H Hasan Aminuddin, Cucu ke 9 Dari Keturunan *Bindhere Saod* Raja ke 29 di Kerajaan Sumenep

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Tokoh politik, H Hasan Aminuddin, sudah tidak asing lagi bagi kalangan politisi ditingkat Nasional, bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Selain dikenal menjadi tokoh politik, H Hasan, sapaan akrabnya, juga dikenal sebagai tokoh Nadhatul Ulama, sebagai Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo.

Presiden H Jokowi, Waki Ketua Komisi IV DPR RI, H Hasan Aminuddin, dan istri Hj Puput Tantriana Sari SE, Bupati Probolinggo dan para siswa/siswi SDN Brani Wetan, Kec Maron./indonesiapost.co

Ia lahir tanggal 7 Januari 1965, dan memulai karier politiknya, sebagai anggota DPRD Probolinggo tahun 1992. Pada periode selanjutnya, H Hasan, menempati posisi Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo periode 1999-2003.

Usai menduduki Ketua DPRD, H Hasan, menapaki jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi lagi, yakni dipercaya rakyat menjadi Bupati Probolinggo, dua periode tahun 2003-2013.

Selanjutnya, kepemimpinan Bupati Probolinggo dua periode 2014-2024 dijabat Hj Puput Tantriana Sari SE, istri, H Hasan Aminuddin, yang terpilih kembali anggota DPR RI dua periode 2014-2024 dan kini menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem.

Tak perlu diragukan lagi, kwalitas kepemimpinan, H Hasan Aminuddin, karena sudah allamah ilmu politiknya dan ilmu agama yang sudah mumpuni. Sehingga ia dikenal ramah tamah dan murah senyum.

Kini ia mendirikan pondok pesantren “HATI”, yang santrinya Gratis, bagi anak kurang mampu dan anak yatim piatu. Hal inilah, H Hasan, sangat cintai, disegani dan disenangi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Ketua Umum DPP Nasdem, H Surya Paloh, Ketua DPP Nasdem Bidang Agama dn Masyarakat Adat, H Hasan Aminuddin dn Hj Puput Tantriana Sari SE, serta Ketua HNSI Kab Probolinggo, H Fathoni./Indonesiapost.co

Kini ia mendirikan pondok pesantren “HATI”, yang santrinya Gratis, bagi anak kurang mampu dan anak yatim piatu. Hal inilah, H Hasan, sangat cintai, disegani dan disenangi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Konon menurut silsilah keluarga, H Hasan Aminuddin, dibilang memiliki darah biru masih keturunan bangsawan dan masih termasuk ke dalam silsilah keluarga Kerajaan yakni, cucu ke 9 dari Raja Bendoro Saud, yang kini sering disebut “Bindhere Saod” adalah Raja ke 29 memimpin kerajaan Sumenep, sejak tahun 1750 – 1762.

Bendoro Saud atau bindhere Saod, keturunan dari Pangeran Katandur. Pangeran ini cucu dari Sunan Kudus.

Pada abad ke 17, didaerah Sumenep ditimpa bencana kelaparan, kemarau berkepanjangan, dan rakyat disibukkan oleh macam-macam peperangan, tetapi berkat petunjuk-petunjuk dari Pangeran Katandur (abanya, bindhere Saod), tentang ilmu pertanian maka hasil produksi dapat dilipat gandakan dan kelaparan dapat segera diatasi.

Pangeran Katandur memang mempunyai darah keturunan Arab, dan mempunyai anak, Bendoro Saud, dengan demikian ia mempunyai keturunan Arab.

Keraton, tempat kediaman resmi para Adipati/Raja-Raja, termasuk Raja Bindhere Saod, di Keraton, Sumenep, Madura. Dan H Hasan Aminuddin bersama Hj Puput Tantriana Sari dan H Humaidi serta H Fathoni, Ketua HNSI Kab Probolinggo./hm saudi hasyim jahur

Kemudian Bendoro Saud diambil oleh pamannya ialah Kyai Pekke, Kyai ini mempunyai banyak santri termasuk pula Bendoro Saud atau Bindhere Saod, kemudian menjadi raja ke 29 di Kerajaan Sumenep.

Susunan silsilah sosok, H Hasan Aminuddin, merupakan keturunan ke 9 dari Raja Bendoro Saud atau Bindhere Saod, Raja ke 29 Kerajaan Sumenep.

Bila di baca silsilah dari urut bawah ke atas, yakni dari, H Hasan Aminuddin bin KH Aminuddin, bin Zaenuddin bin Sholehuddin, bin Khasifuddin, bin Hafifuddin bin Aryo Wirobroto, bin Bening Pati, bin Bendoro Saud, biasa disapa Bindhere Saod, raja Sumenep, Madura.(h fahoni/ind)