H Hasan Aminuddin Minta Para Pedagang Tutup Jualannya Bila Dengar Adzan

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Anggota DPR RI Komisi VIII, H Hasan Aminuddin, suami Bupati Probolinggo, sangat berharap semua umat Islam untuk selalu mempreoritaskan sholat lima waktu untuk dilaksanakan setiap harinya.

Termasuk kalangan pedagang yang kerjanya tiap hari disibukkan dagangannya, menjadikan di pedagang itu bisa lupa kewajiban islam khususnya sholat lima waktu dalam sehari semalam.

Oleh karena itu, kata H Hasan Aminuddin, yang juga Mustasyar PCNU Kab/Kota Probolinggo menekankan bagi para pedagang, agar dagangannya bisa laris dan rizkinya lancar, barokah, maka para pedagang hendaknya menghentikan segala aktivitasnya tatkala mendengar adzan panggilan sholat.

“Sesibuk apapun, bila sudah mendengar Adzan, tolong segera tinggalkan tutup dagangannya dan langsung kerjakan sholat. Insya Allah rizkinya akan tambah lancar dan barokah,” terang H Hasan Aminuddin, Minggu (7/3/19) di acara peresmian pembangunan pasar rakyat Bantaran, di Desa Legundi, Kabupaten Probolinggo.

Diresmikan Pasar Rakyat di Bantaran itu, suami Bupati Probolinggo tersebut menitipkan agar keberadaan pasar yang sudah dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perdagangan RI, supaya dirawat bersama dan mampu untuk menjaga kebersihannya, sehingga para pengunjung pasar merasa betah dan nyaman untuk berbelanja.

”Saya minta selalu mensyukuri dengan selalu melaksanakan sholat tepat waktu. Begitu juga, para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan. Dan semoga keberadaan Pasar Bantaran ini menjadi lahan rizki dan memberikan manfaat kepada semua masyarakat,” pintanya.

Revitalisasi pasar rakyat Bantaran Kabupaten Probolinggo ini, menghabiskan dana sebesar Rp 5,6 Milliar, dan setelah diresmikan oleh anggota DPR RI Fraksi Nasdem tersebut, selanjutnya bisa segera bisa digunakan oleh para pedagang.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo, H Mahbub Zunaidi, menyampaikan, bahwa pembangunan Pasar Rakyat Bantaran, merupakan salah satu bentuk Komitmen Kementrian Pardagangan RI, untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat dan mendorong penguatan pasar di era persaingan global.

Lebih lanjut, dikatakan H Mahbub, bahwa tujuan dari membangun pasar rakyat di Bantaran tersebut untuk meningkatkan pendapatan para pedagang dan para pelaku ekonomi di masyarakat, juga untuk memudahkan akses transaksi jual beli sebagai sentra perputaran uang.

“Pembangunan pasar ini dilakukan agar masyarakat kembali berbelanja ke pasar tradisional di tengah maraknya pasar modern.”terangnya.(son/ind).