H Hasan Aminuddin: “Saya Tidak Gila Jabatan, dan Tidak Akan Ngemis Jabatan”

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim tahun 2018 mendatang, kini mulai memanas, dan hingga bulan Nopember 2017 ini, Cagub Jatim sudah dipastikan dua calon yang diusung beberapa partai yakni Cagub Syaiful Yusup berdampingan Azwar Anas Cawagubnya diusung partai PKB dan PDIP, sedangkan Khofifah Indar Parawansa diusung partai Nasdem, Golkar, Hanura dan Demokrat.

Namun Cawagubnya yang mendampingi Khofifah, hingga kini belum ada kejelasan. Sementara ada dua Cawagub yang akan mendampingi Khofifah, masih dalam proses Tim 17 Kyai yang sudah diajukan pada Cagub Khofifah.

Sementara ini ada partai Gerindra, PAN dan PKS, yang menyebutnya sebagai poros tengah, sudah mulai turut ikut bertanding dan akan mengusung Cagub dan Cawagub Jatim.

Dan para pimpinan partai dari Poros tengah itu, kini sudah mulai meminang beberapa kandidat yang akan diusung sebagai Cagub Jatim, diantaranya La Nyalla dan juga H Hasan Aminuddin, yang kini masih digodok oleh tim 17 Kyai untuk dicalonkan Cawagub mendampingi Cagub Khofifah.

Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Nahdlatul Ulama Alfa Isnaeni dan Ketua PW GP Ansor Jatim, H Rudi tri Wahid dan Gus Abid Umar. Anggota Komisi VIII DPR RI H Hasan Aminuddin, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alvian Nurizal dan Kapolres Probolinggo Kabupaten AKBP Fadly Samad serta Dandim 8020 Probolinggo Letkol Kav Depri Rio Saransi begitu juga Bupati Probolinggo mendapat Piagam Penghargaan. Dan ketua PGRI Kab Prob, Purnomo bersama Ketua GP Ansor Kab Probolinggo, Muchlis./hm saudi hasyim jahur.

Menanggapi hal itu, H Hasan Aminuddin, anggota DPR RI Komisi VIII fraksi Nasdem, menyatakan dalam berpolitik sebagai hal yang biasa, ada enak dan tidak enak.

Bahkan menurut H Hasan, sapaan tiap harinya, dalam berpolitik harus dilakukan secara ikhlas sehingga berpolitik bisa dirasakan nikmatnya.

“Saya sering menerima keputusan yang pahit. Tapi kalau diterima dengan ikhlas, pastilah akan berbuah yang baik juga. Jadi semua yang terjadi, kita lakukan mengalir saja sehingga tidak membuat situasi panas,”kata H Hasan Aminuddin, pada acara memperingati Hari Pahlawan, Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda di halaman Eks Kantor Pemkab Dringu, Probolinggo, Jumat malam (10/11/217).

Dalam pilgub Jatim, kata H Hasan Aminuddin, sementara ini ada dua Cagub yakni Syaifullah Yusup dan Khofifah Indar Parawansa yang keduanya bukan dari kader partai tapi keduanya sebagai tokoh NU. Sehingga para warga Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pemilih tidak perlu bertengkar dan dilakukan secara cerdas, aman dan damai.

Bicara soal Cawagub mendampingi Khofifah Cagub Jatim, H Hasan Aminuddin, menganggapi biasa dan sebagai politikus yang mengalir saja dan tidak perlu dipaksakan bila memang bajunya belum cukup sebagai Cagub jatim.

“Jujur.. saya tidak gila jabatan dan saya tidak akan mengemis jabatan. Saya tetap menjaga marwah sebagai orang NU.”tegas H Hasan Aminuddin dengan nada lembutnya dihadapan ribuan undangan tersebut.

“Saya kemarin diundang tokoh partai di Jakarta, dan bilang kalau saya sudah dibicarakan di partai poros tengah sebagai Cagub Jatim. Dan saya jawab, kita mengailir saja lah,”tambah H Hasan Aminuddin, berjanji akan tetap berjuang dan tetap tunduk pada keputusan partai.

Menurut Ketua DPC Partai Gerindra Kab Probolinggo, H Jon Junaidi, menyatakan bahwa partai Gerindra yang mempunyai 13 kursi di DPRD Jatim berencana akan berkualisi dengan PAN 7 kursi dan partai PKS mempunyai 6 kursi, sehingga ketiga partai yang disebut sebagai poros tengah berjumlah 26 kursi dan sudah memenuhi kuota untuk mengusung Cagub/Cawagub Jatim.

“Memang pimpinan ketiga partai akan berkualisi, sebagai poros tengah untuk mengusung Ai??Cagub dan Cawagub Jatim. Dan kini ada dua kandidat yakni La Nyala dan H Hasan Aminuddin yang diincar pantas diusung Cagub Jatim. Secara pribadi kami sangat setuju bila mana poros tengah nanti mengusung H Hasan Aminuddin, sebagai calon Gubernur.”kata H Jon, panggilan tiap harinya, dan sangat berharap duta Probolinggo resmi Cagub jatim, karena H Hasan Aminuddin selain seorang politikus yang handal dan banyak pengalaman dibidang Pemerintahan pernah menjabat Bupati dua periode 2003-2013.

Selain itu, kata H Jon, sosok H Hasan Aminuddin, dianggap bisa memainkan jaringan nasional karena dia juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, dan H Hasan juga dianggap masih memiliki massa loyalis karena pernah menjabat Ketua DPW PKB Jatim di era Gus Dur.

“Kami yakin, kalau H Hasan benar-benar diusung partai poros tengah sebagai Cagub, dan Cawagubnya dari Nasionalis, maka klop dan akan menang di pilkada jatim ini, karena H Hasan Amunuddin dari tokoh NU yang sekarang juga Mustasyar NU Kab Probolinggo.”terang H Jon, meyakinkan.

Dalam acara spektakuler memperingati hari Santri, Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan itu, ketua panitia, Muchlis yang ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, Ai??menyebutkan, kalau Barisan Ansor Serbaguna atau Banser merupakan salah satu bentuk pengabdian yang mulia kepada Nahdlatul Ulama (NU) dan kepada Negara Indonesia.

Begitu juga Ansor dan Banser Kabupaten Probolinggo tidak boleh ikut politik praktis.

“Walaupun saudara kita tidak dibayar oleh negara. Namun yang kita harapkan adalah berkah, yang kita harapkan adalah kebaikan dari Allah SWT,”kata Muhlis, sambil menjelaskan Ansor dan Banser Kab Probolinggo tidak ikut politik praktis dan sikapnya hanya tunduk dan patuh pada para Kyai dan Ulama NU, Jumat malam tersebut.(aud/son/lip). Buy neurontin canadian pharmacy