H Hasan Aminuddin: “Kedua Orang Tua, Jadikan Raja dan Ratu dalam keluarganya”

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Anggota DPR RI Komisi VIII, Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, juga Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan, menekankan pada semua anak remaja agar tetap berbakti kepada kedua orang tuanya.

H Hasan, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa hal ini sudah banyak kalangan anak muda lupa diri dan sudah mulai tidak mengenal orang tua bahkan sudah banyak terpengaruh pergaulan bebas dan bertingkah kebarat-baratan. Sehingga zaman sekarang sudah banyak yang lupa pada jasa kedua orang tua. Bahkan lebih bangga bergaul ke luar orang tuanya.

Ketua DPP Nasdem Bidang Agama dan Masyarakat Adat, Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Pengasuh Ponpes “HATI”, yang santrinya kebanyakan anak yatim dengan mondok secara gratis./indonesiapost.co

“Kalau anak ingin selamat dan hidup sejahtera didunia dan akherat, jadilah anak yang birrul walidain atau berbakti kepada orang tuanya, hormati kedua orang tua. Jadikan mereka Raja dan Ratu dalam keluarganya.” kata H Hasan, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Bin Idris di Kampung Marjoso, Desa Mojolegi, Kecamatan Gading, Kab Probolinggo, Senin (7/10/2019).

Bicara masalah rumah Allah, kata H Hasan, bahwa Masjid ini adalah rumah Allah SWT. Oleh karena itu, masjid jangan pernah sepi dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Kalau tidak ingin susah hidupnya miskin, maka ramaikanlah rumah Allah yaitu Masjid.

Kita harus bangga ada sebuah nama Masjid Bin Idris, yang baru diresmikan ini, dengan harapan agar anak cucunya mampu membuat tersenyum orang tuanya.

“Terkadang manusia itu masih kurang, meskipun sudah diberikan rizki oleh Allah SWT. Jangan pernah berhitung-hitung di jalan Allah SWT. Karena kita hidup memakai kalkulator Al Qur’an. Janji Allah tidak akan pernah luput, tinggal menunggu waktunya. Tetapi terkadang manusia dikalahkan oleh nafsunya,” katanya.

Lebih jauh dikatakan H Hasan, bahwa setelah Masjid Bin Idris ini terbangun, meminta agar segera membentuk kepengurusan takir masjid. Dimana Camat dan MWCNU hendaknya dijadikan sebagai pelindung.

“Jika ingin masjidnya keramat dan makmur, saya meminta agar jangan pernah mengemis atau jangan meminta-minta sumbangan di pinggir jalan. Rumah Allah itu adalah simbol amal makruf nahi mungkar. Yakinlah yang akan dibangun adalah rumah Allah. Buat semua masyarakat, infakkan sebagian hartanya untuk pembangunan Masjid Bin Idris. Setelah terbangun jangan hanya digunakan untuk lima waktu saja, tetapi juga kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya,” pintanya.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Bin Idris ini dihadiri oleh Forkopimda Gading serta para kepala desa serta jajaran pengurus PCNU Kota Kraksaan dan MWCNU Kecamatan Gading.(ind/wan)