H Hasan Aminuddin Minta Jalan Tol “Paspro” Cepat Difungsikan

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Menyusul selesainya proyek fisik, jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) pada bulan Desember 2018 lalu, hingga kini jalan tol Pasuruan – Probolinggo itu belum juga difungsikan. Padahal awal bulan Januari 2019 telah dilakukan uji coba digratiskan sepanjang 31,3 kilometer itu selama dua minggu.

Akibat keterlambatan itu, anggota DPR RI Fraksi Nasdem, H Hasan Aminuddin, mantan Bupati Proboiinggo ini meminta agar jalan Tol Paspro segera difungsikan agar tidak terkesan mubazdir.

“Rakyat Probolinggo tidak ingin balasan apapun dari Nasdem dan H Jokowi. Hanya menginginkan, agar selesainya jalan tol Pasuruan-Probolinggo ini mohon segera difungsikan. Itu pesan ulama dan masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pinta H Hasan Aminuddin, dihadapan ketua umum DPP Nasdem, H Surya Paloh, saat acara kampanye akbar Nasdem dilapangan Desa Kedungdalem, Kec Dringu, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (6/4/2019) kemarin.

Orang nomer 1 di Kabupaten Probolinggo ini, menegaskan, rakyat Probolinggo pastinya mendoakan dan mendukung Capres & Cawapres (H Jokowi-KH Ma’ruf Amin) terpilih kembali menang menjadi Presiden dan Wakilnya tahun 2019-2024.

“Ulama Kabupaten Probolinggo menjelang pilpres lebih bersemangat memenangkan Capres yang juga diusung Nasdem, yakni pasangan H Jokowi- KH Ma’ruf,” jelas H Hasan Aminuddin, di “Aminin” ribuan simpatisan Nasdem yang hadir.

Kades Banyuanyar Tengah, Zamroni, dan jalan tol Paspro (Pasuruan-Probolinggo) sepanjang 31,3 KM dan calon terdampak jalan tol, HM Saudi Hasyim Jahur, yang lokasi tanahnya di Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar, saat mengikuti rapat bersama petugas PPK dan BPN Kab Probolinggo./indonesiapost.co

Menanggapi hal itu, ratusan warga calon terdampak jalan Tol khusus proyek jalan Tol seksi IV (Kecamatan Leces – Kec Maron) yang masih pendataan administrasi kepemilikan tanah yang terkena jalan tol, membuat rakyat Probolinggo sangat mendukung dan berterima kasih pada, H Hasan Aminuddin, yang meminta Pemerintah agar untuk segera memfungsikan jalan tol Paspro (Pasuruan-Probolinggo).

Pasalnya, bila jalan tol Paspro sudah difungsikan, maka Pemerintah bisa dipastikan segera mencairkan uang ganti untung proyek jalan tol seksi IV (Probolinggo-Banyuwangi).

“Saya bersama ratusan calon terdampak jalan Tol seksi IV sudah lima kali rapat bersama PPK dan BPN, yaitu sejak bulan Juni 2018 lalu, hingga kini belum juga dicairkan uang ganti untung itu.
Padahal, rapat terakhir pada bulan Januari 2019, petugas PPK dan BPN berjanji InsyaAllah bulan Pebruari 2019 bakal cair uang ganti untung itu. Nyatanya, sampai sekarang masih ingkar janji lagi.”kata H Saudi Hasyim Jahur, salah satu calon terdampak yang berlokasi di Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar dan mengaku rapat terakhir bersama petugas PPK dan BPN pada hari Rabu (6/2/19) hingga hari Kamis (7/2/19) di Desa Banyuanyar Tengah dan Liprak kulon, Kec Banyuanyar.

Menurut Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab Probolinggo, Agus Mahendra, saat dihubungi melalui Ponselnya, menyatakan bahwa tentang keterlambatan bayar ganti untung proyek jalan tol seksi IV (Leces-Maron) bukan dari Pemerintah.

Namun keterlambatan itu, karena masih banyak kekurangan data administrasi dari beberapa Desa soal surat kepemilikan tanah yang terkena jalan tol tersebut.

“Tunggu sabar pak… petugas BPN sudah dor to dor mendatangi beberapa Desa yang terkena jalan tol, dan kebetulan masih kurang melengkapi administrasi seperti surat keterangan Waris, bagi tanah yang terkena jalan tol yang belum bersertifikat.
Kalau surat kepemilikan tanah sudah lengkap, lalu BPN menyerahkan data ke PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), dan barulah ditentukan tanggal pembayaran ganti untung itu,”jelas Agus menjawab pertanyaan calon terdampak jalan tol seksi IV tersebut.

Kepala Desa Banyuanyar Tengah, Zamroni, mengaku bisa jadi Desa yang lain masih kekurangan data administrasi kelengkapan surat kepemilikan tanah yang terkena jalan tol.

Bahkan Kades, Zamroni, mengaku hari Senin (8/4/19) sempat menanyakan pada salah satu petugas BPN yang biasa diterjunkan mendatangi Desa-Desa yang terkena jalan tol itu.

“As.. Mohon Maaf… saya mau tanya untuk Desa saya, apa saja yang masih kurang persyaratan untuk pencairan jalan Tol. Soalnya, warga saya tanya terus soal pencairan uang jalan tol.”tulis SMS Kades Zamroni pada salah satu petugas BPN Kab Probolinggo.

“Sabar ya pak masih ada pendataan tentang tanaman atau bangunan, nanti akan ada pemberitahuan lebih lanjut dari BPN atau PPK.” jawab petugas BPN yang belum bisa memastikan cairnya uang tol tersebut.

“Semoga cepat cair uang jalan tol itu, agar calon terdampak tidak selalu tanya-tanya lagi pada saya,”kata Kades Zamroni berdoa usai coblosan Pilpres dan Pileg uang ganti untung jalan tol sudah realisasi atau cair.(ugi/ind)