H Hasan Aminuddin: “Bapak Jendral Tito Jangan Takut Ancaman Teroris. Karena Rakyat Bersama Polisi.”

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Ketua DPP Nasdem Bidang Agama dan Masyarakat Adat, H Hasan Aminuddi, pengasuh ponpes HATI, Dusun Toroyan, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menegaskan bahwa Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian, di bawah pemerintahan kepemimpinan Presiden H Jokowi harus kuat tegar lahir dan batin dan jangan takut pada teroris yang sadis dan telah menganiaya lima anggota Brimob, masing-masing, Briptu Fandy Nugroho, Iptu Yudi Rospuji, Aipda Denny Setiadi, Briptu Syukron Fadhli, dan Briptu Wahyu Catur Pamungkas, hingga meninggal dunia terjadi di rutan Mako Brimob, Depok Jakarta barat, Selasa (8/5/2018) lalu.

Pasalnya, Kepolisian Indonesia sudah dipastikan dibela oleh rakyat, sehingga Polisi Indonesia jangan pernah takut dengan ancaman teroris.

“Bagaimana kalau institusi pengayom rakyat ketakutan, maka rakyatnya akan lebih ketakutan dari aparatnya. Jadi Polisi harus berani dan menindak tegas bagi teroris yang tidak beradab itu” tegas H Hasan Aminuddin, seusai melaksanakan sholat gaib dan tahlilan bagi para anggota Brimob yang gugur, hari Jumat (11/5/2018) dimasjid Bin Aminuddin Desa Rangkang, Kota Kraksaan.

Anggota DPR RI Komisi VIII Frsksi Nasdem, H Hasan Aminuddin, pengasuh Pondok Pesantren Hati yang menampung Santri khusus anak yatim di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.(hm saud)

Rakyat Indonesia, kata H Hasan, panggilan akrabnya, mengutuk keras peristiwa itu. Bagaimanapun Islam tidak membenarkan kekerasan walau atas nama agama, apalagi dilakukan sesama orang muslim.

“Para pelaku itu, sudah tidak manusiawi dan perbuatan biadab tega membunuh aparat yang sedang melaksanakan tugas, makanya pelaku itu jangan diberi ampun dan harus ditindak tegas.”

“Kami yakin, para anggota Brimob yang gugur itu sebagai pahlawan bangsa,”kata H Hasan Aminuddin, mendoakan para anggota polisi yang gugur dalam tugas mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT.

Selain itu, pengasuh ponpes Hati, H Hasan Aminuddin, sangat prihatin dan sebagai bentuk penghormatan kepada anggota Brimob yang gugur saat bertugas, Ketua DPP Nasdem Bidang Agama dan Masyrakat Adat, mengajak warga Probolinggo khususnya disekitaran pondok untuk melakukan sholat goib, tahlilan doa bersama.

“Karena kami orang kampung, maka kami tidak mengirimkan karangan bunga, tetapi dengan doa dan shalat gaib, yang merupakan budaya bangsa Indonesia. Kami mendoakan semoga para anggota polisi yang gugur dalam tugas mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” ujar H Hasan Aminuddin.

Seperti diketahui, insiden bentrokan antara anggota Brimob dengan para narapidana teroris yang menghuni rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, terjadi pada Selasa, 8 Mei malam.

Insiden itu, diduga karena urusan makanan, hingga terjadi perampasan senjata api petugas dan penyanderaan petugas Brimob hingga mengakibatkan 5 anggota Bromob itu meninggal dunia.(ud/ugi)