin, saat menerima tamu istri Gusdur Presiden ke 4, Hj Shinta Nuriyah Gusdur, dirumahnya di Kraksaan, Kab Probolinggo./hm saudi hasyim jahur.

Bindhere Hasan, begitulah panggilan dari masyarakat Probolinggo menceritrakan Nabi Muhammad SAW sebelum meninggal dunia.

Sewaktu Rasulullah SAW sakit, terlontar satu pertanyaan kepada Malaikat Jibril as : “Wahai Jibril… apakah kamu akan turun ke bumi setelah aku tiada…? Malaikat jibril menjawab : “Masih Yaa Rasulullah, aku akan turun ke bumi untuk mengambil 10 Mutiara hidup sepeninggal diri engkau.”jawabnya.

Kemudian Rasulullah saw bertanya lagi : ai???Mutiara apakah yang akan kamu ambil…? Malaikat Jibril as jawab : Pertama Mutiara yang akan aku ambil dari muka bumi Ai??adalah : *BARAKAH* (Keberkahan)”…_

Kedua Ai??adalah : Mutiara RASA CINTA (Mahabbah) yang diambil dihati manusia.

Mutiara Ketiga adalah RASA KASIH SAYANG, diantara keluarga (kasih sayang diantara keluarga semakin menipis)._

Mutiara ke empat adalah Ai??”KEADILAN” di hati para pemimpin.”_

Mutiara Kelima adalah “RASA MALU yang ada dihati para wanita..” (Banyak Berkata, berpenampilan, dan bersikap yang tidak pantas).

Mutiara Ke Enam adalah : *RASA SABAR* orang-orang fakir.

Mutiara Ketujuh adalah : *.WARA’* dan *ZUHUD* dari para ulama.” (Wara’ adalah sangat berhati-hati menjaga diri dari yang syuhbat dan yang haram, sedangkan zuhud itu (Hati) yang tidak mementingkan harta-dunia, kedua-duanya merupakan ciri seorang ulama. Jika wara’ dan zuhud telah hilang dari ulama maka nilai jati dirinya tergores).”_

Mutiara Kedelapan adalah : Ai??*KEDERMAWANAN* 0rang-0rang kaya yang diambil.

Mutiara Kesembilan Ai??adalah : MENGANGKAT AL-QUR’AN. (menghilangkan Ruh/ khasiyah Al-Qurai??i??an itu sendiri sebagai panduan dalam kehidupan).”_

Mutiara yang akan aku ambil dari muka bumi yang kesepuluh adalah : *IMAN.*_

Dengan kisah ini, kata Bindhere Hasan, berharap semua umat islam untuk meresapi renungan ini, bahwa mutiara yang paling berharga, bila satu persatu hilang dari masingA? kita, maka itu namanya kiamat kecil, tapi bila hilang satu persatu di tengahA? seluruh umat manusia, maka itulah awal kiamat besar.

0leh karenanya, kata Bhindere Hasan Aminuddin, selagi masih ada nafas kehidupan kita, mari masingA? menjaga mutiara yang paling berharga dari kepunahan.

“Marilah kita untuk selalu berdoa pada Allah Swt memohon menjadi orang yang husnul khotimah.”kata Bindhere Hasan.

Sosok H Hasan Aminuddin, memang pantas dipanggil bhindere Hasan dan masyarakat Kota Kraksaan sudah terbiasa menyebut Bhindere Hasan.

Pasalnya, selain Bhindere Hasan putra ke enam dari seorang Kyai yakni KH Aminuddin pengasuh ponpes Syech Abdulqpdir al Jaelani di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Sosok bhindere Hasan juga sebagai Mustasyar NU Kab Probolinggo dan kini juga mendirikan pondok pesatren HATI, yang santri santri dari anak yatim dengan mondok secara gratis.(aud)
How much lady era Paper writing service Claritin annual sales